Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             0%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             71%
 Baik
             22%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

TEKNOLOGI PENGOLAHAN KEDELAI MENJADI TEMPE

Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Madya

I.PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Tempe merupakan produk asli Indonesia sebagai makanan tradisional masyarakat terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa. Makanan ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu. Bukan hanya masyarakat Jawa gemar terhadap tempe, tetapi di seluruh wilayah Indonesia tempe sudah populer bahkan sampai ke negara lain seperti Belanda, Jepang, Australia dan Amerika. Justru di Jepang harga tempe lebih mahal dibandingkan dengan daging, dan Jepang mematenkan tempe buatan mereka. Ini disebabkan karena tempe rasanya lezat, dan manfaatnya yang sangat banyak bagi kesehatan.

Salah satu penerapan bioteknologi yang menggunakan jasa mikroorganisme untuk pangan adalah tempe. Tempe adalah hasil olahan biji kedelai secara fermentasi dengan menggunakan cendawan Rhizopus. Teknologi pembuatan tempe sangat sederhana, relatif mudah dilakukan. Oleh karena itu Balai Pelatihan Pertanian Jambi pada salah satu materi diklat dalam pelatihan pasca panen dan pengolahan hasil adalah mengolah kedelai menjadi Tempe.

B.Tujuan

Memberikan informasi tentang :
1.Khasiat dan peran serta kandungan gizi tempe dari kedelai
2.Pengolahan kedelai menjadi tempe dengan teknologi yang sederhana.

II. KHASIAT DAN PERAN SERTA KANDUNGAN GIZI TEMPE

A. Khasiat Tempe
Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain. Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai.

B. Peran tempe sebagai pembersih radikal bebas
Tempe berasal dari kedele yang terfermentasi oleh jamur Rhizopus oligosporus sehingga menjadikannya mudah dicerna dan mempunyai nilai gizi lebih tinggi dibandingkan dengan kedele. Peningkatan nilai gizi yang terjadi antara lain adalah: kadar vitamin B2, Vitamin B12, niasin dan asam pantotenat. Bahkan terjadi juga peningkatan dan asam amino bebas, asam lemak bebas. dan zat besi.

C. Kandungan Gizi Pada Tempe
a. Asam Lemak
Asam lemak dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.

b. Vitamin

III. TEKNOLOGI PEMBUATAN TEMPE

A. Karakteristik Tempe
Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus.

B. Membuat Tempe
Pembuatan tempe secara tradisional biasanya menggunakan tepung tempe
yang dikeringkan di bawah sinar matahari. Sekarang pembuatan tempe ada juga yang menggunakan ragi tempe. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses pengolahan tempe agar diperoleh hasil yang baik ialah:
1) Kedelai harus dipilih yang baik (tidak busuk) dan tidak kotor;
2) Air harus jernih, tidak berbau dan tidak mengandung kuman penyakit;
3) Cara pengerjaannya harus bersih;
4) Bibit tempe (ragi tempe) harus dipilih yang masih aktif (bila diremas membentuk butiran halus atau tidak menggumpal).

a. Bahan
Bahan yang digunakan dalam membuat tempe adalah sebagai berikut:
1) Kedelai 1 kg
2) Ragi tempe 1-2 sdm
3) Daun pisang
4) Air secukupnya




Gambar : Bahan membuat kedelai 1. Biji Kedelai, 2. Ragi Tempe, 3.Daun pisang


b. Alat
Alat yang digunakan dalam pembuatan tempe adalah sebagi berikut:
1) Tampah
2) Baskom
3) Bakul peniris
5) Cetakan
6) Pengaduk kayu
7) Dandang
8) Tungku atau kompor

c. Cara pembuatan
Proses pembuatan tempe dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu proses pemasakan dan proses fermentasi. Adapun tahapannya sebagai berikut:
1. Penyortiran biji kedelai
Biji kedelai dipilih yang baik dan bersih.
2. Pencucian 1
Biji kedelai dimasukkan ke dalam bak air untuk dicuci hingga bersih. Proses pencucian akan lebih baik bila dengan air yang mengalir.


