Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA | SISTEM INFORMASI DIKLAT  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             55%
 Baik
             25%
 Cukup
             20%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             70%
 Baik
             27%
 Cukup
             3%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

SAHABAT - SIAPKAH KITA MENYANDANG STATUS SAHABAT DALAM HIDUP BERORGANISASI?

An Inspiring Ir. LINDUNG, MP (Widyaiswara Madya)


Mari kita berbuat...... membaca tulisan ini saja anda sudah berbuat kok............

Yang penting kita berbuat, karena kata Horace Mann, “tidak berbuat apa-apa bagi sesama itu sama dengan meniadakan diri sendiri. Kita harus bersikap baik dan murah hati, kalau tidak, kita melewatkan bagian terbaik dari keberadaan. Hati yang melampaui dirinya sendiri menjadi lebih besar dan penuh sukacita. Ini rahasia besar kehidupan bathin. Kita paling menguntungkan diri sendiri ketika kita berbuat sesuatu bagi sesama”.
Kerja adalah suatu usaha yang dilakukan sendiri maupun bersama-sama untuk menghasilkan sesuatu bagi orang lain dan secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif bagi pekerja itu sendiri.
Kita bergabung dalam suatu organisasi adalah untuk bekerja; melayani. Hasil kita bekerja untuk orang lain, dampak kita bekerja untuk kita sendiri. Perlu diingat yang dikemukan Thomas Alva Edison, bahwa dalam setiap kerja, kita bisa memaknai arti setiap tetes keringat yang muncul. Kita bisa memilih, apakah menyelesaikan pekerjaan sebagai the way of life (cara hidup) ataukah how to life (bagaimana hidup).

Sebagai pegawai, bekerja di organisasi sudah pasti kita berhubungan dengan pegawai lain yaitu rekan kerja. Setiap pegawai memiliki perbedaan satu sama lain karena latar belakang yang memang berbeda. Namun bagi organisasi, perbedaan apapun dari pegawainya haruslah bisa dipersatukan (lebih tepatnya diberdayakan) untuk tujuan organisasi. Perlu juga diingat bahwa kesuksesan dimulai ketika kita memulai sesuatu dan menjalaninya dengan perbedaan.
Kata John Sifonis, different isn’t better but the best is always different (berbeda tidak selalu baik, namun yang terbaik selalu berbeda)
Memberdayakan perbedaan pegawai untuk mencapai tujuan organisasi memerlukan pengkondisian, salah satunya adalah pengkondisian pegawai dalam suatu status tertentu.

Pertanyaannya adalah status apa yang kita sandang sebagai pegawai dalam hubungan kerja dengan pegawai lain untuk mencapai tujuan organisasi?
Konsep SAHABAT salah satu alternatif pilihan, dimana seorang pegawai adalah sahabat bagi pegawai lainnya.
Status sahabat bagi seorang pegawai adalah sesuatu yang sangat bermakna. Konsep sahabat mengandung warna tunggal, yaitu humaniter, artinya seorang pegawai memandang, mengartikan, menyikapi, dan menempatkan seorang pegawai lain sebagai “manusia”, bukan sebagai faktor produksi, bukan sebagai alat, bukan pula sebagai pelengkap semata.

Konsep sahabat itu indah, tapi apakah kita mampu menyandangnya? Kita bisa menjawab sendiri apakah kita layak menyandang status sahabat setelah memahami dan mampu menjalani hakekat sahabat.
- Status sahabat menuntut kerelaan yang tidak berpura-pura; tulus (sincere), dan kesediaan berkorban bagi orang lain.
- Sahabat memiliki willingness to do more (keinginan untuk melakukan lebih dari yang diminta)
- Richard Exley (2002) mengemukakan:
- Sahabat sejati adalah orang yang mau mendengar dan mengerti ketika anda mengungkapkan perasaan anda yang paling dalam
- Ia mendukung ketika anda tengah berjuang
- Ia menegur dengan lembut penuh kasih ketika anda berbuat salah, dan ia memaafkan ketika anda gagal
- Ia melecut anda untuk pertumbuhan pribadi
- Ia memaksimalkan potensi anda sepenuhnya
- Ia merayakan keberhasilan anda seolah-olah keberhasilannya sendiri.

Persahabatan tidak melihat hasil dan buah dari persahabatan tersebut, namun kedua belah pihak menikmati proses yang terjadi sebagai bagian dari tugas organisasi dan kehidupan.
Dalam konfigurasi dunia yang semakin tidak jelas, jangan terbius dengan konsep persahabatan semu, yang terkadang kita tidak menyadarinya bahwa itu palsu. Core (intisari) persahabatan kadang kala diselimuti asa-asa pamrih untuk jangka panjang. Adapula persahabatan memang dirancang supaya orang tersebut ingat kalau ada putaran mutasi, supaya proposal cepat disetujui, dan bahkan persahabatan kadangkala dibangun untuk menumbangkan orang tersebut di kemudian hari.

Ketika sang surya di garis edar awal Februari 2013 mulai menampakkan wajahnya hari ini, mari kita merenung sejenak “sudahkah kita menjadi sahabat bagi pegawai lain di organisasi ini, dan siapakah sahabat kita yang sesungguhnya hingga hari ini?
Setelah merenung, ada baiknya kita berbuat, seperti kata pepatah Cina’ “dari pada mengutuki kegelapan, lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan”.
Jambi, 16 Februari 2013

Publisher: Khasril

Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 510722

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

9417
8610
8094
6841
12134
3797

03-2018

04-2018

05-2018

06-2018

07-2018

08-2018