Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             18%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             70%
 Baik
             26%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

TEKNOLOGI MIKRO ORGANISME EM4 DAN MOL

Oleh Ir. Lindung, MP. Widyaiswara BPP Jambi



I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian, maka pilihannya adalah menerapkan teknologi ramah lingkungan yang berbasis sumberdaya lokal.

Teknologi dengan kearifan lokal adalah memanfaatkan mikroorganisme yang banyak terdapat pada tanaman atau produk pertanian itu sendiri. Mikroorganisme dikelola sehingga menjadi faktor penyeimbang dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Kelompok mikroorganisme yang dengan efektif dapat bermanfaat dalam memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menimbulkan penyakit dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman. Kelompok mikroorganisme dapat dimanfaatkan dalam bentuk produk Effective Microorganisms-4 (EM-4) dan Mikro Organime Lokal (MOL.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk menunjang pembangunan pertanian ramah lingkungan, menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan sistem alami yang akhirnya dapat meningkatkan produktivitas tanah, mengurangi biaya produksi dan menghasilkan bahan pangan yang bebas bahan kimia sehingga bersih dan sehat untuk di konsumsi.
Pemanfaatan bahan lokal sebagai teknologi terapan dan ramah lingkungan akan mampu meningkatkan produksi, kesinambungan dan mewujudkan lingkungan hidup yang baik

1.2. Tujuan

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyampaikan informasi teknologi pemanfaatan limbah hasil pertanian tentang fermentasi pembuatan EM-4, MOL, dan PGR sebagai bahan penyubur tanah, penyeimbang unsur hara, dan pengatur tumbuhan yang bersumber dari bahan lokal.


II. PEMBUATAN EM4 DAN MOL

2.1. Variabel utama perbedaan EM4 dan MOL

Perbedaan EM4 dan MOL dapat dilihat pada Tabel 1

Tabel 1. Perbedaan EM dan MOL


2.2. Pembuatan EM4

a. Pengertian
EM-4 adalah suatu kultur campuran beberapa mikroorganisme yang dapat digunakan sebagai inokulan mikroba yang berfungsi sebagai alat pengendali biologis. Secara sederhana pengertian EM-4 adalah cairan berwarna kecoklatan dan beraroma manis asam (segar) yang di dalamnya berisi campuran beberapa mikroorganisme hidup yang
menguntungkan bagi proses penyerapan/persediaan unsur hra dalam tanah.

b. Tujuan Pembuatan
EM-4 mengandung beberapa mikroorganisme utama yaitu Bakteri fotosintetik, Bakteri asam laktat, Ragi (yeast), Actinomycetes dan Jamur fermentasi. Mikroorganisme tersebut berperan dalam proses penyerapan/persediaan unsur hara dalam tanah, memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menimbulkan penyakit dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman.
Tujuan lain yang didapat dengan aplikasi EM-4 adalah untuk menunjang pembangunan pertanian ramah lingkungan, menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan sistem alami yang akhirnya dapat meningkatkan produktivitas tanah, mengurangi biaya produksi dan menghasilkan bahan pangan yang bebas bahan kimia sehingga bersih dan sehat untuk di konsumsi.

c. Cara Pembuatan
1). Bahan
a) Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
b) Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
c) Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
d) Kacang panjang segar 0,25 kg
e) Kangkung air segar 0,25 kg
f) atang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
g) Gula pasir 1 kg
h) Air tuak dari nira 0,5 liter

