Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 


 BERANDA |  DOWNLOAD |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi Publik BPP Jambi

   PRODUK

Pengolahan Hasil Budidaya

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Terkadang Jalan Yang Terbaik

Bukanlah Yang Paling Mudah Untuk Dijalani"

(Pocahontas)

DAPATKAN ARTIKEL DAN INFORMASI TERBARU
DIMENU DOWNLOAD

www.bppjambi.info



Pengelola Web

Stay Connected On:
Twitter
Facebook


Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             57%
 Baik
             19%
 Cukup
             24%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             71%
 Baik
             29%
 Cukup
             0%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

Liputan :“Mengenal Dunia Pertanian di BPP Jambi”

Selengkapnya

24-04-2015  PENYERAHAN PENGHARGAAN KEPADA PEGAWAI BALAI PELATIHAN PERTANIAN (BPP) JAMBI
Jambi – Sebagai bentuk apresiasi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah mengabdi pada negara maka PNS tersebut diberikan penghargaan. Penghargaan itu diberikan dalam bentuk Piagam Satyalancana Karya Satya 10, 20, dan 30 tahun. Kepala BPP Jambi... (dsf)

23-04-2015  PENGOLAHAN HASIL “KOPI DAUN / LEAF COFFEE”
Oleh : Kemas Muhammad Erwansyah, S.TP
Pengelola UPH BPP Jambi

Banyak sekali hasil-hasil pertanian di Indonesia dan semuanya akan menjadi bernilai dan memberikan nilai tambah jika siswa-siswi mau dan mampu mengelolahnya menjadi produk yang berkualitas. Salah satu contohnya adalah Kopi. Selama ini Kopi banyak diolah oleh orang melalui biji Kopi, baik secara fermentasi alami dan buatan maupun tanpa fermentasi. Tetapi dengan adanya inovasi baru. Download Selengkapnya

21-04-2015  PEMBINAAN PEGAWAI BALAI PELATIHAN PERTANIAN (BPP) JAMBI
Jambi – Bertempat di aula BPP Jambi pada selasa 14 April 2015 diselenggarakan Pembinaan Pegawai BPP Jambi dengan tema “Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan kepada Anda, namun Tanyakan Apa yang Anda berikan kepada Negara”. Acara diikuti oleh semua PNS di BPP Jambi... (dsf)

20-04-2015  KUNJUNGAN SMPN 5 KOTA JAMBI KE BALAI PELATIHAN PERTANIAN (BPP) JAMBI
Jambi – Kemajuan dunia pertanian di masa yang akan datang sangat bergantung pada generasi muda saat ini. Agar generasi muda mempunyai kepedulian terhadap dunia pertanian, maka perlu dikenalkan terhadap segala sesuatu yang berbau pertanian. Untuk itu lah... (dsf)

02-04-2015  SENAM BERSAMA 3 UPT PUSAT KEMENTERIAN PERTANIAN RI DI JAMBI
Jambi - Untuk mempererat soliditas dan jalinan silaturahmi sesama UPT Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berada di Provinsi Jambi yaitu... (dsf)

31-03-2015  MEMBUAT PESTISIDA NABATI
Oleh :Lisa Marianah,SP (Widyaiswara Pertama)


Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), setiap tahun di seluruh dunia terjadi keracunan pestisida antara 44.000 - 2.000.000 orang. Angka keracunan tertinggi terjadi di negara-negara yang sedang berkembang. Kesadaran akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang sehat, bebas dari bahan-bahan kimia serta semakin resistannya hama akibat aplikasi pestisida secara terus menerus, mendorong kesadaran pentingnya memiliki pengetahuan mengenai pestisida nabati dalam mengendalikan hama dan penyakit dalam kegiatan budidaya.

31-03-2015  PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BUAH NAGA DI KECAMATAN PEMAYUNG, KABUPATEN BATANGHARI, PROPINSI JAMBI
Oleh: Irwanto, SST
Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi

Tanaman buah naga (dragon fruit) yang awalnya dikenal sebagai tanaman hias ini sudah cukup lama dikenal masyarakat Taiwan, Vietnam, maupun thailand. Perluasan dan rencana produksi memang merupakan orientasi jangka panjang, terlebih untuk memenuhi produksi dalam negeri. Namun demikian upaya untuk mengekspor buah naga tetap akan dilakukan sepanjang kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi. Download Selengkapnya

