Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA | SISTEM INFORMASI DIKLAT  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             55%
 Baik
             25%
 Cukup
             20%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             70%
 Baik
             27%
 Cukup
             3%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

SELEKSI BIJI UNTUK BATANG BAWAH TANAMAN KARET

Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP. (Widyaiswara Muda)

Yang dimaksud dengan bahan tanaman karet adalah biji karet (calon batang bawah) dan kayu okulasi (calon batang atas). Usaha pengadaan biji karet merupakan salah satu langkah yang penting dalam mengelola tanaman karet. Sebagai calon batang bawah maka biji karet harus diambil dari tanaman yang mempunyai sifat unggul, yaitu :
- Perakaran kuat dan berkembang baik
- Tahan terhadap penyakit akar
- Mempunyai daya gabung yang baik
- Memberika pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan batang atas

Sedangkan sifat tanaman untuk batang atas :
- Kapasitas produksi tinggi
- Daya dan kecepatan tumbuhnya kuat hingga masa tidak produktif pendek
- Tahan terhadap hama dan penyakit
- Tajuk ringan dengan sistem percabangan tahan terhadap angin
Dari sifat-sifat tersebut maka klon yang dianjurkan untuk batang atas adalah : PB 260 dan IRC.

1. Memilih Biji
Dalam memilih biji untuk menjadi benih diperlukan syarat-syarat sebagai berikut :
- Besar biji seragam
- Bila dijatuhkan pada lantai yang keras biji melenting
- Kulit biji jernih dan mengkilap
- Nilai keseragaman biji 80 %
- Daya kecambah minimal 80 % dalam jangka waktu 21 hari
- Kadar air biji 32 – 45 %
- Kemurnian biji minimal 98%
- Umur pohon sumber biji 8 tahun atau lebih
Disamping syarat-syarat tersebut di atas untuk mendapatkan biji yang unggul, perlu pula diperhatikan saat pengumpulan biji yaitu antara lain :
- biji pungutan pertama jangan diambil, karena kemungkinan biji sisa tahun lalu
- 3 atau 4 baris tanaman dari pinggir sekeliling kebun bijinya jangan diambil
- Biji dipungut setiap hari atau 2 hari sekali dan
- Hasil pungutan 2 hari harus segera dikirimkan untuk segera disemaikan
Gambar 1. Biji karet


2. Uji Kesegaran Biji
- Ambil secara acak 200 biji dari 10.000 biji
- Pecahkan biji-biji tersebut dan belah dagingnya (endospermnya)
- Biji yang baik adalah biji yang berwarna putih sampai kekuning-kuningan
- Belahan biji karet yang kekuning-kuningan berminyak, kuning kecoklatan sampai hitam dan/atau keriput dinilai jelek
- Persentase kesegaran biji adalah jumlah biji yang baik sibagi jumlah biji yang diambil secara acak dikalikan 100 %.
- Biji karet memiliki daya kecambah baik adalah biji yang masih dalam keadaan segar. Artinya baru jatuh dari pohonnya atau paling lambat empat hari setelah jatuh. Tidak disarankan menggunakan biji-biji yang dikumpulkan pada hari pertama penggumpulan karena tidak diketahui kapan biji-biji tersebut jatuh. Pada penggumpulan hari pertama bisa jadi biji-biji tersebut sudah jatuh pada beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan sebelumnya, sehingga sudah tidak segar lagi.
- Biji yang dikumpulkan pada hari kedua dan seterusnya keadaannya bisa dipastikan masih segar, dengan catatan pada penggumpulan hari pertama semua biji yang berjatuhan di permukaan lahan diambil semua. Dengan demikian, biji-biji yang dikumpulkan pada hari kedua dan berikutnya benar-benar baru jatuh dari pohonnya.

