Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

Rancang Bangun BPP Jambi

  PENCARIAN DATA :

Layanan Publik

Motto "BAPELTAN JAMBI BISA"

Maklumat Pelayanan Infromasi Publik
"Dengan ini, kami menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan informasi publik yang telah ditetapkan, dan apabila tidak menepati janji, kami siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku"

MUTIARA HIKMAH :
"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Jam Pelayanan
a. Pelayanan Tamu
- Senin s.d Kamis pukul 08.00 s.d 16.00 wib
- Istirahat pukul 12.00 s.d 13.00 wib
- Jumat pukul 08.00 s.d 16.30 wib
- Istirahat pukul 12.00 s.d 13.00 wib
b. Pelayanan Peserta Pelatihan
- Senin s.d Sabtu pukul 08.00 s.d 21.00 wib

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             1%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             70%
 Baik
             23%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


POTENSI JAGUNG INDONESIA SEBAGAI PRODUK EKSPOR

Oleh : Adhis Millia Windhy, M.Agr
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Dibeberapa daerah di Indonesia tanaman jagung dikenal sebagai salah satu makanan pokok kedua setelah nasi, bahkan di Madura dan Nusa Tenggara masyarakatnya mengkonsumsi jagung sebagai makanan sumber pangan yang utama. Jagung juga diketahui mempunyai kandungan karbohidrat selain gandum dan padi sehingga merupakan komoditas strategis dan bernilai ekonomis yang memiiki peluang untuk terus dikembangkan. Selain itu jagung juga mempunyai peranan sebagai bahan baku pakan ternak untuk sektor industri maupun rumah tangga. Hal ini sejalan dengan kebutuhan jagung yang terus meningkat setiap tahunnya sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan kebutuhan untuk pakan, sehingga perlu diimbangi dengan penambahan jumlah produksi.

Tanggal Upload : 30-06-2020
Jumlah Hit (telah di download) : 40 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


KETAHANAN PANGAN INDONESIA DI TENGAH DAMPAK COVID-19

Oleh : Adhis Millia Windhy, M.Agr
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Penyebaran covid 19 ke Indonesia mulai terdeteksi pada awal tahun 2020 dengan bertambahnya jumlah pasien yang terjangkit corona virus membuat pemerintah akhirnya memberlakukan social distancing maupun physical distancing. Penerapan ini berakibat banyak perusahaan maupun kantor pemerintahan yang memperkerjakan pegawainya untuk bekerja dari rumah atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Tentu saja penerapan WFH ini akan berdampak diberbagai sektor, salah satunya sektor pertanian dalam menjaga hajat hidup bangsa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pokoknya yaitu pangan. Ditengah gejolak covid 19 pemerintah berusaha agar ketahanan pangan di Indonesia tetap terjaga perlu upaya pemulihan dan penguatan sistem pangan sebagai prioritas utama saat ini.

Tanggal Upload : 30-04-2020
Jumlah Hit (telah di download) : 52 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


IMPLIKASI PENURUNAN HARGA KOMODITAS PERKEBUNAN TERHADAP NTP PERKEBUNAN RAKYAT

Oleh : Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Badan Pusat Statistik mencatat nilai tukar petani perkebunan rakyat pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 94.98 dibandingkan tahun sebelumya sebesar 100.38. Dengan kata lain, NTP perkebunan rakyat mengalami penurunan sebesar 5.38%. Namun, tren penurunan NTP tidak hanya terjadi pada tahun 20017-2018 saja, Tren penurunan NTP perkebunan rakyat juga terjadi dari tahun 2008 hingga tahun 2018. Penurunan NTP perkebunan rakyat telah terkoreksi sebesar 13.2 % sejak tahun 2008.

Tanggal Upload : 26-12-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 75 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERUBAHAN FISIOLOGIS JAMUR TIRAM

Oleh : Yunisa Tri Suci, S.TP., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Komoditas jamur umumnya bersifat perishable (mudah rusak) sehingga harus ditangani secara baik dan benar serta hati-hati agar penurunan mutu dan kehilangan hasil dapat ditekan. Produk pascapanen dihadapkan pada stress utama yang memacu laju kemunduran yang mengakibatkan berkurangnya masa simpan. Pemacu tersebut adalah:
1. Hilangnya suplai air terhadap produk
2. Tidak adanya tingkat sinar untuk aktivitas fotosintesis.
3. Penempatan pada regim suhu diluar normal suhu lingkungannya.
4. Adanya kerusakan mekanis yang disebabkan oleh pemanenan.
5. Meningkatnya kepekaan dari serangan mikroorganisme pembusuk mulai panen dan selama penanganan pascapanennya.

