Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             18%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             71%
 Baik
             25%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

04-03-2014  MEMBUAT SILASE
Oleh : Drh. Linda Hadju
Widyaiswara Madya



Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Untuk meningkatkan produksi diperlukan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.
Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan. Sedangkan faktor penghambat penyediaan ini adalah karena adanya perubahan fungsi lahan dimana menjadi lahan pemukiman, lahan tanaman pangan dan tanaman industri. Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang. Secara umum ketersediaan hijauan pakan ternak juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah.
Adapun solusinya adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Jenis limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk ubi kayu dan jerami ubi jalar. Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi yang rendah karena kandungan protein rendah sekitar 3-5%, serat kasar tinggi serta kecernaan rendah karena mengandung lignin 6-7 % dan silikat 13%, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk meningkatkan protein dan daya cernanya.

04-03-2014  TEKNOLOGI MIKRO ORGANISME EM4 DAN MOL
Oleh Ir. Lindung, MP. Widyaiswara BPP Jambi
Dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian, maka pilihannya adalah menerapkan teknologi ramah lingkungan yang berbasis sumberdaya lokal. Teknologi dengan kearifan lokal adalah memanfaatkan mikroorganisme yang banyak terdapat pada tanaman atau produk pertanian itu sendiri. Mikroorganisme dikelola
sehingga menjadi faktor penyeimbang dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman.

24-02-2014  APLIKASI INSTRUMEN IDENTIFIKASI FAKTOR PENENTU (IMPACT POINT) ASPEK TEKNIS UNTUK PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN
Oleh Ir. Lindung, MP. Widyaiswara BPP Jambi
1.1. Latar Belakang
Programa penyuluhan pertanian adalah pernyataan tertulis tentang unsur-unsur keadaan, masalah, tujuan, dan rencana kegiatan untuk mencapai tujuan penyuluhan. penetapan unsur-unsur harus sekuen, oleh karena itu penetapan unsur keadaan haruslah benar, akurat, dan faktual, karena kesalahan penetapan keadaan akan memberi konsekuensi kesalahan penyusunan rumusan unsur-unsur lainnya. Penetapan unsur keadaan yang valid dapat dilakukan dengan aplikasi faktor penentu (impact point).

21-02-2014  PEMBUATAN PUPUK BOKASHI MENGGUNAKAN Trichoderma sp. SEBAGAI DEKOMPOSER
Oleh : Lisa Marianah, SP (Widyaiswara Pertama)


Perbaikan tanah secara praktis dapat dilakukan dengan pemberian pupuk ke dalam tanah. Penambahan jamur Trichoderma sp. ke dalam Bokashi dapat menambah efektifitas perbaikan tanah. Selain membantu memperbaiki tekstur tanah, juga dapat membantu menekan jamur patogen yang berada di dalam tanah.

19-02-2014  TEKNOLOGI JERAMI FERMENTASI SEBAGAI PAKAN TERNAK
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si
Widyaiswara Muda


Jerami apabila dimanfaatkan langsung sebagai pakan ternak memiliki banyak faktor pembatas. Agar jerami padi dapat digunakan sebagai pakan ternak perlu ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memperbaiki nilai nutrisi dan kecernaan.Untuk itu diperlukan suatu teknologi untuk peningkatan kualitas jerami padi sebagai pakan ternak. Teknologi yang diperlukan haruslah Mudah dan praktis serta ekonomis
Pengolahan padi dengan cara fermentasi adalah pengolahan yang dilakukan secara biologi dengan penambahan mikroba yang bekerja secara an aerob. Gambar proses pembuatan jerami fermentasi dalam artikel ini penulis ambil dari kegiatan pelatihan pengolahan jerami padi sebagai pakan ternak di Kabupaten Siak.

19-02-2014  PERANCANGAN BAJAK SINGKAL DENGAN KANDUNGAN LIAT TINGGI
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Sifat tanah liat yang padat, menggumpal dan sulit merembeskan air lebih memudahkan terjadinya kelngketan tanah dibanding dengan tanah pasir dan tanah lempung. Sehingga rancangan bajak singkal pada lahan dengan kandungan liat yang tinggi harus meminimalkan kelengketan tanah (soil stickness) untuk efektivitas pembajakan.

17-02-2014  ANALISA KEBUTUHAN GAYA DAN ENERGI PADA PROSES MENCANGKUL
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Pekerjaan mencangkul dalam dunia pertanian dianggap hal yang sangat biasa. Kenyataannya pekerjaan mencangkul cukup menghabiskan banyak energi, sekaligus sebagai faktor yang sangat menentukan efisiensi pengolahan tanah dalam suatu siklus kegiatan budidaya. Oleh karena itu perlu diketahui gaya dan energi yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan mencangkul, agar dapat mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa membuat pekerjaan mencangkul menjadi lebih efisien dan efektif.

