Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             0%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             71%
 Baik
             22%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


PEMANFAATAN BURUNG HANTU (Tyto alba) SEBAGAI PREDATOR TIKUS

Oleh: Binsar Simatupang, SP, MP/Widyaiswara Muda BPP Jambi


Pemanfaatan Burung hantu (Tyto alba) sebagai predator tikus merupakan salah satu model pengendalian hama secara hayati yang mengikuti prinsip pengendalian hama terpadu. Tikus sawah (Rattus rattus argentiventer) merupakan hama yang dapat menimbulkan kerugian bagi tanaman pertanian, yang dapat menyerang tanaman padi, jagung, kedelai, kacang tanah dan ubi-ubian. Perkembangbiakan tikus sangat cepat, sehingga perlu dikendalikan dengan mengikuti konsep PHT.

Burung hantu (Tyto alba) merupakan salah satu predator yang potensial karena spesies ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan spesies lain yaitu ukuran tubuh yang relatif lebih besar, memiliki kemampuan membunuh dan memangsa tikus cukup baik, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan cepat berkembang biak.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan Burung hantu (Tyto alba) sebagai predator tikus perlu memahami peranan burung hantu dalam ekosistem pertanian, biologi dan ekologi dimana burung hantu berkembang dan bermukim, ciri-ciri fisiknya di alam, pola perkembangannya serta tingkah laku dalam hubungannya dengan mangsa utama (tikus) atau mangsa non utama yakni semua jenis serangga dari vertebrata tinggi lainnya dan menciptakan ruang dan tempat yang sesuai dengan habitat alaminya.

Tanggal Upload : 31-08-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 5714 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TANAMAN DUKU SEBAGAI PENYANGGA AIR

Oleh: SYUKUR, SP, MP
WIDYAISWARA MUDA

Hidrology meliputi kejadian, distribusi, gerakan, dan sifat air bumi. Ini melibatkan interaksi air dengan lingkungan fisik dan biologis. Sistem hidrologi adalah suatu sistem komponen yang saling terkait, termasuk proses presipitasi, evaporasi, transpirasi, infiltrasi, aliran air tanah, aliran sungai, dll, di samping struktur-struktur dan perangkat yang digunakan untuk mengelola sistem. Sistem hidrologi tunduk pada berbagai jenis pola cuaca dan kompleksitas spasial, dan dinamis dan acak di alam.
Siklus air, juga dikenal sebagai siklus hidrologi atau siklus H2O, menggambarkan pergerakan air yang kontinu pada, di atas dan di bawah permukaan bumi. Air dapat mengubah neraca antara cair, uap, dan es di berbagai tempat dalam siklus air. Meskipun neraca air di bumi tetap cukup konstan dari waktu ke waktu, molekul air individu dapat datang dan pergi, masuk dan keluar dari atmosfer. Bergerak air dari satu tempat penampungan ke yang lain, seperti dari sungai ke laut, atau dari laut ke atmosfer, oleh proses-proses fisik evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, limpasan, dan aliran bawah permukaan. Dengan demikian, air melewati fase yang berbeda: cair, padat, dan gas.

Tanggal Upload : 31-08-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 756 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENYADAPAN TANAMAN KARET

Oleh: SYUKUR, SP, MP
WIDYAISWARA MUDA

Penyadapan tanaman karet. Penyadapan adalah pelukaan buatan yang diberikan pada kulit batang dengan tujuan mengeluarkan lateks. Tanaman karet mulai dapat disadap pada umur 5-6 tahun, lilit batang 45 cm dengan ketinggian 100 cm diatas permukaan tanah dengan arah dari kiri atas kekanan bawah dengan sudut kemiringan 450 . Kedalaman irisan sadap 1-1,5 mm dari cambium dengan ketebalan 1,5-2 mm dengan frekuensi peyadapan satu kali dalam dua hari, waktu penyadapan yang dianjurkan mulai jam 06.00 WIB dan selesai tidak lebih dari jam 10.00 WIB. Kemampuan tanaman dalam menghasilkan lateks berubah dari waktu kewaktu, diperlukan system panen. Sistem panen yang dianjurkan untuk karet rakyat adalah system panen konvensional

Tanggal Upload : 31-08-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 6732 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


GAHARU DAN CARA PENYUNTIKAN GUBAL GAHARU PADA POHON GAHARU

Oleh: SYUKUR, SP, MP
WIDYAISWARA MUDA

Gaharu merupakan substansi aromatic berupa gumpalan yang terdapat diantara sel-sel kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami maupun buatan. Pada umunya terjadi pada pohon gaharu jenis Aquilaria spp. Gaharu juga biasa disebut dengan Karas/Alim/Garu dll.

