Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA | SISTEM INFORMASI DIKLAT  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             0%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             73%
 Baik
             22%
 Cukup
             5%

 
User ID :
Password :
 

PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP DRAFT PENGOLAHAN TANAH

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Tanah merupakan suatu sistem yang dinamis, tersusun dari empat bahan utama yaitu bahan mineral, bahan organik, air, dan udara. Bahan-bahan penyusun tanah tersebut masing-masing berbeda komposisinya untuk setiap jenis tanah, kadar air, dan perlakuan terhadap tanah. Sebagai suatu sistem yang dinamis, tanah dapat berubah keadaannya dari waktu ke waktu, sesuai sifat-sifatnya yang meliputi: sifat fisik, sifat kimia, dan sifat mekanis, serta keadaan lingkungan yang keseluruhannya menentukan produktifitas tanah. Pada tanah-tanah pertanian, sifat mekanis tanah yang terpenting adalah reaksi tanah terhadap gaya-gaya yang bekerja pada tanah, di mana salah satu bentuk yang dapat diamati adalah perubahan tingkat kepadatan tanah. Perubahan sifat fisik dan mekanik tanah tersebut, sesuai perkembangan tanah, terjadi baik secara alami atau akibat kegiatan manusia, seperti pengolahan tanah dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman melalui perbaikan aerasi, pergerakan air, dan penetrasi akar dalam profil tanah (Yunus (2004) dalam anonim (2011).

KELEMBABAN TANAH
Menurut Hillel (1980) di dalam tanah terdapat dua gaya yang berkaitan dengan kelembaban tanah, gaya tersebut bekerja berlawanan dengan gaya gravitasi. Kedua gaya tersebut adalah gaya adhesi dan kohesi. Gaya tarik menarik antara tanah dengan air adalah adhesi, sedangkan gaya tarik menarik antar molekul air disebut kohesi. Hal lain yang penting pada karakteristik kelembaban tanah adalah kadar air kapasitas lapang dan titik layu permanen. Kadar air kapasitas lapang merupakan kandungan air yang dapat ditahan oleh tanah dengan gaya yang sama dengan gaya gravitasi tetapi arahnya berlawanan atau jumlah air yang dapat ditahan oleh tanah setelah kelebihan air meresap ke bawah karena gaya gravitasi. Kadar air kapasitas lapang juga merupakan batas maksimum air yang tersedia bagi tanaman, besarnya kurang lebih setara dengan kandungan air pada tegangan 1/3 atmosfer. Kadar titik layu permanen adalah kandungan air tanah dimana tanaman tidak mampu menyerap air yang cukup untuk mempertahankan turgor sehingga tanaman layu permanen dan sukar disembuhkan kembali meskipun telah ditambahkan sejumlah air yang mencukupi. Kadar air titik layu permanen merupakan batas minimum air yang tersedia bagi tanaman, lebih kurang setara dengan kandungan air pada tegangan 15 atm. Selisih antara kapasitas lapang dengan titik layu permanen disebut air tersedia.
Menurut Soepardi (1983), terdapat empat gaya yang berperan dalam proses terjadinya kelembaban tanah, antara lain:

a. Polaritas
Gaya ini menjelaskan bagaimana molekul-molekul air berhubungan satu sama lain. Molekul air tertarik pada ion – ion yang bermuatan elektrostatik. Kation – kation seperti Na+, K+ dan Ca2+ menjadi berhidrasi karena tertarik oleh oksigen yang merupakan muatan negatif dari ujung molekul air. Demikian pula pada permukaan liat yang bermuatan negatif tertarik pada air melalui muatan positif ujung molekul.

b. Ikatan hydrogen
Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang berfungsi sebagai titik penyambung antar molekul air. Ikatan ini merupakan ikatan yang berenergi rendah dimana atom hidrogen diikatkan secara simultan pada dua molekul air yang berlainan, sehingga ikatan ini merupakan penyebab struktur sifat kaku pada Kristal liat.

c. Adhesi dan kohesi
Adhesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis. Nichols (1929) dalam Baver (1959) menyatakan bahwa adhesi dipengaruhi oleh kecepatan maju alat pengolahan tanah, luas kontak tanah dengan permukaan alat, besarnya tekanan per luasan, besarnya tegangan permukaan dengan lapisan air, permukaan dan jenis bahan.