2) Cara Pembuatan
a) Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus.
b) Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
c) Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember
d) Campurkan gula pasir dan tuak dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
e) Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
f) Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
g) Larutan tersebut disaring dan dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat.Larutan tersebut adalah EM4, siap digunakan, dapat bertahan hingga 6 bulan.
h) Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

d. Aplikasi

EM-4 dikulturkan dalam bentuk medium cair berwarna coklat dalam kondisi dorman. Pada saat disemprotkan ke dalam tanah atau tubuh tanaman (proses inokulasi) EM-4 secara aktif memfermentasikan bahan organik (sisa-sisa tanaman, pupuk hijau, pupuk kandang, dan lain-lain).
Hasil fermentasi dapat diserap langsung oleh perakaran tanaman, misalnya gula, alkohol, asam amino, protein, karbohidrat dan senyawa organik lainnya
Selain itu, EM-4 merangsang perkembangan mikroorganisme yang menguntungkan tanaman; melindungi tanaman dari serangan penyakit sehingga pada akhirnya dapat menyuburkan tanah, meningkatkan produktifitas tanaman dengan biaya minimal.
Secara umum manfaat Teknologi EM-4 dalam bidang pertanian adalah sebagai berikut :
- Memperbaiki sifat biologis, fisik dan kimia tanah
- Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi
- Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi
- Menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian berwawasan lingkungan
- Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah.



Gambar 1. Bentuk EM-4 siap pakai


2.3. Pembuatan MOL

a. Pengertian
Mikro organisme lokal adalah sekelompok mikroorganisme yang aktif dan berada di suatu tempat, yang didapat dari tanaman atau bagian tanaman.
Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik atau sebagai dekomposer dan sebagai aktivator/ atau tambahan Nutrisi bagi tumbuhan yang disengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.
Bahan-bahan tersebut diduga berupa zat yang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman (fitohormon) seperti: giberlin, sitokinin, auxin, dan inhibitor.


b. Tujuan membuat MOL
1) Untuk mengembangkan biang penghancur bahan organik (dekomposer)
2) Menambah aktivasi tumbuhan dan tambahan nutrisi bagi tanaman

Manfaat MOL antara lain:
1) Sebagai starter dalam proses dekomposisi bahan organik
2) Sebagai starter untuk pupuk organik cair bagi tanaman
3) Penyedia nutrisi bagi tanaman
4) Membantu kelancaran penyerapan unsur hara/ nutrisi oleh akar tanaman, karena kandungan elektrolitnya.

c. Cara membuat MOL
Untuk membuat MOL sebenarnya hanya dibutuhkan 3 bahan utama :
- Karbohidrat.
Bahan ini dibutuhkan bakteri/ mikroorganisme sebagai sumber energi. Untuk menyediakan karbohidrat bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi bekas/ nasi basi, singkong, kentang, gandum, dedak/ bekatul, dan lain-lain.

- Glukosa.
Bahan ini juga sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan mereka). Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah, molases, air gula, air kelapa, air nira, dan lain-lain.

- Sumber Bakteri (mikroorganisme lokal).
Bahan yang mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain buah-buahan busuk, sayur-sayuran busuk, keong mas, nasi, rebung bambu, bonggol pisang, urine kelinci, pucuk daun labu, tapai singkong dan buah maja. Biasaya dalam MOL tidak hanya mengandung 1 jenis mikroorganisme tetapi beberapa mikroorganisme di antaranya Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp dan bakteri pelarut phospat.

- Ketiga bahan tersebut tinggal dicampur ditambah air dan ditutup rapat atau biasa disebut difermentasi.
- Setelah 1-3 minggu bahan tersebut akan mengeluarkan bau alkohol yang tajam, itu tandanya proses fermentasi berhasil dan MOL sudah jadi.
- Jika kebalikannya, berbau busuk seperti bau got atau bau bangkai berarti harus diulang karena tidak jadi.
- Kegagalan biasanya terjadi karena penutupan kurang rapat.

