Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             19%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             68%
 Baik
             28%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


PENYIMPANAN BUAH MANGGA MELALUI PELILINAN

Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si., BPP Jambi

Mangga (Mangifera indica L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang mudah rusak dan tidak tahan lama. Kerusakan dapat disebabkan oleh benturan pada saat pengangkutan ataupun penyimpanan. (baca selanjutnya di download]

Tanggal Upload : 30-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 1903 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Penanganan Pasca Panen Hortikultura

Oleh: Puji Lestari, S.TP
Widyaiswara Pertama

I. PENDAHULUAN

Kebanyakan pasca panen produk hortikultura segar sangat ringkih dan mengalami penurunan mutu sangat cepat. Berbeda dengan bagian tanaman yang masih melekat pada tanaman induknya yang mendapat suplay air dan nutrisi atau makanan secara berlanjut, bagian tanaman yang telah dipanen atau dilepas dari tanaman induknya tidak lagi mendapatkan suplai air dan makanan.
Masalah penanganan produk hortikultura setelah dipanen (pasca panen) sampai saat ini masih mejadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius baik dikalangan petani, pedagang, maupun dikalangan konsumen sekalipun. Walau hasil yang diperoleh petani mencapai hasil yang maksimal tetapi apabila penanganan setelah dipanen tidak mendapat perhatian maka hasil tersebut segera akan mengalami penurunan mutu atau kualitasnya. Seperti diketahui bahwa produk hortikultura relatif tidak tahan disimpan lama dibandingkan dengan produk pertanian yang lain.
Hal tersebutlah yang menjadi perhatian kita semua, bagaimana agar produk hortikultura yang telah dengan susah payah diupayakan agar hasil yang dapat panen mencapai jumlah yang setinggi-tingginya dengan kualitas yang sebaik-baiknya dapat dipertahankan kesegarannya atau kualitasnya selama mungkin. Sehubungan dengan hal tersebut maka sangatlah perlu diketahui terlebih dahulu tentang macam-macam penyebab kerusakan pada produk hortikultura tersebut, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya terhadap penyebab kerusakannya. Selanjutnya perlu pula diketahui bagaimana atau upaya-upaya apa saja yang mungkin dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya kerusakan.



Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 2235 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNIK PENGENDALIAN GULMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP. MP.


I. PENDAHULUAN


Keberhasilan pengendalian gulma, hama dan penyakit pada tanaman jagung merupakan faktor-faktor penentu tercapainya tingkat hasil jagung yang tinggi. Gulma pada pertanaman jagung umumnya dikendalikan dengan cara mekanis dan kimiawi. Pengendalian gulma secara kimiawi berpotensi merusak lingkungan, sehingga perlu dibatasi melalui pemaduan dengan cara pengendalian lainnya. Pengendalian gulma dilaksanakan bila gulma itu benar-benar merugikan.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 4829 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PEMELIHARAAN TANAMAN JAGUNG

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP.,MP.

I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Jagung sebagai tanaman pangan di Indosesia, menduduki urutan kedua setelah padi. Namun Jagung mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dengan padi.
Di negara agraris seperti Indonesia, sangat mendukung dikembangkannya komoditi jagung. Sebab tanaman jagung memiliki potensi yang cukup untuk dibudidayakan dan mudah diusahakan. Peranan penganekaragaman kebutuhan pangan dari bahan jagung sangat diperlukan dalam usaha tani ini, sehingga tidak mustahil komoditi jagung pada dewasa ini mendapat perhatian. Bahkan dalam jangka waktu relatif pendek areal penanaman jagung hibrida yang memiliki keunggulan produksi berkembang dengan pesat, demikian pula jagung manis.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 403 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PANEN DAN PASCA PANEN BAWANG MERAH

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP,MP.

I. PENDAHULUAN

Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran bernilai ekonomis tinggi. Tanaman ini dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan petani, pendapatan negara, penyumbang keanekaragaman bahan pangan serta kecukupan gizi. Salah satu upaya meningkatkan produktifitas dan kualitas bawang merah yang sesuai dengan permintaan konsumen adalah penggunaan bibit berupa benih atau biji (true shallot seed = TSS).
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 879 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Teknologi Sambung Samping untuk Rehabilitasi Tanaman Kakao Dewasa

Oleh: Irwanto, SST (Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi)

Pertanaman kakao lindak di Indonesia hampir seluruhnya menggunakan bahan tanam asal benih. Keseragaman daya hasil dan mutu biji tanaman kakao asal benih tidak terjamin karena tanaman kakao menyerbuk silang. Menghadapi persaingan yang makin ketat, maka pentingnya produktivitas dan mutu biji yang tinggi dan homogen perlu mendapat perhatian para produsen. Pertanaman klonal merupakan upaya untuk memperoleh produktivitas dan mutu yang tinggi tersebut. Tindakan klonalisasi perlu diawali dengan tersedianya bahan tanam unggul dalam jumlah cukup serta teknologi klonalisasi yang handal, khususnya untuk batang bawah berupa semaian yang sudah dewasa/tua
Rehabilitasi untuk klonalisasi tanaman kakao dewasa dapat dilakukan dengan sambung samping (side-cleft grafting). Teknologi ini semula dikembangkan di Malaysia dan setelah banyak penyempurnaan kini sudah luas diterapkan pekebun Indonesia. Dengan teknologi ini pekebun tidak mengalami kehilangan hasil dari batang bawahnya. Tanaman hasil sambung samping telah mulai dapat dipetik buahnya pada umur 18 bulan setelah disambung, dan setelah berumur 3 tahun hasil buah sebanyak 15-22 buah per pohon. Perlu dipahami bahwa rehabilitasi dengan sambung samping adalah pekerjaan jangka panjang. Akhirnya rehabilitasi perlu dilengkapi dengan tindakan pemenuhan populasi tanaman dengan sulaman bibit klonal.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 1846 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Teknik Membuat/ Mempersiapkan Tiang Panjat Buah Naga (Dragon Fruits)

