Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             1%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             71%
 Baik
             22%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


MEMANEN KELAPA SAWIT

Oleh :Fergutson Nainggolan, SP, M.Sc
(Widyaiswara Madya)

Pada umumnya tanaman kelapa sawit yang tumbuh subur sudah dapat menghasilkan buah serta siap dipanen pertama pada umur sekitar 3,5 tahun jika dihitung mulai dari penanaman biji kecambah di pembibitan. Namun jika dihitung mulai penanaman di lapaangan maka tanaman berbuah dan siap panen pada umur 2,5 tahun. Buah terbentuk setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Waktu yang diperlukan mulai dari penyerbukan sampai buah matang dan siap panen kurang lebih 5-6 bulan.
Tanaman kelapa sawit rata-rata menghasilakan buah 20-22 tandan/tahun. Pada tanaman yang semakin tua produktivitasnya semakin menurun menjadi 12-14 tandan/tahun. Banyaknya buah yang terdapat dalam satu tandan tergantung pada faktor genetik, umur, lingkungan dan teknik budidaya. Jumlah buah pertandan pada tanaman yang cukup tua mencapai 1600 buah. Proses pematangan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulit buahnya. Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. Pada saat buah masak, kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. Jika terlalu matang, buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 2312 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERAN BAKTERI DARI AKAR TANAMAN KEDELAI DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN TERHADAP SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV)

Oleh:
Nugroho Setyowibowo, M. Biotech
Widyaiswara Pertama

1. PENDAHULUAN
Kedelai merupakan komoditas pangan penghasil protein nabati yang sangat penting di Indonesia. Kedelai bermanfaat sebagai bahan pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Tanaman kedelai menghendaki tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik, untuk dapat tumbuh dengan baik. Pertumbuhan kedelai juga dipengaruhi oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kedelai adalah adanya penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus. Beberapa virus telah diketahui menyerang tanaman kedelai di Indonesia diantaranya soybean mosaic virus (SMV), soybean stunt virus (SSV), soybean dwarf virus (SDV), bean yellow mosaic virus (BYMV), soybean yellow mosaic virus (SYMV), peanut stripe virus (PStV), cowpea mild mottle virus (CPMMV) (Roechan, 1992). Salah satu virus yang banyak memberikan kerugian serius pada berbagai daerah pertanian kedelai di dunia adalah virus SMV (Wang, 2009). Infeksi SMV dapat menurunkan produksi 35% hingga 50% pada kondisi alami di lapangan (Li et al., 2010).


Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 559 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERLAKUAN BENIH KEDELAI SEBELUM TANAM

Oleh:
Elly Sarnis Pukesmawati,SP., MP.


Penanaman kedelai di tanah yang subur biasanya tidak menimbulkan masalah, karena pada hakikatnya tanah seperti ini banyak mengandung bahan – bahan organis seperti Nitrogen yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebaliknya penanaman kedelai ditanah yang kurang subur atau belum pernah ditanami kedelai sama sekali akan mengakibatkan pertumbuhan kedelai kurang sempurna. Warna daun kurang segar (hijau kekuning – kuningan), karena kekurangan unsur Nitrogen akibat tidak adanya aktivitas bakteri Rhizobium Jafonicum.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 1051 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Menanam Sayuran Dengan Teknik Vertikultur

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP.

Menyempitnya lahan-lahan pertanian ternyata bukan suatu halangan untuk mengusahakan budidaya tanaman sayuran. Sistem vertikultur adalah jalan keluarnya. Pada awalnya sistem ini hanyalah pengembangan dari sistem penanaman di dalam pot biasa. Setelah direka – reka ternyata dengan mengusahakan tanaman dalam pot secara bertingkat dapat diperoleh populasi tanaman yang jauh lebih banyak. Selanjutnya berkembanglah sistem penanaman secara bertingkat dengan aneka bentuk dan wadah, serta ragam tanaman. Sistem ini secara umum disebut vertikultur yang berarti bertanam secara berjenjang atau bertingkat.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 899 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Menanan Jamur Merang di Dalam Kumbung