1) MOL untuk perbaikan biologi tanah, cara membuatnya:
a. Bahan
1) 200 gram gula pasir
2) 100 gram terasi
3) 200 gram tongkol/ bandeng
4) 2 kg dedak/ bekatul
5) 2 kg kohe (kotoran hewan, yang terbaik pakai rumen)
6) 2 liter air cucian beras
7) Air bersih 20 liter

b. Alat
1) Kompor
2) Panci
3) Corong
4) Jerigen 20 liter

c. Cara Pembuatan
1) Rebus semua bahan kecuali kohe dan air bersih
2) Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen
3) Tutup rapat
4) Setiap hari dibuka sebentar dan dikocok-kocok
5) Setelah 15 hari MOL siap digunakan

d. Aplikasi
1) Sebelum digunakan, MOL disaring dulu.
2) Gunakan untuk menyemprot tanah dan tanaman dengan konsentrasi 1 liter/ tangki.
3) Penyemprotan dilakukan setiap 15 hari sekali mulai sebelum tanam.
4) Dengan aplikasi MOL yang rutin, isya alloh akan membantu kita dalam usaha perbaikan biologi tanah.


2) MOL Daun Gamal

- Mol berguna sebagai penyubur tanaman dan dekomposer.
- Dikatakan sebagai pestisida nabati karena daun gamal bisa berfungsi sebagai pengendali hama ulat dan hama penghisap (kutu), sebagai akarisida (pengendali tungau) dan sebagai fungisida.
- Menurut beberapa referensi, dalam Mol daun gamal mengandung tanin yang bisa digunakan sebagai racun berbagai serangga.
- Selain sebagai pestisida nabati Mol daun gamal juga digunakan sebagai penyubur tanaman karena dalam Mol daun gamal ternyata juga mengandung unsur N.


Gambar 2. Daun Gamal

a. Bahan
1) 2 kg daun gamal
2) 400 gr gula merah
3) 4 liter air beras

b. Cara membuat
1) Daun gamal dipotong-potong lalu ditumbuk sampai hancur
2) Masukkan dalam jerigen
3) Masukkan gula merah yang sebelumnya diiris-iris halus
4) Masukkan air beras dalam jerigen
5) Kocok-kocok supaya tercampur merata
6) Fermentasikan selama minimal 21 hari

c. Aplikasi
1) Sebagai pupuk daun dan pestisida nabati campurkan 1 - 4 liter mol daun gamal dalam tangki semprot 14-17 liter air.
2) Semprotkan secara merata ke tanaman saat pagi atau sore hari.


3) MOL Sayuran

- Manfaat dari MOL sayuran adalah sebagai mikroorganisme pengurai (pembuat kompos) dan penyubur tanaman jadi sangat tepat jika di aplikasi saat fase vegetatif hingga menjelang generatif yaitu umur pra tanam, 10, 20, 30 dan 40 hst.
- Dengan konsentrasi 5 – 10 ml per liter air biasanya sudah cukup untuk menyuburkan tanaman. Kalau untuk pembuatan kompos butuh konsentrasi yang lebih besar, bisanya sekitar 100-200 ml per liter air dan juga masih perlu ditambahkan gula jawa sekitar 2 % dari volume air.
- Dalam MOL sayur mengandung Sitokinin, karbohidrat, Pseudomonas, Aspergilus dan Lactobacillus


Gambar 3. Macam sayuran

a. Bahan
1) 10 kg limbah sayuran hijauan (sawi, bayam, kol, brokoli, kangkung, caisim dll)
2) Garam 5 % dari berat bahan
3) Air cucian beras 10 liter
4) Gula merah/ gula jawa 2 % dari cairan yang peroleh setelah 3 minggu

b. Cara membuat
1) Bahan sayuran dipotong kecil-kecil / tipis-tipis
2) Masukkan dalam ember/ drum, setiap ketebalan 5 cm ditaburi garam secukupnya.
3) Tambahkan air cucian beras hingga 10 liter
4) Tutup drum/ ember dengan plastik lalu ikat dengan rafia atau karet
5) Tuangkan air di atas plastik tersebut agar wadah bisa tertutup rapat.
6) Setelah 3-4 minggu ember/ drum dibuka, dan cairan yang diperoleh diambil (biasanya berwarna kuning kecoklatan atau sesuai bahan sayurnya).
7) Tambahkan gula jawa/ gula merah sebanyak 2 % dari cairan tersebut. Kalau cairannya 20 liter berarti butuh 4 ons gula.


