Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi Publik BPP Jambi

  PENCARIAN DATA :

Informasi Pelatihan :

Diklat Teknis Tematik 7 Komoditas Unggulan di BP3K
dimulai dari tanggal 01 s.d 07 Februari 2016
Download surat pemanggilan peserta klik disini

Diklat Teknis Budidaya Jamur Tiram
dimulai dari tanggal 01 s.d 07 Februari 2016
Download surat pemanggilan peserta klik disini

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             58%
 Baik
             19%
 Cukup
             23%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             60%
 Baik
             33%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

PAMERAN HARI PANGAN SEDUNIA KE-35 JAKABARING SPORT CITY


Pembukaan HPS ke-35 oleh Sekjen Kementerian Pertanian RI

Selengkapnya

24-12-2015  KEGIATAN PENGOLAHAN BIJI PARA
OLEH : KEMAS MUHAMMAD ERWANSYAH, S.TP
Staf Unit Pembelajaran Pengolahan Hasil Pertanian BPP Jambi

Kegiatan pengolahan biji para (karet) menjadi keripik biji karet (kebikar) praktek kerja industri bersama siswi SMK 11 Sarolangun di unit pembelajaran pengolahan hasil pertanian Balai Pelatihan Pertanian Jambi.
Download Selengkapnya

21-12-2015  KUNJUNGAN SEKRETARIS BADAN PPSDM PERTANIAN KE BPP JAMBI

Jambi - bertempat di ruang kelas baru BPP Jambi (17/12/2015) diadakan kegiatan pertemuan pegawai BPP Jambi dengan Sekretaris Badan PPSDMP Kementerian Pertanian Dr. Ir. Momon Rusmono, MS serta turut dihadiri pula Ibu Mardianis dari Biro Organisasi dan Kepegawaian. Kegiatan yang berlangsung sekitar 2 jam lebih ini...

16-12-2015  KEGIATAN PENGOLAHAN BUAH SAWIT MENJADI CPO
OLEH : KEMAS MUHAMMAD ERWANSYAH, S.TP
Staf Unit Pembelajaran Pengolahan Hasil Pertanian BPP Jambi

Pengolahan buah kelapa sawit menjadi cpo (crude palm oil) dengan teknologi modern dan tradisional (monal) Praktek kerja industri bersama siswa-siswi SMK 5 Muaro Jambi di Balai Pelatihan Pertanian Jambi.
Download Selengkapnya

30-09-2015  TEKNOLOGI PEMBUATAN KRISTAL JAHE
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si., BPP Jambi

Jahe adalah tanaman berjuta khasiat yang berada di sekitar kita yang sudah banyak dimanfaatkan oleh manusia sejak berabad-abad lamanya..... (baca selanjutnya)

29-09-2015  PENYIMPANAN BUAH MANGGA MELALUI PELILINAN
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si., BPP Jambi

Mangga (Mangifera indica L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang mudah rusak dan tidak tahan lama. Kerusakan dapat disebabkan oleh benturan pada saat pengangkutan ataupun penyimpanan. (baca selengkapnya)

28-09-2015  TEKNIK SELEKSI BIJI PEPAYA
Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP

