Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

Rancang Bangun BPP Jambi

  PENCARIAN DATA :

Layanan Publik

Motto "BAPELTAN JAMBI BISA"

Maklumat Pelayanan Infromasi Publik
"Dengan ini, kami menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan informasi publik yang telah ditetapkan, dan apabila tidak menepati janji, kami siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku"

MUTIARA HIKMAH :
"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Jam Pelayanan
a. Pelayanan Tamu
- Senin s.d Kamis pukul 08.00 s.d 16.00 wib
- Istirahat pukul 12.00 s.d 13.00 wib
- Jumat pukul 08.00 s.d 16.30 wib
- Istirahat pukul 12.00 s.d 13.00 wib
b. Pelayanan Peserta Pelatihan
- Senin s.d Sabtu pukul 08.00 s.d 21.00 wib

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             1%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             68%
 Baik
             23%
 Cukup
             9%

 
User ID :
Password :
 

04-03-2014  MEMBUAT STRAWMIX
Oleh :Drh. Linda Hadju
Widyaiswara Madya



Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Untuk meningkatkan produksi diperlukan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.
Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan. Sedangkan faktor penghambat penyediaan ini adalah karena adanya perubahan fungsi lahan dimana menjadi lahan pemukiman, lahan tanaman pangan dan tanaman industri. Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang. Secara umum ketersediaan hijauan pakan ternak juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah.
Adapun solusinya adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Jenis limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk ubi kayu dan jerami ubi jalar. Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi yang rendah karena kandungan protein rendah sekitar 3-5%, serat kasar tinggi serta kecernaan rendah karena mengandung lignin 6-7 % dan silikat 13%, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk meningkatkan protein dan daya cernanya.

04-03-2014  MEMBUAT SILASE
Oleh : Drh. Linda Hadju
Widyaiswara Madya



Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Untuk meningkatkan produksi diperlukan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.
Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan. Sedangkan faktor penghambat penyediaan ini adalah karena adanya perubahan fungsi lahan dimana menjadi lahan pemukiman, lahan tanaman pangan dan tanaman industri. Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang. Secara umum ketersediaan hijauan pakan ternak juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah.
Adapun solusinya adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Jenis limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk ubi kayu dan jerami ubi jalar. Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi yang rendah karena kandungan protein rendah sekitar 3-5%, serat kasar tinggi serta kecernaan rendah karena mengandung lignin 6-7 % dan silikat 13%, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk meningkatkan protein dan daya cernanya.

04-03-2014  TEKNOLOGI MIKRO ORGANISME EM4 DAN MOL
Oleh Ir. Lindung, MP. Widyaiswara BPP Jambi
Dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian, maka pilihannya adalah menerapkan teknologi ramah lingkungan yang berbasis sumberdaya lokal. Teknologi dengan kearifan lokal adalah memanfaatkan mikroorganisme yang banyak terdapat pada tanaman atau produk pertanian itu sendiri. Mikroorganisme dikelola
sehingga menjadi faktor penyeimbang dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman.

24-02-2014  APLIKASI INSTRUMEN IDENTIFIKASI FAKTOR PENENTU (IMPACT POINT) ASPEK TEKNIS UNTUK PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN
Oleh Ir. Lindung, MP. Widyaiswara BPP Jambi
1.1. Latar Belakang
Programa penyuluhan pertanian adalah pernyataan tertulis tentang unsur-unsur keadaan, masalah, tujuan, dan rencana kegiatan untuk mencapai tujuan penyuluhan. penetapan unsur-unsur harus sekuen, oleh karena itu penetapan unsur keadaan haruslah benar, akurat, dan faktual, karena kesalahan penetapan keadaan akan memberi konsekuensi kesalahan penyusunan rumusan unsur-unsur lainnya. Penetapan unsur keadaan yang valid dapat dilakukan dengan aplikasi faktor penentu (impact point).

21-02-2014  PEMBUATAN PUPUK BOKASHI MENGGUNAKAN Trichoderma sp. SEBAGAI DEKOMPOSER
Oleh : Lisa Marianah, SP (Widyaiswara Pertama)


Perbaikan tanah secara praktis dapat dilakukan dengan pemberian pupuk ke dalam tanah. Penambahan jamur Trichoderma sp. ke dalam Bokashi dapat menambah efektifitas perbaikan tanah. Selain membantu memperbaiki tekstur tanah, juga dapat membantu menekan jamur patogen yang berada di dalam tanah.

19-02-2014  TEKNOLOGI JERAMI FERMENTASI SEBAGAI PAKAN TERNAK
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si
Widyaiswara Muda


Jerami apabila dimanfaatkan langsung sebagai pakan ternak memiliki banyak faktor pembatas. Agar jerami padi dapat digunakan sebagai pakan ternak perlu ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memperbaiki nilai nutrisi dan kecernaan.Untuk itu diperlukan suatu teknologi untuk peningkatan kualitas jerami padi sebagai pakan ternak. Teknologi yang diperlukan haruslah Mudah dan praktis serta ekonomis
Pengolahan padi dengan cara fermentasi adalah pengolahan yang dilakukan secara biologi dengan penambahan mikroba yang bekerja secara an aerob. Gambar proses pembuatan jerami fermentasi dalam artikel ini penulis ambil dari kegiatan pelatihan pengolahan jerami padi sebagai pakan ternak di Kabupaten Siak.

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39 

GALLERY

Maklumat Pelayanan Informasi Publik

Waktu Pelayanan

Janji Layanan

Motto

  

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 817211

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

13527
17407
13251
18618
17369
14529

06-2020

07-2020

08-2020

09-2020

10-2020

11-2020