Tanggal Upload : 30-11-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 80 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


POTENSI EKSPOR KOPI INDONESIA SI HITAM YANG MEMPESONA DUNIA

Oleh : Adhis Millia Windhy, M.Agr
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Kopi sebagai salah satu jenis komoditas unggulan perkebunan yang dimiliki Indonesia dan berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Tahun 2017, nilai ekspor kopi masih menempati urutan keempat komoditas terbesar di Indonesia setelah kelapa sawit, karet dan kelapa. Pemerintah saat ini fokus dalam meningkatkan produksi komoditas kopi dalam negeri melalui penyediaan bibit berkualitas tinggi, pemupukan tepat waktu, manajemen air dan program peremejaan untuk mengganti tanaman kopi yang sudah tua. Pengembangan kopi ke depan juga akan lebih memperhatikan aspek kearifan lokal, sehingga dapat dihasilkan jenis-jenis kopi specialty yang bernilai tinggi dari berbagai daerah.

Tanggal Upload : 30-09-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 274 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


THE RELATIONSHIP BETWEEN INDONESIA FARMERS’ TERMS OF TRADE AND GROSS DOMESTIC PRODUCT

Oleh : Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si
Agricultural Trainer Candidate

Indonesia has grown becoming one of G20 countries joining other strong countries such as United States of America, China, United Kingdom and etc. It depicts the resilience of Indonesia’s ecnomomy. The world bank data (2019) revealed that Indonesia had Gross Domestic Product (GDP) of US$ 1.15 trillion in 2018. Indonesia has grown consistently amid global uncertainty because of the ongoing trade dispute between USA and China. This was depicted by the average of Indonesia’s growth which reach 5.46 from 2010 until 2018 (World Bank 2019).
One of factors which support stability of Indonesia’s economic growth is agricultural sector. Agricultural sector has strategic role in terms of creating job for people, obtaining foreign exchange reverses and providing food and fiber. Badan Pusat Statistik (2019) showed that labor of agricultural sector reached 30.46% of total Indonesia labor force. The agricultural activity mostly is conducted in rural area and dominated by on farm acticity. Therefore, farmers’ welfare always become the main purpose of the development of agricultural sector (Rachmat 2013).

Tanggal Upload : 13-08-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 114 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PANEN DAN PASCA PANEN KOPI

Oleh : Yunisa Tri Suci, S.TP., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Kopi merupakan salah satu dari 10 komoditas ekspor utama Indonesia yang menjadi komoditas andalan penghasil devisa negara. Areal perkebunan kopi di Indonesia 1,291 juta hektar dimana 96% diantaranya areal perkebunan kopi rakyat. Produksi Kopi di Indonesia cenderung meningkat dan volume perdagangan kopi dunia dalam bentuk ekspor dan impor terus meningkat rata-rata 1,8% per tahun dan volume perdagangannya mencapai 4,99 juta ton per tahun.
Agar biji kopi dapat dipasarkan dengan tingkat harga yang menguntungkan maka diperlukan jaminan mutu yang sesuai dengan standar mutu Indonesia. Kriteria mutu biji yang meliputi aspek fisik, cita rasa dan kebersihan serta keseragaman dan konsistensi sangat ditentukan oleh setiap tahapan proses produksinya. Yusianto dan Mulato (2002) menyatakan bahwa penggunaan buah kopi yang matang dan pengolahan yang tepat akan menciptakan hasil yang bermutu dan tidak mudah rusak. Kerusakan akibat penanganan pascapanen yaitu biji rusak akibat penggilingan, biji berbau apek akibat fermentasi yang terlalu lama, serangan kapang akibat pengaturan kadar air yang salah (SNI 01-29072008), dan penyangraian yang tidak tepat. Kurangnya pengetahuan petani tentang teknologi dan tahapan pascapanen yang tidak terkontrol menyebabkan rendah nya mutu kopi di pasaran. Mutu yang rendah akan berpengaruh terhadap harga dan kemudahan menembus pasar.
Teknologi pascapanen memiliki peranan penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. Penangan pascapanen bertujuan untuk menurunkan kehilangan hasil, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan nilai guna dan nilai tambah suatu produk. Pengolahan kopi rakyat masih merupakan kopi asalan dengan mutu rendah (mutu 5 dan 6) dan kadar air masih relatif tinggi (sekitar 16%). Hal ini disebabkan teknis pengolahan yang belum baik. Umumnya kopi asalan yang dipasarkan tidak disortasi oleh petani, sehingga kopi yang diperdagangkan masih mengandung sebagian bahan yang dapat menurunkan mutu kopi
(Ismayadi dan Zaenudin, 2003).