Untuk mendapatkan benih (biji) pepaya yang baik, yaitu yang memiliki kadar kemurnian benih cukup tinggi, harus dilakukan pemilihan atau seleksi . Buah pepaya yang akan diambil bijinya untuk bakal benih harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
A. Pemilihan Buah
Buah pepaya yang akan digunakan untuk keperluan perbanyakan (diambil bijinya sebagai benih) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1) Berasal dari pohon induk yang jelas(pohon sempurna)
2) Berasal dari varietas unggul.
3) Buah masak di pohon. Buah yang masak karena dikarbit tidak baik untuk digunakan sebagai benih.
4) Berasal dari tanaman yang bebas dari serangan hama dan penyakit.
Buah pepaya yang berasal dari tanaman sakit atau matangnya akibat pemeraman, tidak dianjurkan untuk diambil bijinya sebagai benih, karena akan menghasilkan turunan yang kurang baik.
5) Bentuk buah normal, tidak cacat ataupun rusak
6) Sebaiknya dipilih buah pepaya yang berbentuk bulat, panjang, dan besar atau yang berbentuk lonjong karena memiliki daging buah yang tebal dan termasuk paling digemari konsumen.
Menurut hasil penelitian, buah pepaya yang berbentuk lonjong 1/3 bagian dari pangkal buah harus dibuang, karena memiliki kemungkinan akan menghasilkan pohon betina (1/2) dan pohon sempurna (1/2). Bagian yang tersisa (2/3 bagian) akan menghasilkan pohon betina (1/3) dan pohon sempurna (2/3). Buah pepaya yang berbentuk bulat kemungkinan besar akan menghasilkan pohon jantan dengan persentase yang tinggi.
Download Selengkapnya

28-09-2015  PEMBENTUKAN DAN PEMANGKASAN KOPI ROBUSTA
Oleh :Fergutson Nainggolan, SP, M.Sc
(Widyaiswara Madya)

Dalam pertumbuhan kopi, pokok dari sebuah pembentukan ini dimana dibutuhkan teknik pembentukan, dari keseimbangan kanopi, dengan penuh keberanian tersendiri dari setiap bagian tanaman, mengkreasikan sebuah keseimbangan diantara pertumbuhan tanaman, dan hasil yang stabil.
Ada dua system dari pembentukan yaitu, pertama pembentukan berbagai tangkai batang tanpa menyisakan dari pembuangan yang menguasai batang. Metode ini digunakan Cara ini digunakan dalam memanen produksi buah pada tangkai dasar/bawah. Disisi lain pembentukan batang tunggal berarti tanaman telah dipotong pada 2 meter dengan produksi buah yang telah dipanen pada cabang kedua.
Download Selengkapnya

28-09-2015  Melakukan Pemeliharaan Tanaman Buah Naga
Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP.


I. PENDAHULUAN

Setelah ditanam, tanaman membutuhkan perawatan intensif agar dapat tumbuh hingga berproduksi dengan baik. Ada dua masa yang akan dilalui tanaman hingga dapat berproduksi, yaitu masa vegetatif dan masa generatif.
Download Selengkapnya

28-09-2015  Menanan Jamur Merang di Dalam Kumbung
Oleh
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP


A. Latar Belakang
Budidaya jamur merang di dalam kumbung merupakan teknik budidaya jamur yang dilakukan secara modern dengan menggunakan media tumbuh yang sudah di pasteurisasi (dikomposkan) pada rak-rak di dalam kumbung jamur. Penggunaan kumbung dimulai pada pertengahan tahun 1970. Sejak itu, budidaya jamur di dalam kumbung terus dikembangkan.
Budidaya jamur merang secara modern ini sangat dianjurkan untuk diusahakan dengan skala komersil. Cara modern ini dapat diterapkan pada segala musim karena suhu dalam kumbung jamur dapat diatur. Sementara media tumbuhnya pun dapat dari bermacam-macam bahan, baik satu macam bahan maupun campuran beberapa bahan sehingga tidak hanya bergantung pada jerami saja.
Download Selengkapnya

