Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             19%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             68%
 Baik
             28%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

17-02-2014  ANALISA KEBUTUHAN GAYA DAN ENERGI PADA PROSES MENCANGKUL
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Pekerjaan mencangkul dalam dunia pertanian dianggap hal yang sangat biasa. Kenyataannya pekerjaan mencangkul cukup menghabiskan banyak energi, sekaligus sebagai faktor yang sangat menentukan efisiensi pengolahan tanah dalam suatu siklus kegiatan budidaya. Oleh karena itu perlu diketahui gaya dan energi yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan mencangkul, agar dapat mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa membuat pekerjaan mencangkul menjadi lebih efisien dan efektif.

17-02-2014  PAKAN TERNAK HAYLASE JERAMI PADI DARI STARTER ISI RUMEN
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Muda



Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang mempunyai potensi yang cukup besar sebagai sumber pakan bagi ternak ruminansia, pemanfaatan limbah ini biasanya pada saat musim kering dimana persediaan hijauan telah berkurang baik kualitas maupun kuantitasnya. Sebagai pakan ternak jerami memiliki kualitas yang rendah. Faktor pembatas jerami sebagai pakan ternak adalah serat kasar yang tinggi, kurang disukai ternak dan daya cerna yang rendah.
Untuk meningkatkan kualitas jerami sebagai pakan ternak maka perlu dilakukan pengolahan jerami menjadi haylase dengan pemanfaatkan starter isi rumen. Pembuatan haylase bertujuan untuk mengawetkan bahan pakan dan meningkatkan kualitasnya. Haylase adalah teknologi pengawetan pakan ternak yang dibuat dengan menggunakan rekayasa teknologi cara basah. Haylase merupakan pakan ternak yang berasal dari fermentasi hijauan atau limbah pertanian dengan kandungan air 40-50% (Yani, 2001). Teknologi ini didasari dari teknologi pakan “hay”. Menurut Wisnu (2009) Penyimpanan pakan juga dapat dilakukan dengan proses pengawetan pakan dalam bentuk kering yang lebih dikenal adalah hay. Hay adalah tanaman hijauan pakan ternak, berupa rumput-rumputan/ leguminosa yang disimpan dalam bentuk kering berkadar air: 20-30%. Haylase merupakan pakan ternak yang berasal dari fermentasi hijauan atau limbah pertanian dengan kandungan air 40-50%. Dengan pengolahan jerami menjadi haylase disamping untuk pengawetan juga dapat meningkatkan kualitas jerami dan meningkatkan palatabilas juga daya cerna.

11-02-2014  PEMANFAATAN ISI RUMEN SEBAGAI STARTER
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Muda



Rumen adalah salah satu bagian lambung ternak ruminansia (memamah biak) seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Rumen berisi bahan pakan yang dimakan oleh ternak yang berupa rumput/hijauan lainnya dan pakan penguat (konsentrat). Di dalam rumen ternak ruminansia hidup berbagai mikroba seperti bakteri, protozoa, fungi dan yeast. Mikroba ini berfungsi sebagai fermentor di dalam rumen tersebut.
Di dalam rumen ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Cairan rumen mengandung bakteri dan protozoa. Konsentrasi bakteri sekitar 10 pangkat 9 setiap cc isi rumen, sedangkan protozoa bervariasi sekitar 10 pangkat 5 - 10 pangkat 6 setiap cc isi rumen (Tillman, 1991).

Isi rumen diperoleh dari rumah potong hewan. Isi rumen kaya akan nutrisi, limbah ini sebenarnya sangat potensial bila dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kandungan rumen sapi menurut Rasyid (1981), meliputi protein 8,86%, lemak 2,60%, serat kasar 28,78%, kalsium 0,53%, phospor 0,55%, BETN 41,24%, abu 18,54%, dan air 10,92%.

Isi rumen dapat dimanfaatkan sebagai stater apabila diproses terlebih dahulu mengingat kandungannya yang kaya akan nutrisi dan mikroorganisme. Starter isi rumen adalah starter yang terbuat dari isi rumen ternak ruminansia. Stater isi rumen dapat dimanfaatkan untuk biakkan bakteri/mikroba di dalamnya sebagai starter pembuatan kompos/pupuk organik dan fermentasi limbah hasil pertanian seperti jerami.

