Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             0%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             71%
 Baik
             22%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

TEKNIK IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KEBUTUHAN MATERI DIKLAT


Oleh Ir. Lindung, MP
Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi


I. PENDAHULUAN

Pendidikan dan Latihan (Diklat) merupakan proses belajar untuk mendapatkan tambahan kemampuan baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Suatu diklat yang baik haruslah didasarkan pada kebutuhan calon peserta latihan; kebutuhan akan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, artinya materi diklat atau mata diklat yang akan disampaukan harus merupakan kebutuhan calo peserta dalam rangka mengurangi diskrenpasi kompetensi.
Untuk mengetahui kebutuhan mata diklat dalam suatu diklat maka ditempuhlah kegiatan identifikasi kebutuhan materi diklat (IKMD) yang datanya diolah dalam bentuk analisa kebutuhan materi diklat (AKMD). Identifikasi kebutuhan diklat merupakan kegiatan mengidentifikasi jenis-jenis kemampuan yang sudah dimiliki oleh calon peserta dan jenis-jenis kemampuan yang diperlukannya.
Institusi dikat seharusnya menggunakan IKMD dan AKMD sehingga diklat yang diselenggarakan memenuhi fungsi tepat materi dan tepat sasarn.
Hasil IKMD yang sudah dilanjutkan AKMD ini akan dijadikan dalam penyusunan kurikulum diklat yang akan diselenggarakan. Dari hasil AKMD akan diketahui pasti kurikulum diklat, mata diklat, metode dan waktu suatu materi.

II. TUJUAN

Adapun tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan informasi tentang bagaimana melakukan teknik identifikasi dan teknik analisis kebutuhan materi diklat. Selanjutnya dari hasil analisis dapat disusun sebuah kurikulum yang berisi seperankat mata diklat (materi diklat).:

III. METODE

Metode yang digunakan dalam kegiatan IKMD ini adalah metode wawancara, dimana para enumerator (Widyaiswara) dari institusi diklat melakukan wawancara yang dituntun dengan sejumlah daftar pertanyaan (kuesioner) yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu terhadap responden (calon peserta diklat) di lokasi masing-masing responden. Kuesioner merupakan instrumen IKMD yang memuat kemampuan-kemampuan yang dimiliki dan yang diperlukan. Artinya IKMD ini menggunakan pendekatan diskrepansi kerja.
Responden ditetapkan secara sengaja (purposive), yaitu yang mewakili dan atau para calon peserta yang sudah diketahui tugas pokok di institusinya

IV. INSTRUMEN DAN INDIKATOR IKMD

Kemampuan yang diidentifikasi dan dianalisis untuk kebutuhan materi diklat dikelompokkan dalam suatu tingkatan kemampuan, yaitu :
1. Tingkat kemampuan yang dimiliki saat ini
2. Tingkat kemampuan yang diperlukan dalam pekerjaan/tugas

Pengukuran tingkat kemampuan dilakukan dengan skoring, yaitu pemberian skor yang skalanya dari 0 (nol) sampai 9 (sembilan) dengan pengorganisasian skor dan kategori disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Tingkat kemampuan dan skor



Indikator-indikator dari setiap kategori dan skor kemampuan dalam IKMD ini disajikan pada Tabel 2 untuk tingkat kemampuan yang dimiliki saat ini dan Tabel 3 untuk tingkat kemampuan yang diperlukan dalam pekerjaan.


Tabel 2. Skor, tingkat kemampuan dan indikator untuk kemampuan yang dimiliki saat ini



Tabel 3. Skor, tingkat kemampuan dan indikator untuk kemampuan yang diperlukan dalam pekerjaan



Berdasarkan indikator penilaian di atas maka untuk seseorang responden dapat menggunakan skor pilihannya (sesuai dengan yang ada padanya) untuk tiap kemampuan, yang rinciannya disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4. Kemampuan dan skor penilaian


Dari skor yang diperoleh maka selanjutnya dianalisis dengan menggunakan TNAT (training need assessment tool) yang formatnya disajikan pada Gambar 1. Dari hasil analisis akan diperoleh suatu mata latihan atau jenis kemampuan dalam kategori :
1. Sangat mendesak untuk dilatihkan (wilayah A)
2. Mendesak untuk dilatihkan (wilayah B)
3. Kurang atau tidak mendesak untuk dilatihkan (ditunda) (wilayah C)
4. Tidak perlu untuk dilatihkan (wilayah D)



Gambar 1. Training need assessment tool


V. CONTOH HASIL IKMD DAN AKMD
Penerapan IKMD dan AKMD dicontohkan pada suatu diklat, misalnya Diklat Budidaya Buah Naga. Hasil analisis kebutuhan latihan dari hasi identifikasi kebutuhan materi diklat seperti yang disajikan pada Tabel 5. Kemampuan-kemampuan yang dituangkan dalam mata diklatyang terpilih adalah kemampuan yang masuk kategori medesak dan sangat mendesak.



Tabel 5. Hasil identifikasi kebutuhan latihan budidaya buah naga


Sambungan Tabel 5


Tabel 6. Hasil analisis keburtuhan latihan budidaya buah naga


Sambungan Tabel 6


Sambungan Tabel 6


VI. KURIKULUM

Dari hasil analisis kebutuhan materi diklat tersebut maka dapatlah disusun suatu kurikulum untuk diklat. Jumlah jam berlatih ditetapkan dari besarnya skor rata-rata naga dan hasil wawancara kualitatif. Kurikulum di sajikan pada Tabel 7.

Tabel 7 Kurikulum latihan budidaya buah naga



VII. PENUTUP
Analisis kebutuhan materi diklat yang telah dituangkan dalam kurikulum latihan didasarkan atas diskrepansi kerja calon peserta latihan, hendaknya hasil analisis dan kurikulum ini dijadikan pedoman latihan budidaya buah naga. Untuk latihan budidaya buah naga dengan jam berlatih yang banyak maka mata latihannya adalah tetap tetapi jam berlatihnya yang ditambah.

Jambi, 15 Mei 2014. Lindung


Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 548228

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

12134
7152
11613
8736
9763
4006

07-2018

08-2018

09-2018

10-2018

11-2018

12-2018