Gaharu mengandung essens yang disebuat sebagai minyak essens (essential oil) yang dapat dibuat dengan ekstraksi atau penyulingan dari gubal gaharu. Essens gaharu ini digunakan sebagai bahan pengikat (fixative) dari berbagai jenis parfum, kosmetika, dan obat-obatan herbal. Selain itu, serbuk tatu abu dari gaharu digunakan sebagai bahan pembuat dupa/hio dan bubuk aroma therapy.

Tanggal Upload : 31-08-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 3014 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


MENGENAL BUAH NAGA

Oleh: SYUKUR, SP, MP
WIDYAISWARA MUDA

Indonesia merupakan Negara agraris yang beriklim tropis sehingga berbagai macam tanaman dapat tumbuh dan berkembang di Negara Indonesia. Banyak tanaman buah, sayur, dan tanaman konsumsi lain yang tumbuh di Indonesia. Selain itu Indonesia juga sebagai Negara dimana penghasil hasil bumi yang besar, namun dengan kurangnya teknologi yang memadai hasil bumi tersebut banyak yang tidak bias di ekspor keluar negeri. Salah satu tanaman yang sekarang sudah bias diespor yaitu buah.

Di Indonesia banyak sekali tanaman buah yang tumbuh. Di daerah dataran tinggi maupun daerah dataran rendah. Tanaman semusim atau pun tanaman tahunan banyak sekali yang tumbuh di Negara kita ini. Salah satu buah tahunan yaitu buah naga atau yang disebut sebagai “Dragon Fruit” yang mana buah ini mempunyai nilai jual yang sangat tinggi karena banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang buah naga dan bagai mana cara budidaya buah naga itu sendiri. Buah naga tergolong dalam tanaman kaktus yang hidup di daerah kering dan agak berpasir. Tanaman ini mempunyai tulang daun yang banyak terkandung air sehingga tahan terhadap panas. Selain itu tanaman buah naga ini perlu sinar matahari penuh atau tidak ada naungan karena jika ada naungan akan mempengaruhi produksi buah dan pertumbuhan tanaman buah naga itu sendiri.

Tanggal Upload : 31-08-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 3697 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENGOLAHAN KEDELAI MENJADI TEMPE KEJO SECARA SEDERHANA DI UNIT PENGOLAHAN HASIL BALAI PELATIHAN PERTANIAN JAMBI

Oleh : Kemas Muhammad Erwansyah, S.TP
(Pengelola UPH BPP Jambi)

Kedelai mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi karena kedelai merupakan sumber protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang paling baik. Dalam lemak kedelai terkandung beberapa fosfolipida penting, yaitu lesitin, sepalin, dan lipositol. Kedelai sudah diyakini banyak orang untuk penyembuhan penyakit, seperti diabetes, ginjal, anemia, rematik, diare, hepatitis, dan hipertensi. Kandungan zat dalam kedelai diyakini cukup berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit tersebut. Dengan berbagai manfaat dan khasiatnya itu, sangat disayangkan sampai saat ini Negara kita masih belum dapat memenuhi sendiri kebutuhan akan kedelai.

Kedelai dapat diolah menjadi salah satu produk makanan, yaitu Tempe. Tempe adalah makanan tradisional yang berasal dari Negara kita sendiri, yaitu Indonesia. Tempe merupakan makanan yang berguna untuk mencegah dan mengendalikan diare, meningkatkan vitalitas dan menghambat penyakit jantung koroner. Untuk membuat Tempe, selain bahan dasar kedelai maka juga diperlukan ragi, dan empat jenis kapang dari genus rhyzopus, yaitu rhyzopus oligosporus, rhyzopus stolonifer, rhyzopus arrhizus, dan rhyzopus oryzae.

