Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA | SISTEM INFORMASI DIKLAT  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             55%
 Baik
             25%
 Cukup
             20%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             70%
 Baik
             27%
 Cukup
             3%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

OTAK KANAN

An Inspiration Ir. Lindung, MP Widyaiswara Madya


Orang tidak lagi memilih dokter yang sekedar ahli mendiagnosis penyakit, tetapi lebih menyukai dokter yang kuat berempati dan bisa “menerangkan” duduk perkara penyakit dalam story telling yang menarik

Kemampuan wirausaha memilih produk, megambil keputusan, dan memilih orang kepercayaan akan mengandalkan intuisi dari pada sekedar mengandalkan angka dan fakta

Widyaiswara tidak cukup hanya mengandalkan keahliannya dalam penguasaan subject matter tetapi juga menguasai dan mengaplikasikan metode pembelajaran sehingga sukses menciptakan meaning makers yang tidak sebatas membaca angka rekomendasi. Haruslah bisa menunjukkan kemampuan berkreasi, mengidentifikasi hal baru, berempati dan melihat big-picture-nya

Hubungan antar manusia semakin dominan menentukan keberhasilan setiap profesi

Siapapun anda, yang kita punyai untuk disebut manusia salah satunya adalah otak. Otak kiri sebagai yang mengelola logika, data, fakta, sekuen, linear, dan analitis. Otak kanan yang mengatur Feelings, kreativitas, dan inovasi, keacakan, dan warna

Perlu kita sadari....

Era otak kiri sudah berganti fokus menjadi otak kanan yang berupa kemampuan berinovasi, berempati, dan memberi makna dari hal-hal di sekitar kita

Dalam organisasi....
Makin banyak kesenjangan kompetensi dari pimpinan dengan jajaran tim ahli/ bawahan (struktur eselon di bawah pimpinan). Sang pemimpin menggunakan otak kanannya, untuk mencari solusi dan menyusun strategi, sementara jajaran profesional (strutral, fungsional khusus, fungsional umum) di bawahnya berkekuatan logika dan angka, senantiasa diasah untuk memperkuat otak kirinya.

Tanpa disadari...
Semakin besarlah kesenjangan antara pimpinan dan bawahannya

Sering kita lupa...
Bahwa kelangkaan kompetensinya justru terletak pada perbedaan kerja otak

Kita kadang tidak menyadari, bahwa tim perlu dilengkapi kemampuan transformasi, seperti empati dan kreativitas, yang digerakkan dengan cara pikir yang beda, lentur, tidak berstrutur, dan bahkan didasari way of life yang berbeda. Kita membutuhkan storyteller yang mahir, kreatif dan penuh empati, ketimbang i number cruncher yang jenius, tetapi berpikir logis dan linier saja.

Seorang ahli, Dan Pink mengatakan the future belong to a very different kind of person with a verydifferent kind of mind”

Kinerja otak kiri seperti pencatatan, komputerisasi dan input data, sekarang bisa di-outsource atau bisa dilakukan oleh pihak di luar organisasi kita.

Harus kita sadari lagi, sekarang yang bisa di-outsource bukan saja pekerja blue collar, bahkan pekerja white collar pun sedang dalam proses digantikan oleh mesin; pekerjaan rutin yang menyakut penghitungan dan engineering bisa dilimpahkan ke luar organisasi dengan menggunakan hasil secara real time.

Yang belum tergantikan dalam organisasi adalah kekuatan membaca kebutuhan pelanggan (peserta diklat), menentukan hal-hal yang mempunyai daya tarik. Ide-ide pembaruan, inspirasi dan inovasi tetap harus ditumbuhkan di dalam organisasi.

Sejujurnya, era teknologi hampir berlalu, kita sudah dihadapkan dengan era baru, yaitu selalu berfokus pada konteks.

Pemimpin harus memiliki rasa berempati lebih dalam agar pemahaman sosial konseptual tidak meleset, pemimpin perlu menjai storytellers yang handal, agar isi pikirannya bisa ditransfer dengan lancar ke bawahan, dalam rapat melalui cerita. Ingat, cerita bisa memberi impact emosional yang lebih berkekuatan dai pada penyajian data saja. Dampak emosional membuat informasi menempel di ingatan dengan lebih baik.

Fokus yang berlebihan pada analisis data, angka dan target bisa membuat kita lupa berintrospeksi secara mendalam dan luas, apalagi berimajinasi.

Otak kanan akan menunjukkan hasil kerjanya berupa tindakan kita yang mampu menciptakan koneksi, baik itu koneksi interpersonal, antardisiplin ilmu, hati ke hati, ataupun koneksi masa lalu, sekarang dan masa depan.

Kemampuan menciptakan koneksi seperti layaknya sebuah simfoni, kita tidaka akan mendapatkan big picture yang lengkap dan mendalam apalagi mempunyai pespektif yang inovatif.

Tantangan kita sekarang adalah melakukan asah otak kanan lebih tajam lagi, caranya megasah empati, sense of humor, bermain dan utak atik data sehingga otak kiri kita diwarnai ragam senandung, story, warna, desain dan membuat hidup kita lebih berwarna lagi dan bermasa depan yang menyesuai.

(picture by :http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/09/100917_goodthinker.shtml)


Lindung-Jambi, 17 Februari 2013

Publisher: KSR

Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 510738

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

9417
8610
8094
6841
12134
3813

03-2018

04-2018

05-2018

06-2018

07-2018

08-2018