4) MOL Buah

- Mol buah mempunyai fungsi yang kontradiksi yaitu sebagai penghambat pertumbuhan vegetatif (penghambat pembentukan tunas dan penghambat pembentukan anakan) dan lebih berfungsi sebagai perangsang bunga dan buah.
- Fungsi lainnya sebagai peningkat kualitas buah, seperti meningkatkan daya tahan buah dan menambah rasa manis buah. Dari pengalaman maspary mol buah juga bisa
digunakan sebagai pengurai bahan organik atau pembuah kompos.
- Buah yang digunakan juga bisa bervariasi tinggal pilih yang anda suka dan yang tersedia disekitar kita seperti pepaya, mangga, nangka, nanas, pisang dan tomat. -
Kelebihan Mol buah adalah memiliki aroma yang harum seperti aroma buah aslinya.

a. Bahan
- 2 kg Limbah buah-buahan seperti nangka, pisang, mangga, pepaya, nanas, tomat, dan lain-lain.
- 2 ons gula merah
- 2 liter air kelapa


Gambar 4. Macam buahan

b. Cara membuat
1) Potong kecil-kecil buah-buahan yang tersedia
2) Masukkan gula merah yang telah disisir
3) Campurkan dengan air kelapa
4) Masukkan dalam jerigen dan tutup rapat
5) Biarkan terfermentasi selama 15 hari

c. Aplikasi
1) Untuk pemupukan campurkan 150 ml dengan 15 liter air (1 tangki 15 – 17 liter), semprotkan ketanaman yang telah memasuki masa generatif atau tanaman yang mulai berbunga
2) Untuk pengomposan campurkan 1 bagian Mol buah dengan 5 bagian air dan tambahkan gula merah lalu semprotkan ke bahan organik yang akan di fermentasi.


5) MOL Bonggol Pisang

- Sebenarnya yang bisa dibuat mol bukan hanya bonggol pisang saja tetapi batangnyapun bisa digunakan untuk MOL, tetapi kalau MOL batang pisang manfaatnya tidak sehebat bonggol pisang.
- Dalam mol batang pisang lebih banyak mengandung unsur hara P atau phospat sehingga banyak digunakan sebagai penambah nutrisi tanaman.
- Menurut beberapa literatur yang maspary baca dalam MOL bonggol pisang mengandung Zat Pengatur Tumbuh Giberellin dan Sitokinin.
- Selain itu dalam mol bonggol pisang tersebut juga mengandung 7 mikroorganisme yang sangat berguna bagi tanaman yaitu : Azospirillium, Azotobacter, Bacillus,
Aeromonas, Aspergillus, mikroba pelarut phospat dan mikroba selulotik.
- MOL bonggol pisang juga tetap bisa digunakan untuk dekomposer atau mempercepat proses pengomposan.



Gambar 5. Tanaman pisang

a. Bahan
1) 1 kg bonggol pisang
2) 2 ons gula merah
3) 2 liter air beras.

b. Cara membuat
1) Bonggol pisang dipotong-potong kecil lalu ditumbuk-tumbuk
2) Iris - iris gula merah lalu masukkan dalam air cucian beras dan aduk-aduk sampai larut
3) Campurkan air cucian beras yang sudah ada gulanya ke dalam bonggol pisang.
4) Masukkan dalam jerigen dan tutup rapat, setiap 2 hari atau jika menggelembung buka tutupnya.
5) Dari pengalaman maspary setelah 15 hari biasanya siap digunakan.


6) MOL Keong Mas

Keong mas umumnya mengkonsumsi tanaman padi muda yang banyak mengandung auksin, oleh karena itu jika dibuat MOL diduga akan mengandung auksin juga.


