Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             19%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             68%
 Baik
             28%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

08-07-2014  PENGGUNAAN ISTILAH EVALUASI, PENGUKURAN, TES, DAN ASESMEN DALAM DIKLAT
Oleh Ir. Lindung, MP
Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi

02-06-2014  TEKNIK MEMBUAHKAN BUAH NAGA
Oleh Ir. Lindung, MP
Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi

02-06-2014  PENYADAPAN TANAMAN KARET
Oleh : Syukur, SP, MP
Widyaiswara Muda Balai Pelatihan Pertanian Jambi

12-05-2014  TEKNOLOGI TATA AIR DI LAHAN GAMBUT UNTUK BUDIDAYA PERTANIAN
Oleh Ir. Lindung, MP
Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi


Pendahuluan

Pengelolaan lahan gambut harus dilakukan secara hati-hati dan terencana dengan baik, agar tidak terjadi kerusakan, karena pemulihan lahan gambut yang rusak membutuhkan waktu yang lama. Pengelolaan lahan rawa gambut untuk pertanian hendaknya diutamakan pada areal lahan gambut yang telah mengalami kerusakan, namun memiliki potensi pemanfaatan yang tinggi dengan batas kedalaman tidak lebih dari satu meter. Kegiatan pertanian dengan membuka lahan baru, apalagi yang masih berhutan harus dihindari.

12-05-2014  TEKNOLOGI APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT; plant growth regulator)
Oleh Ir. Lindung, MP.
Widyaiswara BPP Jambi


I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pembangunan pertanian yang memanfaatkan komponen lokal untuk peningkatan produksi dan ramah lingkungan haruslah didukung dan diaplikasikan di tingkat petani. Salah satu komponen lokal tersebut adalah dengan kelompok bakteri dan hormon-horman yang mampu mengatur pertumbuhan tanaman.
Hormon atau zat yang mampu memberikan pengaruh terhadap pengaturan pertumbuhan tanaman merupakan potensi besar dalam memproduksi suatu komoditi pertanian. Hormon atau zat tersebut dapat dikelola dalam bentuk ZPT (zat pengatur tumbuh.

12-05-2014  TEKNIK IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KEBUTUHAN MATERI DIKLAT
Oleh Ir. Lindung, MP
Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi



I. PENDAHULUAN

Pendidikan dan Latihan (Diklat) merupakan proses belajar untuk mendapatkan tambahan kemampuan baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Suatu diklat yang baik haruslah didasarkan pada kebutuhan calon peserta latihan; kebutuhan akan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, artinya materi diklat atau mata diklat yang akan disampaukan harus merupakan kebutuhan calon peserta dalam rangka mengurangi diskrenpasi kompetensi.
Untuk mengetahui kebutuhan mata diklat dalam suatu diklat maka ditempuhlah kegiatan identifikasi kebutuhan materi diklat (IKMD) yang datanya diolah dalam bentuk analisa kebutuhan materi diklat (AKMD).

24-03-2014  HUBUNGAN BERAT DAN DAYA (FWP) PADA TRAKTOR RODA DAN TRACK
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Berat sangat identik dengan besarnya tenaga yang dihasilkan oleh benda yang bergerak, begitu pula dengan traktor pertanian. Daya yang dihasilkan oleh traktor berbanding lurus dengan beratnya.

24-03-2014  ANALISIS TEKNOLOGI PENYIMPANAN DALAM PENANGANAN PASCA PANEN BUAH-BUAHAN
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Kajian ini bertujuan untuk menganalisis teknologi penyimpanan buah untuk memaksimalkan daya simpan buah dalam rangka mempertahankan kualitas buah.Teknologi penyimpanan yang menjadi kajian terdiri atas penyimpanan buah pada suhu dingin (rendah), penyimpanan dengan perlakuan kimia, penggunaan atmosfer terkendali, serta kombinasi perlakuan-perlakuan tersebut di atas.

05-03-2014  TEKNOLOGI PEMBUATAN DAN APLIKASI BAKTERI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN (PGPR) DAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT)
Oleh Ir. Lindung, MP. Widyaiswara BPP Jambi

1.1. Latar Belakang

Pembangunan pertanian yang memanfaatkan komponen lokal untuk peningkatan produksi dan ramah lingkungan haruslah didukung dan diaplikasikan di tingkat petani.
Salah satu komponen lokal tersebut adalah dengan memanfaatkan kelompok bakteri dalam bentuk PGPR) dan hormon-horman yang mampu mengatur pertumbuhan tanaman (dalam bentuk ZPT).

04-03-2014  MEMBUAT STRAWMIX
Oleh :Drh. Linda Hadju
Widyaiswara Madya



Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Untuk meningkatkan produksi diperlukan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.
Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan. Sedangkan faktor penghambat penyediaan ini adalah karena adanya perubahan fungsi lahan dimana menjadi lahan pemukiman, lahan tanaman pangan dan tanaman industri. Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang. Secara umum ketersediaan hijauan pakan ternak juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah.
Adapun solusinya adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Jenis limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk ubi kayu dan jerami ubi jalar. Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi yang rendah karena kandungan protein rendah sekitar 3-5%, serat kasar tinggi serta kecernaan rendah karena mengandung lignin 6-7 % dan silikat 13%, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk meningkatkan protein dan daya cernanya.