Oleh: Irwanto, SST (Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi)

Buah naga tergolong jenis tanaman yang merambat sehingga membutuhkan media sebagai tiang panjatnya. Tiang panjat tersebut harus kuat agar dapat menopang tanaman. Selain kuat, tiang panjat harus mampu bertahan selama beberapa tahun. Hal ini bertujuan agar usaha budidaya tanaman mendapatkan keuntungan.
Tiang panjatan bentuk tunggal/individu berupa batang tanaman hidup. Beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai panjatan hidup antara lain gamal, jaranan, dan suren. Bila menggunakan panjatan hidup adalah perakaran tanaman harus cukup dalam, minimal 30 cm. Ini dilakukan agar tanaman buah naga tidak berkompetisi dengan tanaman tiang panjatan dalam memperebutkan hara didalam tanah.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 4781 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PEMBENTUKAN DAN PEMANGKASAN KOPI ROBUSTA

Oleh :Fergutson Nainggolan, SP, M.Sc
(Widyaiswara Madya)

Dalam pertumbuhan kopi, pokok dari sebuah pembentukan ini dimana dibutuhkan teknik pembentukan, dari keseimbangan kanopi, dengan penuh keberanian tersendiri dari setiap bagian tanaman, mengkreasikan sebuah keseimbangan diantara pertumbuhan tanaman, dan hasil yang stabil.
Ada dua system dari pembentukan yaitu, pertama pembentukan berbagai tangkai batang tanpa menyisakan dari pembuangan yang menguasai batang. Metode ini digunakan Cara ini digunakan dalam memanen produksi buah pada tangkai dasar/bawah. Disisi lain pembentukan batang tunggal berarti tanaman telah dipotong pada 2 meter dengan produksi buah yang telah dipanen pada cabang kedua.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 293 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


MEMANEN KELAPA SAWIT

Oleh :Fergutson Nainggolan, SP, M.Sc
(Widyaiswara Madya)

Pada umumnya tanaman kelapa sawit yang tumbuh subur sudah dapat menghasilkan buah serta siap dipanen pertama pada umur sekitar 3,5 tahun jika dihitung mulai dari penanaman biji kecambah di pembibitan. Namun jika dihitung mulai penanaman di lapaangan maka tanaman berbuah dan siap panen pada umur 2,5 tahun. Buah terbentuk setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Waktu yang diperlukan mulai dari penyerbukan sampai buah matang dan siap panen kurang lebih 5-6 bulan.
Tanaman kelapa sawit rata-rata menghasilakan buah 20-22 tandan/tahun. Pada tanaman yang semakin tua produktivitasnya semakin menurun menjadi 12-14 tandan/tahun. Banyaknya buah yang terdapat dalam satu tandan tergantung pada faktor genetik, umur, lingkungan dan teknik budidaya. Jumlah buah pertandan pada tanaman yang cukup tua mencapai 1600 buah. Proses pematangan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulit buahnya. Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. Pada saat buah masak, kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. Jika terlalu matang, buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 1306 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERAN BAKTERI DARI AKAR TANAMAN KEDELAI DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN TERHADAP SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV)

Oleh:
Nugroho Setyowibowo, M. Biotech
Widyaiswara Pertama

1. PENDAHULUAN
Kedelai merupakan komoditas pangan penghasil protein nabati yang sangat penting di Indonesia. Kedelai bermanfaat sebagai bahan pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Tanaman kedelai menghendaki tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik, untuk dapat tumbuh dengan baik. Pertumbuhan kedelai juga dipengaruhi oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kedelai adalah adanya penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus. Beberapa virus telah diketahui menyerang tanaman kedelai di Indonesia diantaranya soybean mosaic virus (SMV), soybean stunt virus (SSV), soybean dwarf virus (SDV), bean yellow mosaic virus (BYMV), soybean yellow mosaic virus (SYMV), peanut stripe virus (PStV), cowpea mild mottle virus (CPMMV) (Roechan, 1992). Salah satu virus yang banyak memberikan kerugian serius pada berbagai daerah pertanian kedelai di dunia adalah virus SMV (Wang, 2009). Infeksi SMV dapat menurunkan produksi 35% hingga 50% pada kondisi alami di lapangan (Li et al., 2010).


Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 413 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  [ 2 ]  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 445007

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8889
9054
9128
10146
13671
3614

08-2017

09-2017

10-2017

11-2017

12-2017

01-2018