28-09-2015  Pengolahan Lada
Oleh:Puji Lestari, S.TP.
Widyaiswara Pertama

I. PENDAHULUAN

Lada memiliki nama latin Piper nigrum dan merupakan family Piperaceae. Lada disebut juga sebagai raja dalam kelompok rempah (King of Spices), karena merupakan komoditas yang paling banyak diperdagangkan. Daerah yang merupakan sentra produksi lada di Indonesia adalah Bangka dan Lampung dan pada beberapa tahun terakhir ini telah dikembangkan secara intensif di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara.
Kondisi perkebunan lada Indonesia saat ini sekitar 11,50% dari seluruh luas komoditi perkebunan dengan kemampuan modal yang lemah. Dampak dari kondisi tersebut mengakibatkan perkembangan teknologi ditingkat petani untuk perbaikan mutu, budidaya/pengembangan tanaman sangat lambat dan tidak mengalami perubahan.
Nilai ekonomis dari tanaman lada atau merica sebenarnnya cukup tinggi. Karena lada atau merica akan selalu dibutuhkan oleh semua orang sampai kapanpun. Maka budidaya merica akan punya banyak manfaat baik untuk pribadi maupun pasaran. Tanaman lada mulai berproduksi pada umur 3-4 tahun dan dapat diproduksi sampai berumur 15 tahun atau lebih. Buah lada pada mulanya berwarna hijau muda, kemudian berubah menjadi hijau tua, dan bila sudah tua berwarna kuning atau kemerah merahan.
Potensi lada sangat besar di kalangan masyarakat namun sayangnya industri hilirnya terbatas sehingga pengolahannya perlu lebih dikembangkan lagi di masa mendatang agar dapat meningkatkan perekonomian daerah dan memberikan efek pemberdayaan ekonomi bagi petani lada. Pengolahan buah lada sangat penting untuk memenuhi standar mutu yang berlaku sehingga menjadi sumber daya lokal dan alternatif dalam peningkatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Download Selengkapnya

28-09-2015  BAHAN TAMBAHAN MAKANAN
Oleh:Puji Lestari, S.TP.
Widyaiswara Pertama

I. PENDAHULUAN
Bahan tambahan makanan (BTM) menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88 adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan bukan merupakan ingredient khas makanan, dan tidak mempunyai nilai gizi, yang sengeja ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan pangan untuk menghasilkan komponen atau mempengaruhi sifat khas dan meningkatkan mutu makanan tersebut. Termasuk didalamnya antioksidan, pengawet, pengelmusi, anti kempal, Pematang, pemucat dan pengental. Bahan tambahan makanan adalah bahan yang secara alamiah bukan merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam makanan tersebut karena perlakukan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan. Dengan kata lain bahwa tujuan adalah memperbaiki penampakan, warna, bentuk, cita rasa, tekstur, flovour dan memperpanjang masa simpan.
Penggunaan bahan tambahan makanan diperbolehkan untuk tujuan mempertahankan nilai gizi makanan dan mempertahankan mutu kestabilan makanan serta memperbaiki sifat-sifat organoleptik sehingga tidak menyimpang dari sifat alaminya. Bahan tambahan yang tidak boleh dipergunakan untuk tujuan menyembunyikan cara pembuatan atau pengolahan yang kurang baik pada suatu makanan yang dibuat dari bahan yang kurang baik mutunya.
Download Selengkapnya

28-09-2015  PERAN BAKTERI DARI AKAR TANAMAN KEDELAI DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN TERHADAP SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV)
Oleh:
Nugroho Setyowibowo, M. Biotech
Widyaiswara Pertama

1. PENDAHULUAN
Kedelai merupakan komoditas pangan penghasil protein nabati yang sangat penting di Indonesia. Kedelai bermanfaat sebagai bahan pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Tanaman kedelai menghendaki tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik, untuk dapat tumbuh dengan baik. Pertumbuhan kedelai juga dipengaruhi oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kedelai adalah adanya penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus. Beberapa virus telah diketahui menyerang tanaman kedelai di Indonesia diantaranya soybean mosaic virus (SMV), soybean stunt virus (SSV), soybean dwarf virus (SDV), bean yellow mosaic virus (BYMV), soybean yellow mosaic virus (SYMV), peanut stripe virus (PStV), cowpea mild mottle virus (CPMMV) (Roechan, 1992). Salah satu virus yang banyak memberikan kerugian serius pada berbagai daerah pertanian kedelai di dunia adalah virus SMV (Wang, 2009). Infeksi SMV dapat menurunkan produksi 35% hingga 50% pada kondisi alami di lapangan (Li et al., 2010).