Gambar 6. Keong mas

a. Bahan
1) 1 kg keong mas yang masih hidup/ segar
2) 1/2 buah maja, jika tidak ada bisa gunakan gula merah 2 ons.
3) 2 liter air kelapa

b. Cara Membuat
1) Keongmas ditumbuk hingga halus lalu masukkan dalam derigen
2) Masukkan buah maja/ gula jawa yang telah dihaluskan
3) Masukkan 2 liter air kelapa.
4) Kocok-kocok hingga campur
5) Buka sebentar setiap pagi tutup jeligennya
6) Setelah 15 hari siap digunakan

c. Cara menggunakan
1) Untuk pengomposan, campurkan 1 bgian MOL keong mas dengan 5 liter air tawar dan tambahkan 1 ons gula merah. Siramkan pada bahan organik yang akan dibuat kompos.
2) Campurkan 1 liter MOL keong mas dalam 1 tangki semprot. Semprotkan pada seluruh bagian tanaman dan anah disekitar perakaran tanaman. Jangan lupa nyemprotnya pagi atau sore hari.
3) Untuk semakin menyuburkan tanaman, MOL keong mas juga boleh dicampur dengan MOL rebung bambu

d. Manfaat dan kandungan MOL keong mas
1) MOL keong mas jika diaplikasi pada tanaman hortikultura (kacang panjang, tomat, cabe dll) akan melebatkan dan memperbesar buahnya.
2) Kandungan MOL keong mas adalah protein, azotobacter, azospirillium, mikroba pelarut phospat, staphylococcus, pseudomonas, auksin dan enzim.


7) MOL Rebung Bambu

- Bambu biasanya dimanapun akan tumbuh subur, termasuk di daerah tanah yang tandus sekalipun.
- Bambu dapat mengubah tanah yang tadinya tandus menjadi subur, oleh karena itu tanah-tanah di sekitar perakaran pohon bambu biasa digunakan untuk media pembibitan.
- Bambu juga mampu tumbuh begitu cepat walaupun tanpa pupuk sama sekali.
- MOL rebung bambu mempunyai kandungan C organik dan giberellin yang tinggi sehingga mampu merangsang pertumbuhan tanaman secara cepat.
- MOL rebung bambu juga mengandung mikroorganisme yang sangat penting untuk membantu pertumbuhan tanaman yaitu Azotobacter dan Azospirillium.
- Kalau dilihat dari kandungannya tersebut MOL rebung bambu bisa kita gunakan sebagai perangsang pertumbuhan padi saat fase vegetatif (tanaman muda) umur kurang dari 35 hst.
- MOL rebung bambu juga sangat bagus digunakan untuk pengomposan.


Gambar 7. Rebung bambu

a. Bahan:
1) 1 Kg rebung bambu
2) Air cucian beras 2,5 - 3 liter
3) 1 butir buah maja
4) Gula merah 1 - 2 ons

b. Cara membuat
1) Rebung bambu diiris tipis-tipis atau ditumbuk juga boleh
2) Masukkan rebung bambu yang telah dihaluskan ke dalam jerigen
3) Masukkan daging buah maja yang telah dihaluskan
4) Masukkan gula merah
5) Masukkan air cucian beras
6) Tutup rapat jerigen tersebut, dan kocok-kocok hingga tercampur
7) Buka sebentar tutup jerigen tiap pagi sekali agar gas dalam jerigen bisa keluar.
8) Setelah 15 hari siap digunakan

b. Cara penggunaan
1) Untuk pengomposan, campur larutan mol dan air dengan perbandingan 1 : 5 (1 liter MOL dicampur dengan air bersih 5 liter). Siram atau semprotkan ke bahan pupuk kompos/ pupuk kandang yang akan dikomposkan.
2) Untuk pemupukan tanaman, campurkan 1 bagian MOL rebung bambu dengan air bersih 15 bagian. Semprotkan atau kocorkan pada tanaman.