17-02-2014  PAKAN TERNAK HAYLASE JERAMI PADI DARI STARTER ISI RUMEN
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Muda



Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang mempunyai potensi yang cukup besar sebagai sumber pakan bagi ternak ruminansia, pemanfaatan limbah ini biasanya pada saat musim kering dimana persediaan hijauan telah berkurang baik kualitas maupun kuantitasnya. Sebagai pakan ternak jerami memiliki kualitas yang rendah. Faktor pembatas jerami sebagai pakan ternak adalah serat kasar yang tinggi, kurang disukai ternak dan daya cerna yang rendah.
Untuk meningkatkan kualitas jerami sebagai pakan ternak maka perlu dilakukan pengolahan jerami menjadi haylase dengan pemanfaatkan starter isi rumen. Pembuatan haylase bertujuan untuk mengawetkan bahan pakan dan meningkatkan kualitasnya. Haylase adalah teknologi pengawetan pakan ternak yang dibuat dengan menggunakan rekayasa teknologi cara basah. Haylase merupakan pakan ternak yang berasal dari fermentasi hijauan atau limbah pertanian dengan kandungan air 40-50% (Yani, 2001). Teknologi ini didasari dari teknologi pakan “hay”. Menurut Wisnu (2009) Penyimpanan pakan juga dapat dilakukan dengan proses pengawetan pakan dalam bentuk kering yang lebih dikenal adalah hay. Hay adalah tanaman hijauan pakan ternak, berupa rumput-rumputan/ leguminosa yang disimpan dalam bentuk kering berkadar air: 20-30%. Haylase merupakan pakan ternak yang berasal dari fermentasi hijauan atau limbah pertanian dengan kandungan air 40-50%. Dengan pengolahan jerami menjadi haylase disamping untuk pengawetan juga dapat meningkatkan kualitas jerami dan meningkatkan palatabilas juga daya cerna.

11-02-2014  PEMANFAATAN ISI RUMEN SEBAGAI STARTER
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Muda



Rumen adalah salah satu bagian lambung ternak ruminansia (memamah biak) seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Rumen berisi bahan pakan yang dimakan oleh ternak yang berupa rumput/hijauan lainnya dan pakan penguat (konsentrat). Di dalam rumen ternak ruminansia hidup berbagai mikroba seperti bakteri, protozoa, fungi dan yeast. Mikroba ini berfungsi sebagai fermentor di dalam rumen tersebut.
Di dalam rumen ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Cairan rumen mengandung bakteri dan protozoa. Konsentrasi bakteri sekitar 10 pangkat 9 setiap cc isi rumen, sedangkan protozoa bervariasi sekitar 10 pangkat 5 - 10 pangkat 6 setiap cc isi rumen (Tillman, 1991).

Isi rumen diperoleh dari rumah potong hewan. Isi rumen kaya akan nutrisi, limbah ini sebenarnya sangat potensial bila dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kandungan rumen sapi menurut Rasyid (1981), meliputi protein 8,86%, lemak 2,60%, serat kasar 28,78%, kalsium 0,53%, phospor 0,55%, BETN 41,24%, abu 18,54%, dan air 10,92%.

Isi rumen dapat dimanfaatkan sebagai stater apabila diproses terlebih dahulu mengingat kandungannya yang kaya akan nutrisi dan mikroorganisme. Starter isi rumen adalah starter yang terbuat dari isi rumen ternak ruminansia. Stater isi rumen dapat dimanfaatkan untuk biakkan bakteri/mikroba di dalamnya sebagai starter pembuatan kompos/pupuk organik dan fermentasi limbah hasil pertanian seperti jerami.

29-01-2014  PEMBUATAN BIOPLUS DARI ISI RUMEN
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Muda


Isi rumen merupakan limbah rumah potong hewan ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) yang masih belum optimal dimanfaatkan. Isi rumen sangat potensial sebagai pakan ternak karena mengandung bahan pakan yang belum tercerna, dan juga mengandung banyak mikroorganisme yang sangat berperan penting dalam proses fermentasi bahan organik.