Download Selengkapnya

25-09-2015  TEKNOLOGI PEMBUATAN PUREE MANGGA
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si., BPP Jambi
Mangga merupakan komoditas buah yang mudah rusak dan tidak tahan lama, untuk itu buah .... (baca selanjutnya)

25-09-2015  Sambung Pucuk Pada Tanaman Durian
Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP


GRAFTING atau ent, istilah asing yang sering didengar itu, pengertiannya ialah menggambungkan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa, sehingga tercapai persenyawaan. Kombinasi ini akan terus tumbuh membentuk tanaman baru.
Pengertian sambung pucuk ialah penyatuan pucuk (sebagai calon batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang mampu saling menyesuaikan diri secara kompleks. Cara sambung pucuk ini sekarang sudah dipergunakan secara luas, yaitu pada tanaman hias, tanaman buah, dan tanaman perkebunan.
Karena begitu mudahnya sambung pucuk ini dibuat, maka cara ini sering digunakan untuk mengombinasikan beberapa varietas tanaman dalam satu tanaman. Penyambungan ini bisa dilakukan sewaktu tanaman masih bibit ataupun sesudah tanaman dewasa.
Bila dibandingkan dengan okulasi, ternyata cara sambung pucuk ini lebih cepat menghasilkan bibit, contohnya pada durian. Dua bulan sesudah biji durian disemai, bibit durian ini sudah bisa disambung pucuk, dan 11 bulan kemudian bibit durian ini sudah mencapai tinggi 60 90 cm. Sedang bila kita menggunakan cara okulasi, batang bawah baru bisa diokulasi setelah umur 15 bulan setelah semai.
Maksud sambung pucuk di sini adalah penyatuan pucuk (batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang cocok secara kompleks.
Download Selengkapnya

25-09-2015  Menanam Sayuran Dengan Teknik Vertikultur
Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP.

Menyempitnya lahan-lahan pertanian ternyata bukan suatu halangan untuk mengusahakan budidaya tanaman sayuran. Sistem vertikultur adalah jalan keluarnya. Pada awalnya sistem ini hanyalah pengembangan dari sistem penanaman di dalam pot biasa. Setelah direka reka ternyata dengan mengusahakan tanaman dalam pot secara bertingkat dapat diperoleh populasi tanaman yang jauh lebih banyak. Selanjutnya berkembanglah sistem penanaman secara bertingkat dengan aneka bentuk dan wadah, serta ragam tanaman. Sistem ini secara umum disebut vertikultur yang berarti bertanam secara berjenjang atau bertingkat.
Download Selengkapnya

23-09-2015  PERLAKUAN BENIH KEDELAI SEBELUM TANAM
Oleh:
Elly Sarnis Pukesmawati,SP., MP.


Penanaman kedelai di tanah yang subur biasanya tidak menimbulkan masalah, karena pada hakikatnya tanah seperti ini banyak mengandung bahan bahan organis seperti Nitrogen yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebaliknya penanaman kedelai ditanah yang kurang subur atau belum pernah ditanami kedelai sama sekali akan mengakibatkan pertumbuhan kedelai kurang sempurna. Warna daun kurang segar (hijau kekuning kuningan), karena kekurangan unsur Nitrogen akibat tidak adanya aktivitas bakteri Rhizobium Jafonicum.
Download Selengkapnya

22-09-2015  TEKNOLOGI PEMBUATAN DODOL DARI BUAH NAGA
Oleh: Masnun
BPP Jambi

Buah naga merupakan tanaman kaktus dari famili Cactaceae dengan subfamily Cactoidea, yang terdiri dari buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus). Buah naga memiliki rasa .... (baca selengkapnya)

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10 

INFORMASI PENGUNJUNG :

IP Address : 54.167.96.84
Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 246953

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8090
7277
6830
7214
7378
1765

09-2015

10-2015

11-2015

12-2015

01-2016

02-2016