29-01-2014  PEMBUATAN BIOPLUS DARI ISI RUMEN
Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Muda


Isi rumen merupakan limbah rumah potong hewan ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) yang masih belum optimal dimanfaatkan. Isi rumen sangat potensial sebagai pakan ternak karena mengandung bahan pakan yang belum tercerna, dan juga mengandung banyak mikroorganisme yang sangat berperan penting dalam proses fermentasi bahan organik.

Mengingat kandungan isi rumen tersebut yang kaya akan nutrisi maka, isi rumen sangat baik digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan feed suplemen ternak berupa bioplus. Bioplus adalah suplemen ternak terbuat dari limbah ternak, yaitu isi rumen dengan penambahan bahan pakan lain, seperti bekatul/dedak, molasses dan EM-4. Pemberian bioplus pada ternak dapat meningkatkan berat harian ternak sampai 0,68 kg perhari (http://epetani.deptan.go.id, 2011). Karakteristik Bioplus adalah : zat ini berupa serbuk, mengandung bakteri menguntungkan, lactobacillus, streptomyces sp dan cendawan fermentor lain.

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyampaikan teknologi pemanfaatan limbah rumah potong hewan berupa isi rumen untuk dibuat bioplus sebagai pakan ternak yang berkualitas.

29-01-2014  FUSI PROTOPLAS
Syukur, SP, MP.
Widyaiswara Pertama
Fusi Protoplas Protopas diistilahakan sebagai sel tanaman tampa dinding sel, karena dinding selnya telah dihilangkan baik secara mekanik maupun secara enzimatik. Teknologi yang membantu pemuliaan (1) kultur embrio, ovul dan ovarium membantu tercapainya tujuan pemuliaan secara konvensional,(2) pendekatan parasexual yang melibatkan protoplas yang mengarah terciptanya genotipe, yang tidak dapat dicapai dengan pemuliaan tanaman secara konvensional.

13-01-2014  RAPAT SOSIALISASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PROGRAM BADAN PPSDMP
Pada hari Senin, tanggal 13 Januari 2013 tepat pukul 09.00 WIB dilaksanakan Rapat Sosisalisasi Percepatan Pelaksanaan Program Badan PPSDMP yang dilaksanakan di Aula Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

08-01-2014  ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PISANG DI KECAMATAN MESTONG, KABUPATEN MUARO JAMBI
Karya Tulis Analisis SWOT Pisang
Oleh: Irwanto, SST (Widyaiswara Pertama)
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menganalisis pengembangan suatu strategi agribisnis yang akan dikembangkan. Dalam analisis SWOT memfokuskan dan menganalisis faktor internal dan faktor ekternal yang mempengaruhi suatu cara pengembangan agribisnis pisang.

08-01-2014  POLITIK PERTANIAN
Oleh: Lindung (widyaiswara madya)
Anda merasa berwawasan luas? Anda harus tahu informasi ini...! Ternyata flu burung itu berdimensi luas, menjadi politik pertanian

28-09-2013  PELUANG DAN KENDALA PENGGUNAAN BAHAN BAKAR NABATI PADA MESIN-MESIN PERTANIAN
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)
Jika pengoperasian alat dan mesin pertanian terganggu karena kelangkaan Bahan Bakar Minyak, maka dapat dipastikan industri pembuat alat dan mesin pertanian akan ikut terkena dampak negatifnya. Oleh karena itu, mekanisasi pertanian di masa yang akan datang akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan Bahan Bakar Nabati dipedesaan tempat beroperasinya alat dan mesin pertanian serta kemampuan alat dan mesin pertanian dalam memanfaatkan Bahan Bakar Nabati untuk menjalankan alat dan mesin pertanian tersebut (Prastowo, et al. 2010).

28-09-2013  ANALISA PEMBERIAN Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN KEDELAI
Oleh : Lisa Marianah, SP (Widyaiswara Pertama)
Trichoderma Sp. sebagai salah satu jamur tanah dapat membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara kepada tanaman dengan memabantu membebaskan N, P, S dan Mg yang terikat pada Al, Fe dan Mn. Pemberian pupuk organik yang mengandung Trichoderma sp. kepada tanaman kedelai dapat membantu pertumbuhan kedelai menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan pupuk anorganik.

