Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             0%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             71%
 Baik
             22%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


Sambung Pucuk Pada Tanaman Durian

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP


GRAFTING atau ent, istilah asing yang sering didengar itu, pengertiannya ialah menggambungkan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa, sehingga tercapai persenyawaan. Kombinasi ini akan terus tumbuh membentuk tanaman baru.
Pengertian sambung pucuk ialah penyatuan pucuk (sebagai calon batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang mampu saling menyesuaikan diri secara kompleks. Cara sambung pucuk ini sekarang sudah dipergunakan secara luas, yaitu pada tanaman hias, tanaman buah, dan tanaman perkebunan.
Karena begitu mudahnya sambung pucuk ini dibuat, maka cara ini sering digunakan untuk mengombinasikan beberapa varietas tanaman dalam satu tanaman. Penyambungan ini bisa dilakukan sewaktu tanaman masih bibit ataupun sesudah tanaman dewasa.
Bila dibandingkan dengan okulasi, ternyata cara sambung pucuk ini lebih cepat menghasilkan bibit, contohnya pada durian. Dua bulan sesudah biji durian disemai, bibit durian ini sudah bisa disambung pucuk, dan 11 bulan kemudian bibit durian ini sudah mencapai tinggi 60 – 90 cm. Sedang bila kita menggunakan cara okulasi, batang bawah baru bisa diokulasi setelah umur 15 bulan setelah semai.
Maksud sambung pucuk di sini adalah penyatuan pucuk (batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang cocok secara kompleks.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 367 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Melakukan Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP.


I. PENDAHULUAN

Setelah ditanam, tanaman membutuhkan perawatan intensif agar dapat tumbuh hingga berproduksi dengan baik. Ada dua masa yang akan dilalui tanaman hingga dapat berproduksi, yaitu masa vegetatif dan masa generatif.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 377 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNIK SELEKSI BIJI PEPAYA

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP

Untuk mendapatkan benih (biji) pepaya yang baik, yaitu yang memiliki kadar kemurnian benih cukup tinggi, harus dilakukan pemilihan atau seleksi . Buah pepaya yang akan diambil bijinya untuk bakal benih harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
A. Pemilihan Buah
Buah pepaya yang akan digunakan untuk keperluan perbanyakan (diambil bijinya sebagai benih) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1) Berasal dari pohon induk yang jelas(pohon sempurna)
2) Berasal dari varietas unggul.
3) Buah masak di pohon. Buah yang masak karena dikarbit tidak baik untuk digunakan sebagai benih.
4) Berasal dari tanaman yang bebas dari serangan hama dan penyakit.
Buah pepaya yang berasal dari tanaman sakit atau matangnya akibat pemeraman, tidak dianjurkan untuk diambil bijinya sebagai benih, karena akan menghasilkan turunan yang kurang baik.
5) Bentuk buah normal, tidak cacat ataupun rusak
6) Sebaiknya dipilih buah pepaya yang berbentuk bulat, panjang, dan besar atau yang berbentuk lonjong karena memiliki daging buah yang tebal dan termasuk paling digemari konsumen.
Menurut hasil penelitian, buah pepaya yang berbentuk lonjong ± 1/3 bagian dari pangkal buah harus dibuang, karena memiliki kemungkinan akan menghasilkan pohon betina (1/2) dan pohon sempurna (1/2). Bagian yang tersisa (2/3 bagian) akan menghasilkan pohon betina (1/3) dan pohon sempurna (2/3). Buah pepaya yang berbentuk bulat kemungkinan besar akan menghasilkan pohon jantan dengan persentase yang tinggi.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 308 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Pengolahan Lada

Oleh : Puji Lestari, S.TP (Widyaiswara Pertama)