Oleh
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP


A. Latar Belakang
Budidaya jamur merang di dalam kumbung merupakan teknik budidaya jamur yang dilakukan secara modern dengan menggunakan media tumbuh yang sudah di pasteurisasi (dikomposkan) pada rak-rak di dalam kumbung jamur. Penggunaan kumbung dimulai pada pertengahan tahun 1970. Sejak itu, budidaya jamur di dalam kumbung terus dikembangkan.
Budidaya jamur merang secara modern ini sangat dianjurkan untuk diusahakan dengan skala komersil. Cara modern ini dapat diterapkan pada segala musim karena suhu dalam kumbung jamur dapat diatur. Sementara media tumbuhnya pun dapat dari bermacam-macam bahan, baik satu macam bahan maupun campuran beberapa bahan sehingga tidak hanya bergantung pada jerami saja.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 889 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Sambung Pucuk Pada Tanaman Durian

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP


GRAFTING atau ent, istilah asing yang sering didengar itu, pengertiannya ialah menggambungkan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa, sehingga tercapai persenyawaan. Kombinasi ini akan terus tumbuh membentuk tanaman baru.
Pengertian sambung pucuk ialah penyatuan pucuk (sebagai calon batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang mampu saling menyesuaikan diri secara kompleks. Cara sambung pucuk ini sekarang sudah dipergunakan secara luas, yaitu pada tanaman hias, tanaman buah, dan tanaman perkebunan.
Karena begitu mudahnya sambung pucuk ini dibuat, maka cara ini sering digunakan untuk mengombinasikan beberapa varietas tanaman dalam satu tanaman. Penyambungan ini bisa dilakukan sewaktu tanaman masih bibit ataupun sesudah tanaman dewasa.
Bila dibandingkan dengan okulasi, ternyata cara sambung pucuk ini lebih cepat menghasilkan bibit, contohnya pada durian. Dua bulan sesudah biji durian disemai, bibit durian ini sudah bisa disambung pucuk, dan 11 bulan kemudian bibit durian ini sudah mencapai tinggi 60 – 90 cm. Sedang bila kita menggunakan cara okulasi, batang bawah baru bisa diokulasi setelah umur 15 bulan setelah semai.
Maksud sambung pucuk di sini adalah penyatuan pucuk (batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang cocok secara kompleks.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 402 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Melakukan Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP.


I. PENDAHULUAN

Setelah ditanam, tanaman membutuhkan perawatan intensif agar dapat tumbuh hingga berproduksi dengan baik. Ada dua masa yang akan dilalui tanaman hingga dapat berproduksi, yaitu masa vegetatif dan masa generatif.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 463 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNIK SELEKSI BIJI PEPAYA

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP

Untuk mendapatkan benih (biji) pepaya yang baik, yaitu yang memiliki kadar kemurnian benih cukup tinggi, harus dilakukan pemilihan atau seleksi . Buah pepaya yang akan diambil bijinya untuk bakal benih harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
A. Pemilihan Buah
Buah pepaya yang akan digunakan untuk keperluan perbanyakan (diambil bijinya sebagai benih) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1) Berasal dari pohon induk yang jelas(pohon sempurna)
2) Berasal dari varietas unggul.
3) Buah masak di pohon. Buah yang masak karena dikarbit tidak baik untuk digunakan sebagai benih.
4) Berasal dari tanaman yang bebas dari serangan hama dan penyakit.
Buah pepaya yang berasal dari tanaman sakit atau matangnya akibat pemeraman, tidak dianjurkan untuk diambil bijinya sebagai benih, karena akan menghasilkan turunan yang kurang baik.
5) Bentuk buah normal, tidak cacat ataupun rusak
6) Sebaiknya dipilih buah pepaya yang berbentuk bulat, panjang, dan besar atau yang berbentuk lonjong karena memiliki daging buah yang tebal dan termasuk paling digemari konsumen.
Menurut hasil penelitian, buah pepaya yang berbentuk lonjong ± 1/3 bagian dari pangkal buah harus dibuang, karena memiliki kemungkinan akan menghasilkan pohon betina (1/2) dan pohon sempurna (1/2). Bagian yang tersisa (2/3 bagian) akan menghasilkan pohon betina (1/3) dan pohon sempurna (2/3). Buah pepaya yang berbentuk bulat kemungkinan besar akan menghasilkan pohon jantan dengan persentase yang tinggi.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 347 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Pengolahan Lada

