Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             0%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             71%
 Baik
             22%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

HUBUNGAN BERAT DAN DAYA (FWP) PADA TRAKTOR RODA DAN TRACK

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


I.PENDAHULUAN

Dewasa ini penggunaan traktor pertanian semakin sangat diperlukan bagi kalangan petani, baik penggunaan traktor roda dua maupun penggunaan traktor roda empat. Hal ini dapat diketahui dari naiknya jumlah traktor baik traktor roda dua maupun traktor roda empat dari tahun ke tahun.
Penggunaan traktor sebagai alat bantu dalam bidang pertanian sangat besar dirasakan dampaknya bagi kalangan petani. Dengan mengunakan traktor akan menghemat biaya produksi dan juga mempersingkat waktu produksi. Hal ini terutama dirasakan pada saat proses pengolahan lahan dan juga panen yang membutuhkan waktu yang cepat.
Traktor pertanian sangat bervariasi model serta besar tenaganya. Ada dengan tipe roda jenis ban karet ada juga dengan tipe rantai (crawler). Hal ini dimaksudkan untuk kebutuhan yang berbeda-beda dalam penggunaannya.


Gambar 1. Traktor dengan jenis roda rantai (crawler).


Gambar 2. Traktor dengan jenis roda ban karet.

II. HUBUNGAN BERAT DAN GAYA PADA TRAKTOR

Berat sangat identik dengan besarnya tenaga yang dihasilkan oleh benda yang bergerak, begitu pula dengan traktor pertanian. Hal ini dapat diketahui melalui rumus dari Beker Teory yaitu sebagai berikut :



Dimana :
A = luas kontak
C = Kohesi tanah
W = Berat pada roda traksi
F = Daya yang dihasilkan

Dari rumus diatas dapat diketahui bahwa daya yang dihasilkan oleh traktor berbanding lurus dengan beratnya. hal tersebut juga dapat diketahui dari tabel berikut ini :

Tabel 1. Spesifikasi Traktor Mitsubishi Tipe Ban Karet



Tabel 2. Spesifikasi Traktor Merk Caterpilar Tipe Crawler



III. HUBUNGAN ANTARA DAYA DENGAN JENIS RODA

Penggunaan tenaga motor menjadi tenaga drawbar adalah melalui perlengkapan traksi yaitu roda. Dibidang pertanian jenis roda (whell) yang umum digunkan adalah roda ban (tire) untuk lahan kering, roda besi bersirip (lug whell) untuk lahan sawah dan crawler untuk lahan kering tapi lembek.
Berdasarkan rumus Beker diatas disebutkan juga bahwa besarnya tenaga yang dihasilkan oleh traktor sebanding dengan luas bidang kontak ban dengan tanahnya hal ini dapat dari gambar berikut :


Gambar 3. Bidang kontak roda crawler dan roda ban.

IV. PEMBAHASAN

Dari data-data diatas maka dapat dihasilkan grafik hubungan daya atau tenaga yang dihasilkan traktor dengan berat traktor tersebut :


Gambar 4. Grafik Hubungan Daya dan Berat pada Traktor Tipe Roda


Gambar 5. Grafik Hubungan Daya dan Berat pada Traktor Crawler

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa berat traktor berhubungan erat dengan daya yang dihasilkan traktor tersebut. Hal ini sesuai dengan rumus dari Beker Teory yaitu :



Dimana :
A = Luas kontak roda dengan tanah
C = Kohesi tanah
W = Berat pada roda traksi
F = Daya yang dihasilkan

dimana dituliskan bahwa F (daya) yang dihasilkan sebanding dengan W (berat dari traktor).
Dari tipe ban didapatkan bahwa grafik daya cenderung naik dengan naiknya berat traktor, walaupun ada beberapa traktor yang beratnya berbeda tetapi daya yang dihasilkan sama. Hal tersebut dimungkinkan bahwa traktor dirancang untuk hal yang khusus. Sedangkan dari tipe crawler didapatkan grafik bahwa semakin berat traktor maka daya yang dihasilkan akan semakin besar.
Selain berat ternyata tipe ban yang digunakan akan menghasilkan daya (drawbar) yang berbeda pula walaupun daya mesin dan berat dari traktor tersebut sama. Hal tersebut bisa trejadi karena luasan bidang kontak roda dengan tanah yang berbeda-beda. Hal tersebut sesauai dengan rumus dari Beker Teory. yang menyatakan bahwa Daya (F) yang dihasilkan sebanding dengan besarnya luas bidang kontak roda dengan tanah (A).

V. KESIMPULAN

Dari data dapat disimpulkan bahwa besarnya daya (drawbar) yang dihasilkan traktor akan sebanding dengan berat traktor tersebut. Selain itu perbedaan tipe roda yang digunakan dapat mempengaruhi daya (drawbar) yang dihasilkan.


VI. DAFTAR PUSTAKA

Daywin, F. J., dkk. 1993. Mesin-Mesin Budidaya Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Liljedahhl, J. B., et.all., 1989. Tractor and Their Power Unit (fourth editions). Van Nonstrand Reinhold, New York.

http://Tractordata.com

http://dearmch.com/equipment.asp

http://bestusedtractor.com/mitsubishi/specs.aps

Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 548277

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

12134
7152
11613
8736
9763
4055

07-2018

08-2018

09-2018

10-2018

11-2018

12-2018