31-03-2015  PENGGUNAAN PERANGKAT UJI TANAH SAWAH (PUTS) DAN PERANGKAT UJI TANAH KERING (PUTK) UNTUK MENENTUKAN STATUS HARA TANAH SAWAH DAN TANAH KERING
Oleh: Irwanto, SST
Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi

Perangkat uji tanah sawah ini diharapkan mampu membantu petani meningkatkan ketepatan pemberian pupuk N, P, dan K untuk padi sawah varietas setara IR-64 dengan potensi hasil 5-7 ton GKG/ha. Alat ini dapat menentukan status hara tanah sawah di lapangan dan rekomendasi pupuk sesuai yang dibutuhkan tanaman. Download Selengkapnya

29-03-2015  PENANGANAN PASCA PANEN KAYU MANIS
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Indonesia merupakan negara penghasil kayu manis terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 31.06% terhadap nilai total ekspor dunia pada tahun 2002 - 2007 (Jaya, 2010). Berdasarkan data tersebut di atas sudah selayaknya mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dengan intensifikasi budidaya serta penerapan mekanisasi dalam proses pengolahan hasil perkebunan kayu manis. Oleh karena itu, sangat penting sekali mengetahui proses penanganan pasca panen kayu manis dan mesin-mesin yang digunakan untuk menjadikan kayu manis menjadi komoditas unggulan yang bernilai ekspor tinggi.

29-03-2015  PENGAWETAN PANGAN
Oleh : Puji Lestari, S.TP
(Widyaiswara Pertama)

Pada dasarnya makanan merupakan campuran berbagai macam senyawa makanan, yang dapat dikelompokkan ke dalam karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Bahan makanan terdiri 99,9% dari bahan-bahan lain sepperti pigmen, zat cita rasa dan zat-zat aditif.
Pengolahan (pengawetan) dilakukan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan

26-03-2015  TEKNOLOGI MIE SEHAT BUAH NAGA
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Madya

Karakteristik buah naga yang mempengaruhi produk salah satunya adalah warna. Warna pada buah dan sayur bukanlah sekadar pembeda jenis antara buah yang satu dengan lainnya. Lebih dari itu, warna buah ternyata merupakan informasi kandungan nutrisinya. Buah berwarna merah tua bahkan hampir mendekati ungu umumnya mengandung anthocyanin. Sejenis antioksidan yang mampu menghambat terbentuknya gumpalan dalam pembuluh darah, sehingga risiko penyakit jantung dan stroke, berkurang. Buah berwarna merah mengindikasikan kandungan antosianin dan likopen. Antosianin berguna untuk mencegah infeksi dan kanker kandung kemih, sedangkan likopen menghambat fungsi kemunduran fisik dan mental agar tidak mudah pikun. Selain itu, likopen juga mencegah bermacam-macam penyakit kanker. Buah berwarna kuning kaya akan kalium, unsur nutrisi yang sangat bermanfaat untuk mencegah stroke dan jantung koroner.
Buah naga berwarna merah mempunyai warna yang khas dan kuat sehingga tidak perlu menambahkan zat pewarna. Karena warnanya tersebut buah naga merah banyak dijadikan bahan baku produk olahan. Produk olahan dari buah naga super red salah satunya adalah mie buah naga.

25-03-2015  OLAHAN PANGAN BERBASIS GANYONG
Oleh : Puji Lestari, S.TP
(Widyaiswara Pertama)

Program penganekaragaman konsumsi pangan yang telah diprogramkan oleh pemerintah tentang ketahanan pangan, peraturan Presiden No. 22 Tahun 2009 Tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis sumberdaya lokal. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan pangan sumber-sumber pangan alternatif terus ditingkatkan, salah satunya bahan pangan yang cukup penting adalah karbohidrat. Banyak karbohidrat yang telah dimanfaatkan antaranya adalah beras, gandum, jagung, singkong, ubi jalar, sagu, sorgum dan sebagainya. Beberapa tanaman sumber karbohidrat sebenarnya juga banyak terdapat di masyarakat namun belum banyak diperhatikan, salah satu diantaranya adalah ganyong.