04-03-2014  MEMBUAT SILASE
Oleh : Drh. Linda Hadju
Widyaiswara Madya



Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Untuk meningkatkan produksi diperlukan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.
Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan. Sedangkan faktor penghambat penyediaan ini adalah karena adanya perubahan fungsi lahan dimana menjadi lahan pemukiman, lahan tanaman pangan dan tanaman industri. Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang. Secara umum ketersediaan hijauan pakan ternak juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah.
Adapun solusinya adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Jenis limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk ubi kayu dan jerami ubi jalar. Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi yang rendah karena kandungan protein rendah sekitar 3-5%, serat kasar tinggi serta kecernaan rendah karena mengandung lignin 6-7 % dan silikat 13%, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk meningkatkan protein dan daya cernanya.

04-03-2014  TEKNOLOGI MIKRO ORGANISME EM4 DAN MOL
Oleh Ir. Lindung, MP. Widyaiswara BPP Jambi
Dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian, maka pilihannya adalah menerapkan teknologi ramah lingkungan yang berbasis sumberdaya lokal. Teknologi dengan kearifan lokal adalah memanfaatkan mikroorganisme yang banyak terdapat pada tanaman atau produk pertanian itu sendiri. Mikroorganisme dikelola
sehingga menjadi faktor penyeimbang dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman.

24-02-2014  APLIKASI INSTRUMEN IDENTIFIKASI FAKTOR PENENTU (IMPACT POINT) ASPEK TEKNIS UNTUK PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN
Oleh Ir. Lindung, MP. Widyaiswara BPP Jambi
1.1. Latar Belakang
Programa penyuluhan pertanian adalah pernyataan tertulis tentang unsur-unsur keadaan, masalah, tujuan, dan rencana kegiatan untuk mencapai tujuan penyuluhan. penetapan unsur-unsur harus sekuen, oleh karena itu penetapan unsur keadaan haruslah benar, akurat, dan faktual, karena kesalahan penetapan keadaan akan memberi konsekuensi kesalahan penyusunan rumusan unsur-unsur lainnya. Penetapan unsur keadaan yang valid dapat dilakukan dengan aplikasi faktor penentu (impact point).

21-02-2014  PEMBUATAN PUPUK BOKASHI MENGGUNAKAN Trichoderma sp. SEBAGAI DEKOMPOSER
Oleh : Lisa Marianah, SP (Widyaiswara Pertama)


Perbaikan tanah secara praktis dapat dilakukan dengan pemberian pupuk ke dalam tanah. Penambahan jamur Trichoderma sp. ke dalam Bokashi dapat menambah efektifitas perbaikan tanah. Selain membantu memperbaiki tekstur tanah, juga dapat membantu menekan jamur patogen yang berada di dalam tanah.

19-02-2014  TEKNOLOGI JERAMI FERMENTASI SEBAGAI PAKAN TERNAK
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si
Widyaiswara Muda


Jerami apabila dimanfaatkan langsung sebagai pakan ternak memiliki banyak faktor pembatas. Agar jerami padi dapat digunakan sebagai pakan ternak perlu ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memperbaiki nilai nutrisi dan kecernaan.Untuk itu diperlukan suatu teknologi untuk peningkatan kualitas jerami padi sebagai pakan ternak. Teknologi yang diperlukan haruslah Mudah dan praktis serta ekonomis
Pengolahan padi dengan cara fermentasi adalah pengolahan yang dilakukan secara biologi dengan penambahan mikroba yang bekerja secara an aerob. Gambar proses pembuatan jerami fermentasi dalam artikel ini penulis ambil dari kegiatan pelatihan pengolahan jerami padi sebagai pakan ternak di Kabupaten Siak.

19-02-2014  PERANCANGAN BAJAK SINGKAL DENGAN KANDUNGAN LIAT TINGGI
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Sifat tanah liat yang padat, menggumpal dan sulit merembeskan air lebih memudahkan terjadinya kelngketan tanah dibanding dengan tanah pasir dan tanah lempung. Sehingga rancangan bajak singkal pada lahan dengan kandungan liat yang tinggi harus meminimalkan kelengketan tanah (soil stickness) untuk efektivitas pembajakan.

17-02-2014  ANALISA KEBUTUHAN GAYA DAN ENERGI PADA PROSES MENCANGKUL
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Pekerjaan mencangkul dalam dunia pertanian dianggap hal yang sangat biasa. Kenyataannya pekerjaan mencangkul cukup menghabiskan banyak energi, sekaligus sebagai faktor yang sangat menentukan efisiensi pengolahan tanah dalam suatu siklus kegiatan budidaya. Oleh karena itu perlu diketahui gaya dan energi yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan mencangkul, agar dapat mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa membuat pekerjaan mencangkul menjadi lebih efisien dan efektif.

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13 

INFORMASI PENGUNJUNG :

IP Address : 54.225.36.143
Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 423799

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

4357
10806
8889
9054
9128
6575

06-2017

07-2017

08-2017

09-2017

10-2017

11-2017