Gambar 8. MOL siap pakai

III. KESIMPULAN

Ketergantungan petani akan pupuk sebagai pebyubur tanah dan pestisida sebagai pengendali hama atau penyakit tumbuhan dapat digantikan dengan EM-4 dan MOL. Pemanfaatan mikroorganisme lokal merupakan pilihan yang tepat dalam berusahatani yang berkelanjutan serta ramah lingkungan.
Pembuatan EM-4 dan MOL merupakan memberdayakan mikroorganisme untuk kepentingan perombakan bahan organik serta mejadi zat penghalau organisme pengganggu tumbuhan.
Pembuatan EM-4 dan MOL dapat dilakukan oleh petani itu sendiri dengan biaya yang murah, diharapkan teknologi tersebut mampu mengatasi masalah permodalan untuk
usahatani.


DAFTAR PUSTAKA

BP4K Sukabumi, 2011. Cara Pembuatan Mikroorganisme Lokal. http://bp4kkabsukabumi.net. Diakses 04 Juli 2011
IFOAM, 2005. Prinsip-Prinsip Pertanian Organik (terjemahan). International Federations of Organic Agriculture Movements.Bonn, Germany
Lindung, 2013. Pestisida Organik. Balai Pelatihan Pertanian Jambi.
Litbang Pertanian, 2011. Prospek Pertanian Organik di Indonesia. www.litbang.deptan.go.id. Diakses 04 Juli 2011.Nagrak Organic Sri Center, Manual, Pengembangan

Bahan Organik Melalui Mikro Organisme Lokal (Mol) Dan Kompos Dan Pengembangan Pestisida Nabati
Pirngadi K., 2009. Peran Bahan Organik dalam Peningkatan Produksi Padi Berkelanjutan Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Pengembangan Inovasi Pertanian 2(1) : 48-64
Purwasasmita, M. 2009. Mikroorganisme Lokal Sebagai Pemicu Siklus Kehidupan. Dalam Bioreaktor Tanaman. Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia, 19-20 Oktober 2009.
Setiawan, B.S., dan Tim Penulis ETOSA IPB, 2010. Membuat Pupuk Kandang secara Cepat. Penebar Swadaya. Jakarta
Sisworo, W.H., 2006. Swasembada Pangan dan Pertanian Berkelanjutan. Tantangan Abad Dua Satu : Pendekatan Ilmu Tanah, tanaman dan Pemanfataan Iptek Nuklir. Dalam A. Hanafiah WS, Mugiono,dan E.L. Sisworo. Badan Tenaga Nuklir Nasional, Jakarta. 207 hal.
Sumarno, 2006. Sistem Produksi Padi Berkelanjutan dengan Penerapan Revolusi Hijau Lestari. Buletin Iptek Tanaman Pangan 1 (1) : 1-15
Sutanto, R., 2002. Penerapan Pertanian Organik. Pemasyarakatan dan Pengembangan. Kanisius,Yogyakarta. 219 hal.
http://1.bp.blogspot.com/_Qx0eUJhk1CQ/TIGF2Iitm5I/AAAAAAAAAbQ/L1Hw5zJ28VA/s1600/ZPT+ORGANIK.jpg
http://debyuta.blogspot.com/2013/06/cara-mudah-membuat-em-4-effective.html
http://lh5.ggpht.com/_Qx0eUJhk1CQ/TZedSdkAnEI/AAAAAAAAA0Q/Y_S8cVGtID8/s1600-h/perbedaan%20em4-mol-pgpr%5b3%5d.jpg
http://www.gerbangpertanian.com/2010/04/membuat-pgpr-plant-grow-promoting.html
http://suplirahim1960.blogspot.com/2013/05/membuat-em4-plus-labelnya.html
http://www.gerbangpertanian.com/2011/06/pgpr-mengendalikan-layu-dan-menyuburkan.html


Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 491109

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8653
10953
9417
8610
8094
3379

01-2018

02-2018

03-2018

04-2018

05-2018

06-2018