3.Uji Daya Kecambah
- Ambil secara acak 200 biji dari 10.000 biji
- Dederkan dalam kotak berisi pasir, biarkan selama 21 hari
- Hitung jumlah biji yang berkecambah
- Persentase kecambah Biji yang disimpan dalam temperatur rendah 7 – 10o C (cool storage), dapat mempertahankan daya kecambah 1 minggu hingga 2 bulan.Daya kecambah biji juga bisa diperkirakan berdasarkan ukurannya. Setelah dilakukan pengukuran, biji-biji karet dapat dikelompokkan menjadi lima ukuran seperti terlihat pada tabel dibawah ini.


Biji yang disimpan dalam temperatur rendah 7 – 10o C (cool storage), dapat mempertahankan daya kecambah 1 minggu hingga 2 bulan.Daya kecambah biji juga bisa diperkirakan berdasarkan ukurannya. Setelah dilakukan pengukuran, biji-biji karet dapat dikelompokkan menjadi lima ukuran seperti terlihat pada tabel dibawah ini.


Berdasarkan ukurannya, secara umum biji karet ukuran sedang memiliki daya kecambah paling baik dibandingkan dengan ukuran lainnya dan daya kecambah biji berukuran besar lebih baik dari pada biji ukuran kecil. Melalui pengamatan, biji karet yang memiliki daya kecambah baik adalah yang berkulit luar mengilap.
Berdasarkan daya lentingnya, biji yang dijatuhkan di ubin dan memantul berarti keadaannya cukup baik. Sebaliknya, jika tidak memantul keadaannya jelek.
Cara terakhir untuk mengetahui daya kecambah biji adalah melalui pembelahan. Pembelahan ini dilakukan dengan metode sample. Sekitar 100 biji karet dari 200 kg biji diambil secara acak dan kemudian dibelah menggunakan batu atau palu. Setelah dibelah, ada enam kriteria daya kecambah biji karet yang bias disimpulkan berdasarkan warna belahannya. Keenam kriteria tersebut sebagai berikut :
1. Belahan biji berwarna putih dinilai sangat baik.
2. Belahan biji berwarna kekuningan dinilai baik.
3. Belahan biji kekuningan agak kehijauan dinilai cukup baik.
4. Belahan biji kekuningan berminyak dinilai jelek.
5. Belahan biji kekuningan gelap dinilai rusak.
6. Belahan biji kecokelatan hingga kehitaman dinilai busuk.

Untuk hasil terbaik tentu saja semua biji harus memiliki kreteria daya kecambah yang sangat baik, yaitu setelah dibelah semua berwarna putih. Namun, untuk mencapai keadaan ideal tersebut sangat mustahil. Karenanya, jika setelah dilakukan pembelahan diketahui biji dengan kriteria baik, yaitu berwarna kekuningan berjumlah minimum 80 %, biji tersebut sudah bisa disebut dengan baik.

4. Uji Kadar Air Biji
- Contoh uji kesegaran biji ditimbang berat basahnya
- Daging biji diiris tipis-tipis dan keringkan dalam oven dengan temperatur 105o C selama 60 menit
- Timbang berat keringnya
- Hitung jumlah biji yang berkecambah
- Persentase kadar air


5. Uji Kemurnian Biji
- Bentuk biji sama besar
- Warna biji sama
- Bentuk mosaik hampir sama

DAFTAR PUSTAKA

- Anonimous, 1996. Sapta Bina Usahatani Karet Rakyat. Pusat Penelitian Karet. Balai Penelitian Sembawa.
- Anonimous, 2009. Sapta Bina Usahatani Karet Rakyat. Balai Penelitian Sembawa. Pusat Penelitian Karet.
- Anonimous, 2010. Pedoman Bertanam Karet. CV. Nuansa Aulia.
- Setiawan dan Agus Andoko, 2005. Petunjuk Lengkap Budidaya Karet. PT. Agromedia Pustaka. Solo.

Publisher: KSR*

Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 510720

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

9417
8610
8094
6841
12134
3795

03-2018

04-2018

05-2018

06-2018

07-2018

08-2018