Mengingat kandungan isi rumen tersebut yang kaya akan nutrisi maka, isi rumen sangat baik digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan feed suplemen ternak berupa bioplus. Bioplus adalah suplemen ternak terbuat dari limbah ternak, yaitu isi rumen dengan penambahan bahan pakan lain, seperti bekatul/dedak, molasses dan EM-4. Pemberian bioplus pada ternak dapat meningkatkan berat harian ternak sampai 0,68 kg perhari (http://epetani.deptan.go.id, 2011). Karakteristik Bioplus adalah : zat ini berupa serbuk, mengandung bakteri menguntungkan, lactobacillus, streptomyces sp dan cendawan fermentor lain.

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyampaikan teknologi pemanfaatan limbah rumah potong hewan berupa isi rumen untuk dibuat bioplus sebagai pakan ternak yang berkualitas.

29-01-2014  FUSI PROTOPLAS
Syukur, SP, MP.
Widyaiswara Pertama
Fusi Protoplas Protopas diistilahakan sebagai sel tanaman tampa dinding sel, karena dinding selnya telah dihilangkan baik secara mekanik maupun secara enzimatik. Teknologi yang membantu pemuliaan (1) kultur embrio, ovul dan ovarium membantu tercapainya tujuan pemuliaan secara konvensional,(2) pendekatan parasexual yang melibatkan protoplas yang mengarah terciptanya genotipe, yang tidak dapat dicapai dengan pemuliaan tanaman secara konvensional.

13-01-2014  RAPAT SOSIALISASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PROGRAM BADAN PPSDMP
Pada hari Senin, tanggal 13 Januari 2013 tepat pukul 09.00 WIB dilaksanakan Rapat Sosisalisasi Percepatan Pelaksanaan Program Badan PPSDMP yang dilaksanakan di Aula Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

08-01-2014  ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PISANG DI KECAMATAN MESTONG, KABUPATEN MUARO JAMBI
Karya Tulis Analisis SWOT Pisang
Oleh: Irwanto, SST (Widyaiswara Pertama)
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menganalisis pengembangan suatu strategi agribisnis yang akan dikembangkan. Dalam analisis SWOT memfokuskan dan menganalisis faktor internal dan faktor ekternal yang mempengaruhi suatu cara pengembangan agribisnis pisang.

08-01-2014  POLITIK PERTANIAN
Oleh: Lindung (widyaiswara madya)
Anda merasa berwawasan luas? Anda harus tahu informasi ini...! Ternyata flu burung itu berdimensi luas, menjadi politik pertanian

28-09-2013  PELUANG DAN KENDALA PENGGUNAAN BAHAN BAKAR NABATI PADA MESIN-MESIN PERTANIAN
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)
Jika pengoperasian alat dan mesin pertanian terganggu karena kelangkaan Bahan Bakar Minyak, maka dapat dipastikan industri pembuat alat dan mesin pertanian akan ikut terkena dampak negatifnya. Oleh karena itu, mekanisasi pertanian di masa yang akan datang akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan Bahan Bakar Nabati dipedesaan tempat beroperasinya alat dan mesin pertanian serta kemampuan alat dan mesin pertanian dalam memanfaatkan Bahan Bakar Nabati untuk menjalankan alat dan mesin pertanian tersebut (Prastowo, et al. 2010).

28-09-2013  ANALISA PEMBERIAN Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN KEDELAI
Oleh : Lisa Marianah, SP (Widyaiswara Pertama)
Trichoderma Sp. sebagai salah satu jamur tanah dapat membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara kepada tanaman dengan memabantu membebaskan N, P, S dan Mg yang terikat pada Al, Fe dan Mn. Pemberian pupuk organik yang mengandung Trichoderma sp. kepada tanaman kedelai dapat membantu pertumbuhan kedelai menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan pupuk anorganik.

26-09-2013  PERANCANGAN GUDANG PENDINGIN UNTUK KOMODITAS KENTANG
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)
Kentang (Solenum tuberosum L) merupakan salah satu pangan utama dunia setelah padi, gandum dan jagung. Akan tetapi untuk pasca panen diperlukan penanganan hasil yang tepat karena hasil komoditas sayuran pada umumnya mudah rusak serta jumlah yang melimpah saat musim panen (panen raya).
Khusus untuk komoditas kentang, kesalahan dalam perlakuan pasca panen dapat mengakibatkan terjadinya proses pencoklatan yang mengakibatkan warna tepung kusam dan tidak menarik. Untuk mendapatkan tepung kentang dengan warna dan mutu tepung yang baik dapat dilakukan dengan menekan akumulasi gula reduksi selama penyimpanan umbi kentang.

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 

INFORMASI PENGUNJUNG :

IP Address : 54.81.76.127
Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 387023

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

6061
6291
9923
11127
4357
7936

02-2017

03-2017

04-2017

05-2017

06-2017

07-2017