Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

Rancang Bangun BPP Jambi

  PENCARIAN DATA :

Layanan Publik

Motto "BAPELTAN JAMBI BISA"

Maklumat Pelayanan Infromasi Publik
"Dengan ini, kami menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan informasi publik yang telah ditetapkan, dan apabila tidak menepati janji, kami siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku"

MUTIARA HIKMAH :
"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Jam Pelayanan
a. Pelayanan Tamu
- Senin s.d Kamis pukul 08.00 s.d 16.00 wib
- Istirahat pukul 12.00 s.d 13.00 wib
- Jumat pukul 08.00 s.d 16.30 wib
- Istirahat pukul 12.00 s.d 13.00 wib
b. Pelayanan Peserta Pelatihan
- Senin s.d Sabtu pukul 08.00 s.d 21.00 wib

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             1%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             70%
 Baik
             23%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

28-09-2015  BAHAN TAMBAHAN MAKANAN
Oleh:Puji Lestari, S.TP.
Widyaiswara Pertama

I. PENDAHULUAN
Bahan tambahan makanan (BTM) menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88 adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan bukan merupakan ingredient khas makanan, dan tidak mempunyai nilai gizi, yang sengeja ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan pangan untuk menghasilkan komponen atau mempengaruhi sifat khas dan meningkatkan mutu makanan tersebut. Termasuk didalamnya antioksidan, pengawet, pengelmusi, anti kempal, Pematang, pemucat dan pengental. Bahan tambahan makanan adalah bahan yang secara alamiah bukan merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam makanan tersebut karena perlakukan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan. Dengan kata lain bahwa tujuan adalah memperbaiki penampakan, warna, bentuk, cita rasa, tekstur, flovour dan memperpanjang masa simpan.
Penggunaan bahan tambahan makanan diperbolehkan untuk tujuan mempertahankan nilai gizi makanan dan mempertahankan mutu kestabilan makanan serta memperbaiki sifat-sifat organoleptik sehingga tidak menyimpang dari sifat alaminya. Bahan tambahan yang tidak boleh dipergunakan untuk tujuan menyembunyikan cara pembuatan atau pengolahan yang kurang baik pada suatu makanan yang dibuat dari bahan yang kurang baik mutunya.
Download Selengkapnya

28-09-2015  PERAN BAKTERI DARI AKAR TANAMAN KEDELAI DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN TERHADAP SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV)
Oleh:
Nugroho Setyowibowo, M. Biotech
Widyaiswara Pertama

1. PENDAHULUAN
Kedelai merupakan komoditas pangan penghasil protein nabati yang sangat penting di Indonesia. Kedelai bermanfaat sebagai bahan pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Tanaman kedelai menghendaki tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik, untuk dapat tumbuh dengan baik. Pertumbuhan kedelai juga dipengaruhi oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kedelai adalah adanya penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus. Beberapa virus telah diketahui menyerang tanaman kedelai di Indonesia diantaranya soybean mosaic virus (SMV), soybean stunt virus (SSV), soybean dwarf virus (SDV), bean yellow mosaic virus (BYMV), soybean yellow mosaic virus (SYMV), peanut stripe virus (PStV), cowpea mild mottle virus (CPMMV) (Roechan, 1992). Salah satu virus yang banyak memberikan kerugian serius pada berbagai daerah pertanian kedelai di dunia adalah virus SMV (Wang, 2009). Infeksi SMV dapat menurunkan produksi 35% hingga 50% pada kondisi alami di lapangan (Li et al., 2010).


Download Selengkapnya

25-09-2015  TEKNOLOGI PEMBUATAN PUREE MANGGA
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si., BPP Jambi
Mangga merupakan komoditas buah yang mudah rusak dan tidak tahan lama, untuk itu buah .... (baca selanjutnya)

25-09-2015  Sambung Pucuk Pada Tanaman Durian
Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP


GRAFTING atau ent, istilah asing yang sering didengar itu, pengertiannya ialah menggambungkan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa, sehingga tercapai persenyawaan. Kombinasi ini akan terus tumbuh membentuk tanaman baru.
Pengertian sambung pucuk ialah penyatuan pucuk (sebagai calon batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang mampu saling menyesuaikan diri secara kompleks. Cara sambung pucuk ini sekarang sudah dipergunakan secara luas, yaitu pada tanaman hias, tanaman buah, dan tanaman perkebunan.
Karena begitu mudahnya sambung pucuk ini dibuat, maka cara ini sering digunakan untuk mengombinasikan beberapa varietas tanaman dalam satu tanaman. Penyambungan ini bisa dilakukan sewaktu tanaman masih bibit ataupun sesudah tanaman dewasa.
Bila dibandingkan dengan okulasi, ternyata cara sambung pucuk ini lebih cepat menghasilkan bibit, contohnya pada durian. Dua bulan sesudah biji durian disemai, bibit durian ini sudah bisa disambung pucuk, dan 11 bulan kemudian bibit durian ini sudah mencapai tinggi 60 – 90 cm. Sedang bila kita menggunakan cara okulasi, batang bawah baru bisa diokulasi setelah umur 15 bulan setelah semai.
Maksud sambung pucuk di sini adalah penyatuan pucuk (batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang cocok secara kompleks.
Download Selengkapnya

25-09-2015  Menanam Sayuran Dengan Teknik Vertikultur
Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP.

Menyempitnya lahan-lahan pertanian ternyata bukan suatu halangan untuk mengusahakan budidaya tanaman sayuran. Sistem vertikultur adalah jalan keluarnya. Pada awalnya sistem ini hanyalah pengembangan dari sistem penanaman di dalam pot biasa. Setelah direka – reka ternyata dengan mengusahakan tanaman dalam pot secara bertingkat dapat diperoleh populasi tanaman yang jauh lebih banyak. Selanjutnya berkembanglah sistem penanaman secara bertingkat dengan aneka bentuk dan wadah, serta ragam tanaman. Sistem ini secara umum disebut vertikultur yang berarti bertanam secara berjenjang atau bertingkat.
Download Selengkapnya

23-09-2015  PERLAKUAN BENIH KEDELAI SEBELUM TANAM
Oleh:
Elly Sarnis Pukesmawati,SP., MP.


Penanaman kedelai di tanah yang subur biasanya tidak menimbulkan masalah, karena pada hakikatnya tanah seperti ini banyak mengandung bahan – bahan organis seperti Nitrogen yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebaliknya penanaman kedelai ditanah yang kurang subur atau belum pernah ditanami kedelai sama sekali akan mengakibatkan pertumbuhan kedelai kurang sempurna. Warna daun kurang segar (hijau kekuning – kuningan), karena kekurangan unsur Nitrogen akibat tidak adanya aktivitas bakteri Rhizobium Jafonicum.
Download Selengkapnya

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38 

GALLERY

Maklumat Pelayanan Informasi Publik

Waktu Pelayanan

Janji Layanan

Motto

  

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 757892

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

10390
11745
13866
13527
17407
4842

03-2020

04-2020

05-2020

06-2020

07-2020

08-2020