Oleh : Puji Lestari, S.TP (Widyaiswara Pertama)

I. PENDAHULUAN
Lada memiliki nama latin Piper nigrum dan merupakan family Piperaceae. Lada disebut juga sebagai raja dalam kelompok rempah (King of Spices), karena merupakan komoditas yang paling banyak diperdagangkan. Daerah yang merupakan sentra produksi lada di Indonesia adalah Bangka dan Lampung dan pada beberapa tahun terakhir ini telah dikembangkan secara intensif di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara.
Kondisi perkebunan lada Indonesia saat ini sekitar 11,50% dari seluruh luas komoditi perkebunan dengan kemampuan modal yang lemah. Dampak dari kondisi tersebut mengakibatkan perkembangan teknologi ditingkat petani untuk perbaikan mutu, budidaya/pengembangan tanaman sangat lambat dan tidak mengalami perubahan.
Nilai ekonomis dari tanaman lada atau merica sebenarnnya cukup tinggi. Karena lada atau merica akan selalu dibutuhkan oleh semua orang sampai kapanpun. Maka budidaya merica akan punya banyak manfaat baik untuk pribadi maupun pasaran. Tanaman lada mulai berproduksi pada umur 3-4 tahun dan dapat diproduksi sampai berumur 15 tahun atau lebih. Buah lada pada mulanya berwarna hijau muda, kemudian berubah menjadi hijau tua, dan bila sudah tua berwarna kuning atau kemerah merahan.
Potensi lada sangat besar di kalangan masyarakat namun sayangnya industri hilirnya terbatas sehingga pengolahannya perlu lebih dikembangkan lagi di masa mendatang agar dapat meningkatkan perekonomian daerah dan memberikan efek pemberdayaan ekonomi bagi petani lada. Pengolahan buah lada sangat penting untuk memenuhi standar mutu yang berlaku sehingga menjadi sumber daya lokal dan alternatif dalam peningkatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 466 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Bahan Tambahan Makanan

Oleh : Puji Lestari, S.TP (Widyaiswara Pertama)

I. PENDAHULUAN
Bahan tambahan makanan (BTM) menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88 adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan bukan merupakan ingredient khas makanan, dan tidak mempunyai nilai gizi, yang sengeja ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan pangan untuk menghasilkan komponen atau mempengaruhi sifat khas dan meningkatkan mutu makanan tersebut. Termasuk didalamnya antioksidan, pengawet, pengelmusi, anti kempal, Pematang, pemucat dan pengental. Bahan tambahan makanan adalah bahan yang secara alamiah bukan merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam makanan tersebut karena perlakukan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan. Dengan kata lain bahwa tujuan adalah memperbaiki penampakan, warna, bentuk, cita rasa, tekstur, flovour dan memperpanjang masa simpan.
Penggunaan bahan tambahan makanan diperbolehkan untuk tujuan mempertahankan nilai gizi makanan dan mempertahankan mutu kestabilan makanan serta memperbaiki sifat-sifat organoleptik sehingga tidak menyimpang dari sifat alaminya. Bahan tambahan yang tidak boleh dipergunakan untuk tujuan menyembunyikan cara pembuatan atau pengolahan yang kurang baik pada suatu makanan yang dibuat dari bahan yang kurang baik mutunya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 420 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  2  3  [ 4 ]  5  6  7  8  9  10  11  12  13 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 593846

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

9058
9283
8352
7771
8132
6974

12-2018

01-2019

02-2019

03-2019

04-2019

05-2019