Tanggal Upload : 31-07-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 217 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


KONSEP NILAI TUKAR PETANI

Oleh : Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Nilai tukar petani (NTP) merupakan salah satu indikator utama pengukuran tingkat kesejahteraan petani. Kondisi tersebut diakibatkan tidak adanya indikator kesejahteraan yang unik lainnya bagi rumahtangga tani, sehingga NTP dijadikan sebagai satu-satunya indikator untuk menilai tingkat kesejahteraan petani (Simatupang dan Maulana 2008). BPS (2019) mendefinisikan NTP sebagai perbandingan indeks harga yang diterima petani (IT) terhadap indeks harga yang dibayarkan petani (IB). Indeks harga yang dierima petani (IT) merupakan harga tertimbang dari harga setiap komoditas pertanian yang dijual petani. Indeks harga yang dibayarkan petani (IB) merupakan harga tertimbang dari harga barang konsumsi dan biaya produksi dan penambahan barang modal dari barang yang dikonsumsi atau dibeli petani. Nilai tukar petani menggambarkan tingkat daya beli petani terhadap berbagai produk yang dibelinya termasuk barang input produksi dan barang konsumsi. Oleh karena itu, semakin tinggi indeks NTP maka relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.

Tanggal Upload : 30-04-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 189 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERUBAHAN FISIOLOGIS PASCAPANEN BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa)

Oleh : Yunisa Tri Suci, S.TP., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Pengolahan produk hortikultura semakin bervariasi tergantung dari tujuan pemanfaatannya. Syarat yang harus dipenuhi sebelum masuk ke proses pengolahan sangat menentukan kualitas dari produk yang dihasilkan, salah satunya yang menjadi titik kritis kualitas produk, yaitu indeks ketuaan panen. Menurut Ahmad (2013) indeks ketuaan panen adalah suatu ukuran untuk menentukan apakah produk hortikultura tersebut sudah dapat dipanen atau belum yang disesuaikan dengan tujuan pemanfaatannya, dapat bersifat subyektif (S) maupun obyektif (O).
Berdasarkan obyek pengamatannya, indeks ketuaan panen dapat digolongkan menjadi lima hal, yaitu: indeks ketuaan visual (warna, bentuk, ukuran, dan tekstur), indeks ketuaan fisik (kekerasan, jenis butiran, struktur daging, dan berat jenis), indeks kimia (komponen kimia bahan), indeks fisiologis (laju respirasi dan konsentrasi etilen), serta indeks perhitungan (waktu pertumbuhan).
Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) adalah salah satu buah yang banyak digunakan pada industri farmasi dengan bagian yang dimanfaatkan adalah daging dari buah yang telah matang fisiologis (sudah mencapai puncak kematangan). Indeks ketuaan panen dari mahkota dewa dapat dilihat secara visual, yaitu melalui ciri fisik berupa warna merah cerah dan tekstur keras.

Tanggal Upload : 30-04-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 1728 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


FERMENTASI KAKAO

Oleh : Yunisa Tri Suci, S.TP., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Biji kakao sebagai bahan baku pembuatan coklat merupakan salah satu komoditi ekspor perkebunan yang strategis yang menghasilkan devisa besar untuk Indonesia. Akan tetapi produk biji kakao Indonesia pada umumnya tidak difermentasi sehingga harganya rendah di pasaran. Fermentasi merupakan inti dari proses pengolahan biji kakao. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk membebaskan biji kakao dari pulp (daging buah) dan mematikan biji saja, namun tujuan dari proses fermentasi ini terutama untuk memperbaiki dan membentuk cita rasa dan aroma cokelat yang enak dan menyenangkan serta mengurangi rasa sepat dan pahit.

Tanggal Upload : 26-12-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 1698 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : [ 1 ]  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 757878

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

10390
11745
13866
13527
17407
4828

03-2020

04-2020

05-2020

06-2020

07-2020

08-2020