Tanggal Upload : 04-08-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 577 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


MEMBUAT PESTISIDA NABATI

Oleh :Lisa Marianah,SP (Widyaiswara Pertama)


Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), setiap tahun di seluruh dunia terjadi keracunan pestisida antara 44.000 - 2.000.000 orang. Angka keracunan tertinggi terjadi di negara-negara yang sedang berkembang. Kesadaran akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang sehat, bebas dari bahan-bahan kimia serta semakin resistannya hama akibat aplikasi pestisida secara terus menerus, mendorong kesadaran pentingnya memiliki pengetahuan mengenai pestisida nabati dalam mengendalikan hama dan penyakit dalam kegiatan budidaya.

Tanggal Upload : 31-03-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 3339 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNIK SAMBUNG SAMPING TANAMAN KAKAO

I. PENDAHULUAN

Beberapa program terkait pengembangan perkebunan kakao yang dicanangkan pemerintah adalah peremajaan perkebunan kakao yaitu dengan merehabilitasi tanaman kakao yang sudah tua, karena tanaman kakao yang sudah cukup tua produksinya menurun. Menurut hasil penelitian tanaman kakao yang berusia diatas 25 tahun produksinya menurun menjadi 50% dari potensi produksi yang dimilikinya.
Keadaan pertanaman yang kurang produktif tersebut mendorong petani untuk melakukan peremajaan, dan penanaman ulang. Namun, petani lebih tertarik melakukan sambung samping untuk peremajaan tanaman yang kurang produktif atau sudah tua dibandingkan dengan cara membongkar dan tanam ulang, karena dengan sambung samping petani masih dapat memungut hasil buah kakao dan dapat menikmati pembuahan kakao yang lebih cepat dari keberhasilan teknik sambung samping.


II. TUJUAN

1. Memberikan gambaran tentang perbaikan tanaman kakao yang sudah tua tanpa harus membongkar tanaman tersebut.
2. Memberikan informasi tentang cara peremajaan tanaman kakao dengan Teknik Sambung Samping dengan menggunakan klon unggul.


TEKNIK SAMBUNG SAMPING KAKAO

A. Mengenal Teknik Sambung Samping
Teknik sambung samping adalah teknik perbaikan tanaman tua tanpa harus membongkar tanaman. Pada prinsipnya teknik sambung samping menggabungkan atau menyambung batang bawah dengan klon yang dikehendaki.
Teknologi ini semula dikembangkan di Malaysia dan setelah banyak penyempurnaan kini sudah luas diterapkan para petani di Indonesia. Dengan teknologi ini petani tidak mengalami kehilangan hasil dari batang bawahnya. Tanaman hasil sambung samping mulai dapat dipetik buahnya pada umur 18 bulan setelah disambung, dan setelah berumur 3 tahun hasil buah sebanyak 15-22 buah per pohon.
Teknik ini menggunakan batang atas (entres) dari kakao klon unggul yang dikehendaki kemudian disambungkan pada batang bawah tanaman kakao dengan tujuan untuk menghasilkan tanaman baru yang lebih produktif. Secara ekonomis teknik sambung samping cukup menguntungkan, adapun keuntungan yang lain adalah sebagai berikut :
a) Areal pertanaman kakao dapat direhabilitasi dalam waktu singkat.
b) Diperoleh tanaman yang kuat terhadap berbagai gangguan iklim.
c) Menekan biaya pembongkaran tanaman di lahan
d) Bibit murah, lebih cepat berproduksi dibandingkan dengan okulasi.
e) Sementara batang atas hasil sambung samping belum berproduksi, hasil buah dari batang bawah dapat dipertahankan.
f) Batang bawah berfungsi sebagai penaung sementara bagi batang atas yang sedang tumbuh.
g) Memperbaiki klon - klon tanaman yang telah ditanam apabila klon tanaman tersebut sudah tidak dikehendaki.

B. Persyaratan Penting dalam Sambung Samping
Sebelum melaksanakan teknik sambung samping, maka persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat dilakukan rehabilitasi dengan menggunakan teknik sambung samping meliputi persyaratan kebun, batang atas atau entres, dan batang bawah atau roodstock.

