Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             18%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             70%
 Baik
             26%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

ANALISA KEBUTUHAN GAYA DAN ENERGI PADA PROSES MENCANGKUL

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Gaya Pada Proses Pencangkulan
Gaya yang bekerja pada suatu alat pengolah tanah, erat hubungannya dengan sifat mekanis yang diiliki tanah dalam hubungannya dengan alat – alat pertanian. Secara garis besar dapat digolongkan dalam 3 (tiga) bentuk :
a.Sifat memberikan beban penahan dalam arah horizontal terhadap kerja mekanis yang diberikan
Dihasilkan sebagai reaksi tanah terhadap kerja pergeseran ke arah horizontal yang berasal dari gaya lain yang bekerja pada tanah.
b.Kemampuan untuk memberikan penyanggahan terhadap beban dinamis vertikal
Sangat mempengaruhi besar daya maksimal yang dapat dipakai untuk bekerja pada tanah tersebut dan mempengaruhi kedalaman tenggelamnya roda yang akan mempengaruhi kemampuan kerja traktor.
c.Kekerasan tanah yang berhubungan erat dengan ketahanan tanah untuk dipotong /dirobek baik ke arah vertikal maupun horizontal
Kekerasan tanah akan sangat menentukan macam dan jenis peralatan yang digunakan dan besarnya daya yang diperlukan. Tanah yang mempunyai kemampuan penyanggahan besar akan mempunyai kekerasan kekerasan tanah yang tinggi dan memberikan daya penarik yang besar pula, maka peralatan yang dipakai menjadi terbatas.

Gaya pada proses pencangkulan terdiri dari tiga komponen gaya utama yaitu gaya untuk merobek tanah, gaya untuk mengangkat tanah, dan gaya akibat berat cangkul. Berdasarkan ketiga gaya tersebut maka total gaya yang terjadi pada proses pencangkulan dapat didekati dengan jumlah resultan gaya yang bekerja secara statis yaitu :

Dimana :


Gaya yang terjadi pada proses pencangkulan di tanah datar dapat dilihat pada Gambar 1 :

Gambar 1. Gaya – gaya yang bekerja pada proses pencangkulan di tanah datar

Resultan gaya pada proses pencangkulan di tanah datar adalah :


Gaya yang terjadi pada proses pencangkulan di tanah miring dapat dilihat pada Gambar 2 :

Gambar 2. Gaya – gaya yang bekerja pada proses pencangkulan di tanah miring

Sedangkan resultan gaya pada proses pencangkulan ditanah miring adalah :


Menurut effendi (1983) besarnya gaya pencangkulan pada tanah datar yaitu 385 N sedangkan pada tanah miring 265 N.

Kebutuhan Energi pada Proses Pencangkulan
Kebutuhan pengeluaran energy pada proses pencangkulan dihitung dengan menggunakan rumus Wier, seperti pada persamaan 6.

Dimana :

Dimana VO2 dihitung sebagai berikut :



Menurut Sigit (1981) besarnya tenaga yang dibutuhkan pada kondisi tanah yang berbeda – beda adalah 300 – 475 watt. Bila efisiensi pencangkulan 20% maka beban pencangkulan sebesar 60 – 95 watt (0,08 – 0,13 HP) termasuk kategori beban sedang, dengan kerja efektif 6 jam/hari. Sedangkan menurut Effendi (1983) besarnya tenaga untuk mencangkul pada tanah datar adalah 484,5 watt dengan kapasitas olah 0,993 m2 per menit dan besarnya tenaga untuk mencangkul pada tanah miring adalah 242,4 watt dengan kapasitas olah 0,608 m2 per menit.

Besarnya gaya dan tenaga pada proses pencangkulan sangat dipengaruhi oleh kemiringan tanah dan juga sudut cangkul. Gambar cangkul dan ukurannya dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Cangkul dan ukurannya


DAFTAR PUSTAKA

Effendi, R., 1983. Studi perbandingan kebutuahan energi dua tipe cangkul pada tanah ladang datar dan miring [Skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Sigit, A.A.,1981. Mempelajari kebutuhan energy manusia dalam mengolah tanah dengan cangkul pada kondisi tanah yang berbeda [Skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian. Bogor : Institut Pertanian Bogor

Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 492544

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8653
10953
9417
8610
8094
4783

01-2018

02-2018

03-2018

04-2018

05-2018

06-2018