26-09-2013  PERANCANGAN GUDANG PENDINGIN UNTUK KOMODITAS KENTANG
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)
Kentang (Solenum tuberosum L) merupakan salah satu pangan utama dunia setelah padi, gandum dan jagung. Akan tetapi untuk pasca panen diperlukan penanganan hasil yang tepat karena hasil komoditas sayuran pada umumnya mudah rusak serta jumlah yang melimpah saat musim panen (panen raya).
Khusus untuk komoditas kentang, kesalahan dalam perlakuan pasca panen dapat mengakibatkan terjadinya proses pencoklatan yang mengakibatkan warna tepung kusam dan tidak menarik. Untuk mendapatkan tepung kentang dengan warna dan mutu tepung yang baik dapat dilakukan dengan menekan akumulasi gula reduksi selama penyimpanan umbi kentang.

23-09-2013  PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP DRAFT PENGOLAHAN TANAH
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)
Tanah sebagai suatu sistem dinamis akan berubah sifatnya saat terjadi perubahan sedikit saja kelembaban tanah yang akan mempengaruhi draft (tahanan tarik) tanah pada saat melakukan pengolahan tanah

23-09-2013  PENERAPAN BIOMIMETIC DALAM DESAIN PERALATAN PERTANIAN
Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)
Hewan penggali tanah seperti kumbang tanduk, kumbang tanah dan tikus memiliki pola hidup yang tidak sama dengan binatang-binatang yang hidup di tanah dan air. Adaptasi yang terjadi secara alami pada lingkungan yang sulit menyebabkan mereka memiliki kekhususan morfologi permukaan tubuh, komposisi kimia, biolectricity, sekresi dan fleksibilitas pergerakan kulit. Keunikan dari pola hidup hewan penggali tanah dalam menjalankan aktivitasnya dapat digunakan dalam mendesain alat-alat yang bekerja dengan cara kontak langsung dengan tanah.

18-09-2013  PEMBUKAAN KEGIATAN DIKLAT PROGRAM PUAP BAGI PENGURUS GAPOKTAN ANGKATAN I, II, DAN III TANGGAL 16 s/d 20 SEPTEMBER 2013
Pada Hari Senin, tanggal 16 September 2013 telah dibuka kegiatan Diklat Program PUAP Bagi Pengurus Gapoktan Angkatan I; II dan Angkatan III di Balai Pelatihan Pertanian Jambi. Kegiatan Diklat dihadiri oleh pengurus Gapoktan sebanyak 88 orang dari 3 (tiga) provinsi diwilayah kerja BPP Jambi yakni Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Alokasi peserta untuk Angkatan I sebanyak 27 orang, Angkatan II sebanyak 33 orang dan Angkatan III sebanyak 28 orang.

18-09-2013  PEMBUATAN BOKHASI FESES SAPI
Oleh : Masnun, S.Pt., M.Si. (Widyaiswara Muda)
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat adalah sampah dan feses ternak yang tidak ditangani.

17-09-2013  KAJIAN OKULASI BENIH KARET (Hevea Brasiliensis Muell. arg) DENGAN JENIS ENTRES BERBEDA PADA KLON PB 260 DAN PR 261
Kajiwidya Oleh : Ir. Lindung, MP (Widyaiswara Madya)
Di provinsi Jambi, pertanaman karet merupakan perkebunan cukup besar yang pada tahun 2009 luasnya mencapai 645.145 hektar. Dari total luas tanaman karet tersebut, 642.619 hektar atau lebih dari 98% merupakan perkebunan karet rakyat yang total produksinya mencapai 277.900 ton

10-09-2013  DIKLAT TEKNIS STATISTIK PERTANIAN BAGI PETUGAS STATISTIK PERTANIAN KABUPATEN/KOTA UNTUK ANGKATAN I; ANGKATAN II; ANGKATAN III DAN ANGKATAN IV TANGGAL 05 s/d 11 SEPTEMBER 2013
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan telah terjalinnya kerjasama antara Kemetrian Pertanian dengan BPS, sudah saatnya dikembangkan system penyajian data yang lebih cepat dan akurat yang memungkinkan peyajian data secara real time.

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13 

INFORMASI PENGUNJUNG :

IP Address : 54.227.127.109
Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 433519

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

10806
8889
9054
9128
10146
5930

07-2017

08-2017

09-2017

10-2017

11-2017

12-2017