1. Persyaratan Kebun
Kebun kakao yang akan direhabilitasi adalah kebun hamparan dengan kondisi sebagai berikut :
- Jumlah tegakan/populasi tanaman antara 70%- 90% dari jumlah standar (1000 phn/Ha).
- Jumlah pohon pelindung > 70% dari standar.
- Lahan memenuhi persyaratan kesesuaian, meliputi : curah hujan 1500-2500 mm (sangat-sesuai) dan 1250- 1500 mm atau 2500- 3000 mm (sesuai); lereng 0-8% (sangat sesuai) dan 8- 15% (sesuai).

2. Persyaratan Batang Atas
Batang yang akan dijadikan batang atas mempunyai persyaratan sebagai berikut :
- Cabang berasal dari pohon yang kuat
- Perkembangannya normal
- Bebas dari hama dan penyakit
- Bentuk cabang lurus dan diameternya disesuaikan dengan batang bawah ± 1 cm.
Persiapan dalam pengambilan batang atas yaitu sebagai berikut :
- Entres diambil dari pohon entres kebun produksi
- Mempunyai produksi stabil
- Tahan hama dan penyakit utama kakao
- Klon anjuran untuk batang atas yaitu ICS60, ICS 13, TSH 858, UIT 1, GC 7, RCC 70, RCC 71, RCC 72, DAN RCC 73.
- Entres berupa cabang plagiotrop berwarna hijau atau hijau kecoklatan dan sudah mengayu, dengan ukuran diameter 0.75-1.50 cm.
- Panjang cabang ± 40 cm
- Entres yang telah diambil langsung disambung pada hari itu juga

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perbanyakan vegetatif tanaman kakao khususnya sambung samping adalah kesegaran entres. Berdasarkan kenyataan dilapangan kesegaran bahan entres kakao perlu dijaga untuk menjamin tingkat keberhasilan dalam penyetekan kakao. Hal ini ditunjukkan dengan semakin lama entres kakao disimpan maka semakin banyak energi yang digunakan, sehingga pada saat disambungkan terjadi penurunan persentase sambungan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan lainnya adalah kebersihan bahan dan alat, ketajaman pisau okulasi, serta keadaan cuaca selama okulasi.

3. Persyaratan Batang Bawah
Tanaman kakao yang akan di sambung samping adalah tanaman yang tidak produktif lagi atau sudah tua tanaman tersebut lebih dari 25 tahun. Kondisi tanaman kakao yang akan di sambung samping memiliki harus memiliki syarat batang bawah sebagai berikut :
a) Batang bawah harus sehat, kulit batang mudah dibuka atau warna kambiumnya putih bersih.
b) Apabila batang bawah kurang sehat, sebelum penyambungan lakukan pemupukan, pemangkasan, penyiangan gulma serta pengendalian hama dan penyakit.

C. Teknik Sambung Samping

Siapkan alat dan bahan
Dalam pelaksanaan penyambungan samping pada kakao, maka bahan-bahan dan alat-alat harus dipersiapkan terlebih dahulu, supaya dalam pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar.
Bahan dan alat yang perlu disiapkan antara lain batang bawah, entres klon unggul, gunting pangkas, pisau okulasi, kantong plastik ukuran 18 x 8,5 cm dengan tebal 0,01 mm (kantong gula pasir 0,25 kg), dan tali rafia yang telah dipotong - potong ± 1,25-1,50 m.

Teknik menyambung :
1) Penyambungan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.
2) Batang bawah dikerat pada ketinggian ± 50 cm dari permukaan tanah.
3) Entres yang digunakan untuk sambung samping di potong miring atau potongan disesuaikan penempatan pada batang bawah tanaman kakao.
4) Kulit batang diiris pada dua sisi secara vertikal dengan pisau okulasi, lebar 1-2 cm dan panjang ± 2-4 cm (sama dengan ukuran entres yang akan disambung sambung samping).
5) Kulit sayatan dibuka dengan hati-hati, entres dimasukkan ke dalam lubang sayatan sampai ke dasar sayatan.
6) Sisi entres yang telah disayat miring diletakkan menghadap batang bawah.
7) Tutup kulit sayatan tekan dengan ibu jari tutup dengan plastik kemudian diikat kuat dengan tali rafia.
8) Biarkan selama 2 atau 3 minggu.