Menurut Kepner et al. (1978), besarnya gaya adhesi sangat tergantung pada kandungan air tanah. Baver (1959) menyatakan bahwa agar terjadi adhesi dibutuhkan jumlah air yang cukup untuk menimbulkan lapisan tipis air dan gaya tarik di permukaan antara partikel tanah dan benda lain.

d. Tegangan permukaan
Tegangan permukaan merupakan cirri penting lainnya yang nyata mempengaruhi perangai air dalam tanah. Kejadian ini umumnya berlangsung pada bidang persentuhan cairan dengan udara da merupakan hasil dari lebih tertariknya molekul – molekul air terhadap satu sama lain dari pada dengan udara, sehingga permukaan terjadi daya menarik kea rah dalam yang menyebabkan seolah – olah air mempunyai permukaan yang menyerupai selaput elastic yang direnggangkan. Gaya tarik menarik dari molekul air antara satu sama lainnya relative kuat sehingga air memiliki tegangan permukaan yang tinggi dibandingkan dengan senyawa lain yang memiliki bobot molekul yang serupa.

DRAFT PENGOLAHAN TANAH
Draft atau tahanan tarik pengolahan tanah didefinisikan sebagai komponen horizontal dari gaya tarik peralatan pengolahan tanah yang searah dengan arah unit penggerak. Kepner et al. (1978) mengemukakan bahwa tahanan tarik didefinisikan sebagai gaya horizontal yang sejajar dengan arah unit penggerak, sedangkan rasio antara tahanan tarik tanah dengan luas penampang tanah olahan disebut tarik tanah spesifik (spesifik draft). Ada dua macam tujuan pokok pengukuran draft tanah, antara lain:
1. Mengetahui jumlah tenaga traktor maksimal pada suatu pengolahan tanah dengan alat tertentu,

2. Memilih dan mempertimbangkan penggunaan desain alat tertentu yang cocok untuk kondisi tanah dengan tenaga yang tersedia.

Draft dalam tiap satuan luas pengolah tanah disebut draft spesifik, sedangkan draft yang tegak lurus arah gerak disebut draft samping. draft dipengaruhi oleh jenis, bentuk, dan ukuran alat pengolah, jenis dan kondisi tanah yang diolah, dan kedalaman pembajakan. Gill dan Van den Berg (1968) menyatakan bahwa faktor bentuk dari bajak yang mempengaruhi besarnya draft antara lain lebar, panjang, kelengkungan, ketajaman bajak (bentuk pisau potong), gesekan tanah dengan alat (adhesi), cara/ragam gerak alat yang berpengaruh terhadap pendugaan draft . Selain itu dikatakan bahwa draft juga dipengaruhi oleh kedalaman olah, sudut angkat, dan kecepatan maju. Sprinkle (1970) dalam Koolen (1977) menyatakan gaya tarik dari suatu alat pengolahan tanah berbentuk lempeng datar dengan nisbah panjang dan lebar tetap adalah fungsi dari:




Menurut Sembiring (1996) faktor yang mempengaruhi tahanan olah (draft) adalah perubahan kadar air, kedalaman olah dan sudut potong alat pengolah tanah. Pengukuran tahanan oleh dengan sensor strain gage menghasilkan tahanan olah dalam bentuk grafik yang bergelombang dengan waktu. Bentuk ini menunjukkan bahwa pada proses pengolahan tanah bekerja berbagai gaya yang berubah menurut waktu.
Menurut Iqbal (2006) melaporkan bahwa intensitas lintasan traktor dapat meningkatkan draft aktual pengolahan tanah dan slip roda traktor. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepadatan tanah akan membutuhkan energi pengolahan tanah yang lebih besar.
Pemberian bahan organik dapat memperbaiki beberapa sifat fisik dan mekanik tanah antara lain kerapatan lindak (bulk density), tahanan penetrasi tanah, tahanan geser, tahanan gesek tanah, dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air. Selain itu pemberian bahan organik juga dapat menurunkan draft pengolahan tanah dan slip roda traktor (Surawijaya, 1995).

PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP [I]DRAFT[/I] PENGOLAHAN TANAH
Tanah sebagai suatu sistem dinamis akan berubah sifatnya saat terjadi perubahan sedikit saja kelembaban tanah. Hal ini menyebabkan kajian perilaku pengaruh kelembaban tanah terhadap draft pengolahan tanah diperlukan pada saat akan dilakukan pengolahan tanah. Widiana (1988) menyatakan bahwa kandungan air tanah saat olah berpengaruh nyata terhadap draft spesifik, ukuran agregat, kenaikan ruang pori total dan pori makro. Pada kadar air 20,6 – 38,45 % basis kering atau menurut batas plastisnya 0,55 – 1,03 dari batas plastis maka besarnya draft spesifik berkisar antara 1,85 – 2,80 kgf/cm2. Hubungan yang terjadi antara kadar air tanah saat olah dan draft spesifik mengikuti kurva parabolik dengan titik minimum. Dari persamaan kuadratik kandungan air tanah terhadap draft spesifik, besarnya kadar air tanah yang menyebabkan draft spesifik minimum yaitu sebesar 1,49 Kgf/cm2 adalah 33,50% basis kering atau 0,89 dari batas plastisnya atau draft spesifik akan mencapai minimum pada konsistensi lunak. Kurva hubungan antara kadar air tanah dan draft spesifik dapat dilihat pada Gambar 1. berikut ini.


Gambar 1 Kurva hubungan antara kadar air tanah dan berat spesifik.

Lebih lanjut lagi, Sembiring (1996) menyatakan bahwa komponen kohesi merupakan faktor dominan yang berperan pada nilai tahanan olah (draft) pengolahan tanah yaitu lebih dari 60%, diikuti oleh komponen adhesi, komponen bobot dan komponen inersia. Nilai kohesi tanah sangat ditentukan oleh kadar air tanah. Kenaikan kadar air tanah dari 30 – 39% diikuti dengan kenaikan landai nilai kohesi dan dari kadar air 40% meningkat tajam yang mencapai puncak pada kadar air tanah sekitar 46% (basis kering) sedang koefisien gesekan dalam menurun dengan naiknya kadar air tanah. Dengan demikian kadar air tanah sangat menentukan nilai tahanan olah pengolahan tanah.

Sebagai penutup, Andhini (2003) menyatakan bahwa semakin meningkatnya kadar air dari konsistensi lunak ke kadar air konsistensi plastik yaitu 26.47 – 47.57%, maka kebutuhan draft pembajakan menjadi semakin meningkat. Penyebabnya adalah gaya adhesi antara permukaan alat yang semakin besar. Adhesi yang semakin tinggi menghasilkan kelengketan tanah dan draft pembajakannya pun semakin meningkat.

REFERENSI

Andhini, P.R. 2003. Perubahan Tahanan Tarik (Draft) Pembajakan pada Perubahan Kadar Air dan Kedalaman Olah dengan Menggunakan Berbagai Jenis Bahan dan Ukuran Panjang Landside Bajak Singkal [Skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Gill WR, Vanden Berg GE. 1968. Soil Dynamic in Tillege and Traction.United State: Agric. Res. Service. US Departement of Agriculture.

Hillel, D. 1971. Soil and Water: Physical, Principles and Procesess. New York and London: Academic Press.

Iqbal. 2006. Pengaruh Lintasan Traktor dan Bahan Organik terhadap Pemadatan Tanah dan Draft Pengolahan Tanah [Tesis]. Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Koolen, A.J. 1977. Soil Loosening Procesess in Tillage Analysis, Systematis and Predictability. H. Veenman & zonen B.V. Wageningen.

Pahlevi, Heriyani. 2003. Perubahan Tahanan Tarik (Draft) Pembajakan pada Perubahan Kadar Air Tanah dan Kecepatan Olah Menggunakan Berbagai Jenis Bahan dan Ukuran Landside Bajak Singkal [Skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Sembiring, E.N. 1996. Analisis Tahanan Olah (Draft) Lempeng Datar Pengolahan Tanah pada Bak Uji Pengolahan Tanah [Disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Surawijaya, P. 1995. Perubahan Beberapa Sifat Fisik dan Mekanik Tanah, Kebutuhan Draft Pengolahan Tanah serta Keragaan Tanaman Jagung (Zea mays L.) sebagai Pengaruh Pemberian Bahan Organik Sesbania rostana dan Kompos Jerami Padi [Tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Widiana, D.N. 1988. Mempelajari Pengarh Kandungan Air Tanah Terhadap Kebutuhan Draft dan Struktur Tanah Hasil Olah pada Pengolahan Tanah Kering dengan Bajak Singkal [Skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 531283

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8094
6841
12134
7152
11613
5579

05-2018

06-2018

07-2018

08-2018

09-2018

10-2018