Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA | SISTEM INFORMASI DIKLAT  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             0%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             73%
 Baik
             22%
 Cukup
             5%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

MEMBUAT SILASE

Oleh : Drh. Linda Hadju
Widyaiswara Madya



PENDAHULUAN
Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Untuk meningkatkan produksi diperlukan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.
Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan. Sedangkan faktor penghambat penyediaan ini adalah karena adanya perubahan fungsi lahan dimana menjadi lahan pemukiman, lahan tanaman pangan dan tanaman industri. Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang. Secara umum ketersediaan hijauan pakan ternak juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah.
Adapun solusinya adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Jenis limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk ubi kayu dan jerami ubi jalar. Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi yang rendah karena kandungan protein rendah sekitar 3-5%, serat kasar tinggi serta kecernaan rendah karena mengandung lignin 6-7 % dan silikat 13%, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk meningkatkan protein dan daya cernanya.
Dengan membuat silase yang bahan dasarnya adalah jerami dengan menambahkan bekatul EM4 dan molasses sehingga berguna untuk membantu menaikkan kadar protein bahan pakan, meningkatkan konsumsi pakan dan merangsang nafsu makan ternak.
Silase adalah pakan yang telah diawetkan yang diproses dari bahan baku yang berupa tanaman hijauan dengan jumlah kadar atau kandungan air pada tingkat tertentu kemudian dimasukkan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara, yang biasa disebut dengan silo selama kurang lebih tiga minggu. Didalam silo tersebut akan terjadi beberapa proses anaerob , dimana bakteri asam laktat akan mengkonsumsi zat gula yang terdapat pada bahan baku, sehingga terjadi proses fermentasi. Silase yang terbentuk karena proses fermentasi ini dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahan bakunya.

CARA MEMBUAT SILASE
Bahan :
1.Jerami 30 kg
2.Bekatul 3 kg (10% dari 30 kg jerami)
3.Molases 500 ml
4.EM4 20 ml (2 tutup botol)
5.Air secukupnya

Alat yang digunakan :
1.Timbangan
2.Ember
3.Drum plastic untuk silo atau kantong plastic
4.Alas plastik

Cara membuat :
1.Menimbang semua bahan yang diperlukan
2.Menghamparkan jerami diatas lantai yang bersih
3.Mencampur EM4 dan molasis, kemudian memercikkan pada jerami secara merata
4.Menaburkan bekatul pada jerami secara merata
5.Menambahkan air jika tingkat kebasahan campuran kurang dan belum merata
6.Mengaduk/mencampur semua bahan secara merata dengan membolabalikkan jerami
7.Memasukkan hasil campuran ke dalam drum (silo) sedikit demi sedikit, sambil dipadatkan, agar udara yang ada dalam drum dapat dikurangi atau dihilangkan sama sekali.
8.Setelah semua bahan campuran dimasukkan, maka silo di tutup serapat mungkin, agar tidak ada udara yang masuk dan proses secara anaerob berjalan dengan baik.
9.Melakukan fermentasi selama 3 minggu
10.Setelah 1 minggu, membuka silo dan mengeluarkan hasil silase jerami padi kemudian diangin-anginkan sebelum diberikan kepada ternak

Langkah kerja pembuatan straw mix



DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Potensi Jerami Untuk Pakan Ternak. Dalam:http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/Grtl08jerami.pdf

Anonim. 2011. Pengolahan Bahan Pakan Ternak. Dalam:http://ditjennak.deptan.go.id/berita-257-pengolahan-bahan-pakan-ternak.html

http://permintop.wordpress.com/category/pengolahan-pakan-jerami/

Nadhifa Husna. 2013. Jejakpenyuluh.blogspot.com/2013/08/cara-membuat-silase-jerami.html.

Sasongko WR dan Farida, SM. 2012. Pemanfaatan Jerami Sebagai Sumber Pakan Potensia. Dalam:http://ntb.litbang.depta.go.id/ind/index.php?option=com content&view=article&id=572:pemanfaatan-jerami-sebagai-pakan-potensial&catid=49:info-teknologi&itemid=81.

Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 530616

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8094
6841
12134
7152
11613
4912

05-2018

06-2018

07-2018

08-2018

09-2018

10-2018