Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             18%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             70%
 Baik
             26%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


DIKLAT PERTANIAN DAN WIDYAISWARA (PRASARAN UNTUK BALAI PELATIHAN PERTANIAN)


Oleh : Ir. Lindung, MP (Widyaiswara Madya)

Ada beberapa butir catatan menarik dari notulensi rumusan hasil Pertemuan Nasional Widyaiswara Pertanian Tahun 2013.

Pertama, isu strategis yang berkembang saat ini terkait dengan penyelenggaraan diklat yaitu: 1) pelatihan yang ada di Pusat Pelatihan Pertanian tidak efektif/’tidak nendang’, 2) ruh pelatihan tidak ada, dan 3) variasi metode pembelajaran yang kurang...........

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 08-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 589 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


IMPLEMENTASI PERMENTAN NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERTANIAN APARATUR DAN NON APARATUR DI BALAI PELATIHAN PERTANIAN (BPP) JAMBI


Oleh : Ir. Lindung, MP (Widyaiswara Madya)
Pedoman Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pertanian untuk aparatur dan non aparatur sudah diundangkan pada tanggal 6 September 2011 dalam Peraturan Menteri Pertanian, nomor: 49/Permentan/OT.140/9/2011. Pedoman ini menjadikan pegangan bagi Balai Pelatihan Pertanian Jambi dalam menyelenggarakan diklat.

Sejak terbitnya pedoman tersebut, penyelenggaraan diklat semakin jelas terutama untuk jenis dan jenjang diklat. Pedoman diklat pertanian mempunyai konsekuensi terhadap berbagai hal terutama penyesuaian di lapangan. Berikut hasil tinjauan terhadap implementasi Permentan nomor 49 tahun 2011 di BPP Jambi. Tinjauan dilakukan secara kualitatif, yaitu unsur-unsur yang ada di Permentan kemudian dihubungkan dengan yang sudah diimplementasikan di BPP Jambi.

Untuk membaca Makalah ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 08-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 907 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENGEMASAN STUM OKULASI MATA TIDUR UNTUK PENGIRIMAN

Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP (Widyaiswara Muda)

Dibandingkan dengan bahan tanam polybag, stum okulasi mata tidur paling banyak dipesan oleh berbagai perusahaan perkebunan dari Pusat Penelitian Karet. Alasannya adalah karena bibit stum okulasi mata tidur lebih mudah dan murah diangkut untuk jarak jauh. Agar bibit stum okulasi mata tidur mutunya tetap baik sampai di lokasi penerimaan, penanganannya dari sejak pencabutan, pengemasan dan penanganan setelah sampai di tujuan perlu diperhatikan.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 29-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 1188 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNIK PENYEMAIAN CABAI DALAM KOKER DAUN PISANG

b]Oleh :Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP (Widyaiswara Muda)

Benih cabai hibrida sebenarnya dapat saja disemaikan dengan cara disebar. Namun, dengan pertimbangan ekonomis, cara sebar akan sangat merugikan karena mengingat harga benih cabai hibrida sangat mahal. Dengan system sebar, tidak semua bibit dapat dipakai. Padahal satu benih hibrida harus dapat menghasilkan satu bibit tanaman.

Kelebihan bibit cabai hibrida adalah sebagai berikut :
1. Pertumbuhannya sangat cepat dan berumur genjah (masa panen relatif pendek.
2. Sangat responsif terhadap perlakuan pemupukan tinggi.
3. Kualitas atau mutu buah lebih bagus dari pada cabai biasa dan bobotnya lebih berat.
4. Dengan perlakuan yang sama, produksi per tanaman maupun per luas areal lebih besar dari pada cabai biasa.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 29-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 2254 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERAN PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI

Oleh : Lisa Marianah, SP. (Widyaiswara Pertama)

Menurut data statistik tahun 2012, 6,01 % tingkat pendidikan petani Indonesia tidak tamat SD, 14,14 % tamat SD, 28,07 % lulus SMP, 20,74 % tamat SMA, dan 31,05% lulus perguruan tinggi. Secara ekonomi, sekitar 56 persen petani kita hidup secara subsistem dengan rata-rata luas kepemilikan lahan kurang dari 0,5 hektare dan pendapatan Rp16 juta/hektare/tahun. Mayoritas profesi masyarakat Indonesia adalah petani, sehingga negara kita juga disebut dengan negara agraris. Karena kaya akan sumberdaya alam dan terkenal dengan kesuburan tanahnya.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 29-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 1430 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


SELAI NENAS GORENG

Oleh : drh. Linda Hadju Widyaiswara Madya

Nenas merupakan salah satu tanaman buah yang sudah lama dikenal luas oleh masyarakat. Tanaman ini cukup mudah untuk dibudidayakan, dan iklim Indonesia ternyata sangat cocok untuknya. Pada tahun 1992 secara nasional terdapat 165.690 Ha luas areal tanaman nenas yang tersebar di seluruh Indonesia (Lisdiana dan Widyaningsih, 1997).

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 28-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 576 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


MANISAN LIDAH BUAYA

Oleh : drh. Linda Hadju (Widyaiswara Madya)

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 28-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 570 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


KERIPIK JAMUR TIRAM MERAH (Pleurotus flabellatus)

Oleh :Drh. Linda Hadju (Widyaiswara Madya)

Selama ini yang banyak dikenal oleh masyarakat dipasaran adalah jamur tiram putih. Sebenarnya ada beberapa jenis jamur tiram yang dibudidayakan, antara lain yaitu jamur tiram merah, jamur tiram kuning, jamur tiram coklat, jamur tiram abu-abu dan jamur tiram biru. Diantara jenis jamur tiram diatas yang paling digemari oleh petani untuk dibudidayakan adalah jamur tiram putih karena memiliki sifat yang adaptif dan tahan lama terhadap penyimpanan. Sedangkan jenis jamur tiram lainnya kurang popular karena warnanya yang mencolok dan terkesan jamur beracun.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 28-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 701 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENANGANAN PASCA PANEN CABAI

Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si. (Widyaiswara Muda)
Cabai segar mempunyai daya simpan yang sangat singkat. Oleh karena itu, diperlukan penanganan pasca panen mulai dari pemanenan sampai pengangkutan harus dilakukan secara hati-hati, Jika tidak maka penanganan akan membuat cabai mudah rusak dan menyebabkan penyusutan terhadap bobot cabai. Jumlah kerusakan yang terjadi mulai dari lapangan sampai ke tingkat pengecer sebesar 23 % (Suyanti, 2007).

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 28-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 10226 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


GULMA PENTING PADA TANAMAN KAKAO

Oleh :Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP (Widyaiswara Muda)

Gulma menimbulkan kerugian secara perlahan selama gulma tersebut hidup berinteraksi bersama dengan tanaman. Kerugian tersebut terjadi melalui proses persaingan atau kompotisi antara gulma dan tanaman dalam memperoleh sarana tumbuh seperti hara, air, cahaya, CO2, dan ruang tumbuh. Selain persaingan, kerugian tanaman dapat pula terjadi melalui proses alelopati, yaitu proses penekanan pertumbuhan tanaman akibat senyawa kimia (Alelokimia) yang dikeluarkan oleh gulma.

Untuk membaca artikel ini selengkapnya, silahkan klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini:

Tanggal Upload : 27-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 5428 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  9  [ 10 ]  11  12  13 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 477805

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

10146
13671
8653
10953
9417
6888

11-2017

12-2017

01-2018

02-2018

03-2018

04-2018