I. PENDAHULUAN
Lada memiliki nama latin Piper nigrum dan merupakan family Piperaceae. Lada disebut juga sebagai raja dalam kelompok rempah (King of Spices), karena merupakan komoditas yang paling banyak diperdagangkan. Daerah yang merupakan sentra produksi lada di Indonesia adalah Bangka dan Lampung dan pada beberapa tahun terakhir ini telah dikembangkan secara intensif di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara.
Kondisi perkebunan lada Indonesia saat ini sekitar 11,50% dari seluruh luas komoditi perkebunan dengan kemampuan modal yang lemah. Dampak dari kondisi tersebut mengakibatkan perkembangan teknologi ditingkat petani untuk perbaikan mutu, budidaya/pengembangan tanaman sangat lambat dan tidak mengalami perubahan.
Nilai ekonomis dari tanaman lada atau merica sebenarnnya cukup tinggi. Karena lada atau merica akan selalu dibutuhkan oleh semua orang sampai kapanpun. Maka budidaya merica akan punya banyak manfaat baik untuk pribadi maupun pasaran. Tanaman lada mulai berproduksi pada umur 3-4 tahun dan dapat diproduksi sampai berumur 15 tahun atau lebih. Buah lada pada mulanya berwarna hijau muda, kemudian berubah menjadi hijau tua, dan bila sudah tua berwarna kuning atau kemerah merahan.
Potensi lada sangat besar di kalangan masyarakat namun sayangnya industri hilirnya terbatas sehingga pengolahannya perlu lebih dikembangkan lagi di masa mendatang agar dapat meningkatkan perekonomian daerah dan memberikan efek pemberdayaan ekonomi bagi petani lada. Pengolahan buah lada sangat penting untuk memenuhi standar mutu yang berlaku sehingga menjadi sumber daya lokal dan alternatif dalam peningkatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 366 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Bahan Tambahan Makanan

Oleh : Puji Lestari, S.TP (Widyaiswara Pertama)

I. PENDAHULUAN
Bahan tambahan makanan (BTM) menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88 adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan bukan merupakan ingredient khas makanan, dan tidak mempunyai nilai gizi, yang sengeja ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan pangan untuk menghasilkan komponen atau mempengaruhi sifat khas dan meningkatkan mutu makanan tersebut. Termasuk didalamnya antioksidan, pengawet, pengelmusi, anti kempal, Pematang, pemucat dan pengental. Bahan tambahan makanan adalah bahan yang secara alamiah bukan merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam makanan tersebut karena perlakukan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan. Dengan kata lain bahwa tujuan adalah memperbaiki penampakan, warna, bentuk, cita rasa, tekstur, flovour dan memperpanjang masa simpan.
Penggunaan bahan tambahan makanan diperbolehkan untuk tujuan mempertahankan nilai gizi makanan dan mempertahankan mutu kestabilan makanan serta memperbaiki sifat-sifat organoleptik sehingga tidak menyimpang dari sifat alaminya. Bahan tambahan yang tidak boleh dipergunakan untuk tujuan menyembunyikan cara pembuatan atau pengolahan yang kurang baik pada suatu makanan yang dibuat dari bahan yang kurang baik mutunya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 349 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNOLOGI PEMBUATAN PUREE MANGGA

Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si., BPP Jambi
Mangga merupakan komoditas buah yang mudah rusak dan tidak tahan lama, untuk itu buah .... (baca selanjutnya)

Tanggal Upload : 25-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 850 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNOLOGI PEMBUATAN DODOL DARI BUAH NAGA

Oleh: Masnun
BPP Jambi

Buah naga merupakan tanaman kaktus dari famili Cactaceae dengan subfamily Cactoidea, yang terdiri dari buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus). Buah naga memiliki rasa ...... (baca selengkapnya di download)

Tanggal Upload : 22-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 852 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNOLOGI PEMBUATAN BIOBRIKET DARI LIMBAH BAGLOG

Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Madya


I. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Energi mempunyai peranan yan sangat penting dalam kehidupan manusia, karena setiap aktivitas manusia didukung oleh energi. (baca selengkapnya......)

