Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

Rancang Bangun BPP Jambi

  PENCARIAN DATA :

Layanan Publik

Motto "BAPELTAN JAMBI BISA"

Maklumat Pelayanan Infromasi Publik
"Dengan ini, kami menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan informasi publik yang telah ditetapkan, dan apabila tidak menepati janji, kami siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku"

MUTIARA HIKMAH :
"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Jam Pelayanan
a. Pelayanan Tamu
- Senin s.d Kamis pukul 08.00 s.d 16.00 wib
- Istirahat pukul 12.00 s.d 13.00 wib
- Jumat pukul 08.00 s.d 16.30 wib
- Istirahat pukul 12.00 s.d 13.00 wib
b. Pelayanan Peserta Pelatihan
- Senin s.d Sabtu pukul 08.00 s.d 21.00 wib

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             1%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             68%
 Baik
             23%
 Cukup
             9%

 
User ID :
Password :
 

28-09-2015  Melakukan Pemeliharaan Tanaman Buah Naga
Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP.


I. PENDAHULUAN

Setelah ditanam, tanaman membutuhkan perawatan intensif agar dapat tumbuh hingga berproduksi dengan baik. Ada dua masa yang akan dilalui tanaman hingga dapat berproduksi, yaitu masa vegetatif dan masa generatif.
Download Selengkapnya

28-09-2015  Menanan Jamur Merang di Dalam Kumbung
Oleh
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP


A. Latar Belakang
Budidaya jamur merang di dalam kumbung merupakan teknik budidaya jamur yang dilakukan secara modern dengan menggunakan media tumbuh yang sudah di pasteurisasi (dikomposkan) pada rak-rak di dalam kumbung jamur. Penggunaan kumbung dimulai pada pertengahan tahun 1970. Sejak itu, budidaya jamur di dalam kumbung terus dikembangkan.
Budidaya jamur merang secara modern ini sangat dianjurkan untuk diusahakan dengan skala komersil. Cara modern ini dapat diterapkan pada segala musim karena suhu dalam kumbung jamur dapat diatur. Sementara media tumbuhnya pun dapat dari bermacam-macam bahan, baik satu macam bahan maupun campuran beberapa bahan sehingga tidak hanya bergantung pada jerami saja.
Download Selengkapnya

28-09-2015  Pengolahan Lada
Oleh:Puji Lestari, S.TP.
Widyaiswara Pertama

I. PENDAHULUAN

Lada memiliki nama latin Piper nigrum dan merupakan family Piperaceae. Lada disebut juga sebagai raja dalam kelompok rempah (King of Spices), karena merupakan komoditas yang paling banyak diperdagangkan. Daerah yang merupakan sentra produksi lada di Indonesia adalah Bangka dan Lampung dan pada beberapa tahun terakhir ini telah dikembangkan secara intensif di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara.
Kondisi perkebunan lada Indonesia saat ini sekitar 11,50% dari seluruh luas komoditi perkebunan dengan kemampuan modal yang lemah. Dampak dari kondisi tersebut mengakibatkan perkembangan teknologi ditingkat petani untuk perbaikan mutu, budidaya/pengembangan tanaman sangat lambat dan tidak mengalami perubahan.
Nilai ekonomis dari tanaman lada atau merica sebenarnnya cukup tinggi. Karena lada atau merica akan selalu dibutuhkan oleh semua orang sampai kapanpun. Maka budidaya merica akan punya banyak manfaat baik untuk pribadi maupun pasaran. Tanaman lada mulai berproduksi pada umur 3-4 tahun dan dapat diproduksi sampai berumur 15 tahun atau lebih. Buah lada pada mulanya berwarna hijau muda, kemudian berubah menjadi hijau tua, dan bila sudah tua berwarna kuning atau kemerah merahan.
Potensi lada sangat besar di kalangan masyarakat namun sayangnya industri hilirnya terbatas sehingga pengolahannya perlu lebih dikembangkan lagi di masa mendatang agar dapat meningkatkan perekonomian daerah dan memberikan efek pemberdayaan ekonomi bagi petani lada. Pengolahan buah lada sangat penting untuk memenuhi standar mutu yang berlaku sehingga menjadi sumber daya lokal dan alternatif dalam peningkatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Download Selengkapnya

28-09-2015  BAHAN TAMBAHAN MAKANAN
Oleh:Puji Lestari, S.TP.
Widyaiswara Pertama

I. PENDAHULUAN
Bahan tambahan makanan (BTM) menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88 adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan bukan merupakan ingredient khas makanan, dan tidak mempunyai nilai gizi, yang sengeja ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan pangan untuk menghasilkan komponen atau mempengaruhi sifat khas dan meningkatkan mutu makanan tersebut. Termasuk didalamnya antioksidan, pengawet, pengelmusi, anti kempal, Pematang, pemucat dan pengental. Bahan tambahan makanan adalah bahan yang secara alamiah bukan merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam makanan tersebut karena perlakukan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan. Dengan kata lain bahwa tujuan adalah memperbaiki penampakan, warna, bentuk, cita rasa, tekstur, flovour dan memperpanjang masa simpan.
Penggunaan bahan tambahan makanan diperbolehkan untuk tujuan mempertahankan nilai gizi makanan dan mempertahankan mutu kestabilan makanan serta memperbaiki sifat-sifat organoleptik sehingga tidak menyimpang dari sifat alaminya. Bahan tambahan yang tidak boleh dipergunakan untuk tujuan menyembunyikan cara pembuatan atau pengolahan yang kurang baik pada suatu makanan yang dibuat dari bahan yang kurang baik mutunya.
Download Selengkapnya

28-09-2015  PERAN BAKTERI DARI AKAR TANAMAN KEDELAI DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN TERHADAP SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV)
Oleh:
Nugroho Setyowibowo, M. Biotech
Widyaiswara Pertama

1. PENDAHULUAN
Kedelai merupakan komoditas pangan penghasil protein nabati yang sangat penting di Indonesia. Kedelai bermanfaat sebagai bahan pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Tanaman kedelai menghendaki tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik, untuk dapat tumbuh dengan baik. Pertumbuhan kedelai juga dipengaruhi oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kedelai adalah adanya penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus. Beberapa virus telah diketahui menyerang tanaman kedelai di Indonesia diantaranya soybean mosaic virus (SMV), soybean stunt virus (SSV), soybean dwarf virus (SDV), bean yellow mosaic virus (BYMV), soybean yellow mosaic virus (SYMV), peanut stripe virus (PStV), cowpea mild mottle virus (CPMMV) (Roechan, 1992). Salah satu virus yang banyak memberikan kerugian serius pada berbagai daerah pertanian kedelai di dunia adalah virus SMV (Wang, 2009). Infeksi SMV dapat menurunkan produksi 35% hingga 50% pada kondisi alami di lapangan (Li et al., 2010).


Download Selengkapnya

25-09-2015  TEKNOLOGI PEMBUATAN PUREE MANGGA
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si., BPP Jambi
Mangga merupakan komoditas buah yang mudah rusak dan tidak tahan lama, untuk itu buah .... (baca selanjutnya)

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39 

GALLERY

Maklumat Pelayanan Informasi Publik

Waktu Pelayanan

Janji Layanan

Motto

  

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 850013

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

13251
18618
17369
15972
15990
15305

08-2020

09-2020

10-2020

11-2020

12-2020

01-2021