Gambar 2. Proses pencucian kedelai

3. Perebusan 1
Perebusan 1 dilakukan sekitar 30 menit atau biji kedelai mendekati setengah matang dengan ukuran yang membesar (1,5 kali lipat dari ukuran asal). Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya dapat menyerap asam pada tahap perendaman

4. Perendaman
Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami agar diperoleh keasaman yang dibutuhkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akibat pertumbuhan bakteri Lactobacillus.
Bila pertumbuhan bakteri asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negarasubtropis, asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktatdan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.

5. Pengupasan kulit ari
Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan agar miselium fungi dapat menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan dapat dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.

6. Pencucian 2
Proses pencucian akhir dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibentuk oleh bakteri asam laktat dan agar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya dapat menghambat pertumbuhan fungi.
7. Perebusan 2
Tujuan perebusan 2 untuk melunakkan keping-keping biji kedelai. Selain itu juga bertujuan untuk meminimalkan pertumbuhan bakteri patogen.
8. Penirisan dan pendinginan
Biji kedelai hasil perebusan 2 ditiriskan dan disimpan diatas tampah, kemudian diaduk-aduk secara merata agar keping biji menjadi kering dan dingin.
9. Inokulasi dengan ragi (peragian)
Proses peragian sangat menentukan kualitas tempe yang akan dihasilkan. Dosis ragi yang dibutuhkan untuk 1 kg biji kedelai sekitar 2 gram (1- 2 sdm) inokulum tempe. Inokulum tersebut diaduk merata pada seluruh keping biji yang akan dibuat tempe. Keping biji kedelai yang telah dicampur dengan inokulum dihamparkan diatas rak kayu yang telah disiapkan pada ketebalan sekitar 2-3 cm. Setelah itu keping biji kedelai dibungkus dengan kantong plastik, daun jati atau daun pisang.
10. Proses pemeraman
Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai bahan pembungkus atau wadah dapat digunakan (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu,dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara karena kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi dapatdilakukan pada suhu 20°C–37°C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yanglebih singkat biasanya untuk tempe yang menggunakan banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional menggunakan laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi sampai 36 jam.

d. Gambar Proses Pembuatan Tempe


e. Bagan Alir Pembuatan Tempe


III. PENUTUP
A Kesimpulan
Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi danantioksidan pencegah penyakit degeneratif. teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman danpengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.
Kandungan Gizi Pada Tempe antara lain Asam Lemak, Vitamin, Mineral dan Antioksidan. Hasil beberapa temuan terhadap potensi tempe di dalam mencegah oksidasi ataupun sebagai pembersih radikal bebas dapat memberikan nilai tambah bagi tempe yang selama ini seakan akan tenggelam di tengah kancah persaingan bahan pangan modern. Selain tempe berbahan dasar kacang kedelai, terdapat pula berbagai jenis makanan berbahan bukan kedelai yang juga disebut tempe. Terdapat dua golongan besar tempe menurut bahan dasarnya, yaitu tempe berbahan dasar legum dan tempe berbahan dasar non-legum.
Proses pembuatan tempe melibatkan mikroorganisme yaitu menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".

B.Saran
Penulis menyarankan kepada para pedagang tempe untuk membuat usaha pembuatan tempe sendiri (home industri) sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.


DAFTAR PUSTAKA
Anonimous, 2008. Panduan SL – PTT Departemen Pertanian.
Astawan, M. dan Mita W. Teknologi pengolahan pangan nabati tepat guna. Jakarta : Akademika Pressindo, 1991. Hal. 94-96.

Bambang Cahyono. 2007. Kedelai, Tehnik Budidaya dan Analisis Usahatani. Semarang: CV Aneka Ilmu.
Buku seri teknologi makanan II. Bogor : Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, 1983. Hal. 39-45.

Sarwono, B. Membuat tempe dan oncom. Jakarta : PT. Penebar Swadaya, 1982. Hal. 10-15.

http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/19679/ternyata-tempe-makanan-mewah-di-luar-negeri. Diakses tanggal 2 Maret 2015.

https://www.academia.edu/6191948/kandungan_gizi_tempe_beserta_manfaatnya. Diakses tanggal 2 Maret 2015.

Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 548993

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

12134
7152
11613
8736
9763
4771

07-2018

08-2018

09-2018

10-2018

11-2018

12-2018