Tanggal Upload : 09-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 433 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


KONSERVASI TANAH DAN AIR DI LAHAN KERING

Oleh: Binsar Simatupang, SP, MP/Widyaiswara Muda BPP Jambi

Konservasi tanah dan air dilahan kering merupakan upaya meningkatkan fungsi lahan untuk berproduksi secara lestari, sehingga potensinya dapat dioptimalkan sebagai sumber pendapatan keluarga tani di pedesaan. Lahan kering marginal yang berstatus kritis dicirikan oleh solum tanah yang dangkal, kemiringan lereng curam, tingkat erosi telah lanjut, kandungan bahan organik sangat rendah, serta banyak singkapan batuan di permukaan.
Kerusakan tanah atau menurunnya kualitas tanah dan air disebabkan dua faktor utama yakni faktor alamiah yang terdiri dari iklim, bentuk permukaan tanah atau topografi, arah lereng, keseragaman lereng, konfigurasi lereng, vegetasi dan tanah. Faktor ke dua adalah ulah manusia seperti penggundulan hutan, bercocok tanam dengan melakukan pengolahan lahan tidak sesuai teknik-teknik konservasi, pencemaran lingkungan akibat sampah yang mengandung racun atau bahan kimia yang mencemarkan tanah dan air, penggunan pupuk yang tidak seimbang dan pembakaran hutan.
Dalam upaya mengatasi degradasi tanah dan air untuk memperoleh lahan yang ideal dalam usaha pertanian, maka tindakan yang harus ditempuh dengan cara vegetatip dan cara mekanis. Cara vegetatif adalah dengan tanaman konservasi, penggunaan sisa-sisa tanaman (seresah/mulsa), penanaman menurut kontur seperti budidaya lorong. Sedangkan cara mekanis dapat dilakukan dengan pengolahan tanah minimum, pengolahan tanah menurut kontur (memotong lereng), pembuatan guludan, teras dan saluran (pembuangan) air dengan memanfaatkan alat sederhana bingkai A yang digunakan untuk membuat garis kontur.

Tanggal Upload : 31-08-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 4390 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PEMANFAATAN SERANGGA PENYERBUK KELAPA SAWIT (Elaeidobius kamerunicus) DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT

Oleh: Binsar Simatupang, SP, MP/Widyaiswara Muda BPP Jambi

Pemanfaatan serangga penyerbuk kelapa sawit Elaeidobius kamerunicus pada akhir-akhir ini semakin berkembang sejalan dengan timbulnya kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan biodiversity.
Elaeidobius kamerunicus adalah kumbang moncong yang termasuk ordo coleoptera, family curculionidae, dan sub family delominae. Siklus hidup hanya 21 hari yang betina dan 24 hari yang jantan. Dengan metamorfosis yang sempurna yaitu dari telur 3 hari menetas menjadi larva dengan 3 instar. Instar I berumur 2 hari, instar II berumur 2 hari dan menjadi instar III sampai umur 9 hari. Setelah Instar ke III kemudian menjadi kepompong dengan masa 6 hari lalu manjadi kumbang.
Manfaat serangga Elaeidobius kamerunicus adalah membantu penyerbukan kelapa sawit sehingga meningkatkan produksi tandan buah dimana kelapa sawit merupakan tanaman yang buah jantan dan betinanya terpisah, waktu anthesis kedua jenis bunga tersebut jarang bersamaan dalam satu pohon, maka dalam penyerbukan memerlukan perantara yang mampu memindahkan serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina yang sedang anthesis.
Berkaitan dengan pentingnya peranan serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus sebagai polinator alami diperlukan dalam meningkatkan produktivitas sawit, sehingga populasi dan efektivitasnya perlu dijaga, dipertahankan serta ditingkatkan optimalisasi pemanfaatannya untuk menunjang produktivitas kelapa sawit.

Tanggal Upload : 31-08-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 6050 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  2  3  [ 4 ]  5  6  7  8  9  10  11  12  13 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 548949

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

12134
7152
11613
8736
9763
4727

07-2018

08-2018

09-2018

10-2018

11-2018

12-2018