16-03-2015  TEKNOLOGI PEMBUATAN TAHU SKALA RUMAH TANGGA
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Madya

Pembuatan tahu sangat mudah, dapat dilakukan pada skala rumah tangga dengan bahan dan sarana prasarana. ..dst

13-03-2015  TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOPI
Oleh : Puji Lestari, S.TP (Widyaiswara Pertama)

Kopi adalah salah satu komoditi andalan Indonesia. Hasil komoditi ini menempati urutan ketiga setelah karet dan lada. Pada tahun 2008 produksi kopi di Sumatera Selatan telah mencapai 155.372 ton terbagi dalam beberapa daerah penghasil kopi...dst

12-03-2015  TEPUNG MOCAF SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI TEPUNG TERIGU
Oleh : Puji Lestari, S.TP (Widyaiswara Pertama)

I. PENDAHULUAN

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap terigu dan pengembangan pangan yang berbasis pada sumber daya lokalita ubi kayu merupakan alternatif diversifikasi pangan pada bahan pangan lokal ubi kayu merupakan potensi yang cerah dari 227 juta ton. Produksi ubi kayu dapat diolah menjadi bahan pangan dan non pangan baru sekitar 22,3 %, karena itu perlu saat suatu upaya peningkatan nilai tambah (added Value). Salah satu olahan ubi kayu dapat diolah menjadi tepung mocaf.

05-03-2015  TEKNOLOGI PENGOLAHAN KEDELAI MENJADI TEMPE
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Madya

I.PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Tempe merupakan produk asli Indonesia sebagai makanan tradisional masyarakat terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa. Makanan ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu. Bukan hanya masyarakat Jawa gemar terhadap tempe, tetapi di seluruh wilayah Indonesia tempe sudah populer bahkan sampai ke negara lain seperti Belanda, Jepang, Australia dan Amerika. Justru di Jepang harga tempe lebih mahal dibandingkan dengan daging, dan Jepang mematenkan tempe buatan mereka. Ini disebabkan karena tempe rasanya lezat, dan manfaatnya yang sangat ....(dst)

04-03-2015  MIKROORGANISME PENTING DALAM TANAH
Oleh : Lisa Marianah, SP (Widyaiswara Pertama)


Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroorganisme tanah. Organisme tanah berperan penting dalam mempercepat penyediaan hara dan juga sebagai sumber bahan organik tanah. Penambahan bahan organik dalam tanah akan menyebabkan aktivitas dan populasi mikrobiologi dalam tanah meningkat, terutama yang berkaitan dengan aktivitas dekomposisi dan mineralisasi bahan organik.

03-03-2015  MEMPERBANYAK DAN MENGAPLIKASIKAN AGENSIA HAYATI
Oleh : Lisa Marianah, SP (Widyaiswara Pertama)


Kesadaran masyarakat semakin tinggi akan bahaya dan pengaruh negatif dari penggunaan pestisida kimia, baik itu terhadap manusia ataupun lingkungan. Resurgensi hama, resistensi hama, munculnya hama kedua serta terbunuhnya musuh alami (hama bukan sasaran) merupakan beberapa dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia yang kurang bijaksana. oleh karena itu penggunaan agensia hayati dapat mengurangi dampak yang timbul akibat penggunaan pestisida kimia.

02-03-2015  Penutupan Diklat Budidaya Padi bagi Penyuluh Pertanian, Diklat Budidaya Padi bagi Petani, Diklat Metodologi Penyuluhan (dasar 1) dan Diklat Problem Solving (dasar 2).
Jambi - Bertempat di aula BPP Jambi (26/2/2015) diadakan acara penutupan untuk empat diklat yaitu Diklat Budidaya Padi bagi Penyuluh Pertanian, Diklat Budidaya Padi bagi Petani, Diklat Metodologi Penyuluhan (dasar 1) dan Diklat Problem Solving (dasar 2). Selain dihadiri... (dsf)

28-02-2015  PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BIOPESTISIDA TERHADAP DAYA KENDALI SERANGAN HAMA KUTU PADA TANAMAN CABE RAWIT
OLEH : HENDRI YANDRI, SP
(WIDYAISWARA PERTAMA)

Kutu daun yang menyerang tanaman cabe biasanya berasal dari jenis Myzus persicae. Kutu daun menyerang dengan menghisap cairan pada daun. Daun menjadi kering dan permukaan daun keriting. Selain itu, kutu daun bisa mengundang berbagai penyakit secara tidak langsung. Kutu ini bisa menjadi vektor pembawa virus, menghasilkan cairan berwarna kuning kehijaun yang mengundang semut dan mengundang datangnya cendawan yang menimbulkan jelaga hitam pada permukaan daun.
Download Selengkapnya

Hal : 1  2  3  4  5  6  7 

INFORMASI PENGUNJUNG :

IP Address : 54.227.231.144
Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 189395

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8074
8327
8870
6302
8781
5660

12-2014

01-2015

02-2015

03-2015

04-2015

05-2015