Setelah dua sampai tiga minggu maka sambung samping sudah dapat dilihat, apakah berhasil atau tidak, ditandai entres masih segar sedangkan yang tidak berhasil kulit mengering atau busuk. Kemudian sambung samping yang jadi plastik penutup dapat dibuka setelah tunas tumbuh sepanjang ± 2 cm dengan cara bagian atas kantong plastik disobek. Lakukan pemeliharaan pada batang yang disambung samping meliputi segala aspek yaitu :
1. Penyiraman
Lakukan penyiraman secukupnya secara rutin, buang tunas air yang tumbuh disekitar batang atas terutama dekat tempat penyambungan.
2. Pemangkasan
Kegiatan pemangkasan meliputi : 1) pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada umur 7-10 hari setelah penyambungan dengan mengurangi ranting yang terlalu rimbun, 2) tunas batang atas diikatkan kebatang bawah agar pertumbuhan mengarah keatas, 3) Setelah 3 bulan pelaksanaan sambung samping sebaiknya tajuk batang bawah dipangkas. Batang bawah dapat dipotong total bila batang atas telah tumbuh kuat dan berbuah, caranya potong miring pada ketinggian ± 60cm diatas pertautan, luka bekas potongan dioles dengan TB 192, serta 4) tajuk batang bawah yang menaungi tunas hasil sambungan dipangkas seperdua bagian diatas sambungan.
3. Penyiangan dan Pemupukan
Penyiangan dilakukan dengan cara membuang gulma disekitar tanaman pokok, biasanya kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pendangiran dan pemupukan. Pemupukan dilakukan 2 kali, yaitu sebulan sebelum penyambungan dan sebulan setelah penyambungan.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila terjadi serangan, namun sebaiknya dilakukan pencegahan seperti sanitasi lingkungan disekitar tanaman kakao, mengubur buah atau ranting / batang tanaman yang terserang hama penyakit.


IV. KESIMPULAN

Teknik sambung samping kakao adalah teknik perbaikan tanaman tua tanpa harus membongkar tanaman. Tujuan untuk menghasilkan tanaman baru yang lebih produktif dan secara ekonomis dapat menekan biaya pengeluaran serta cukup menguntungkan. Sambung Samping Kakao dapat dilakukan apabila tanaman kakao sudah berusia diatas 25 tahun dan produksinya menurun menjadi 50% dari potensi produksi yang dimilikinya. Gunakan entres klon unggul yang disesuaikan dengan adaptasi tumbuhnya, untuk menghasilkan sambung samping yang baik.
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perbanyakan vegetatif tanaman kakao khususnya sambung samping adalah kesegaran entres. Berdasarkan kenyataan dilapangan kesegaran bahan entres kakao perlu dijaga untuk menjamin tingkat keberhasilan dalam penyetekan kakao. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan lainnya adalah kebersihan bahan dan alat, ketajaman pisau okulasi, serta keadaan cuaca selama okulasi.


DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim. 2008. http://agroinovasinusantara.wordpress.com /tag/sistem-sambung-samping/, posted 24 Oktober 2008
2. Anonim. 2010. http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2073810-morfologi-tanaman-kakao/, posted 13 Nopember 2010
3. Anonim. 2012. http://bengkeldesaintanamancacao.blogspot.com/, posted 11 April 2011
4. Anonim. 2012. http://fajarcelebes.blogspot.com/2012/07/langkah-langkah-sambung-samping-tanaman_28.html, posted 28 Juli 2012
5. Muhammad Kadir, 2011. Pertumbuhan Hasil Sambung Samping Tanaman Kakao dengan Ketinggian Pemotongan Batang Utama Yang Berbeda. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
6. Septyan Adi Pramana. 2012. Teknik Sambung Samping Pada Kakao (Theobroma cacao L.). BBP2TP, Surabaya.


Penulis : Puguh Nugroho, SST ( Widyaiswara Pertama )
Publish : 30 Maret 2015

(Download versi PDF)

Tanggal Upload : 30-03-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 632 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNIK PERBANYAKAN BIBIT KARET POLA KAKI TIGA

I. PENDAHULUAN

Peningkatan produksi karet yang optimal harus dimulai dengan pemilihan klon yang unggul, penggunaan bibit yang berkualitas sebagai batang bawah dan batang atas serta pemeliharaan yang baik. Pemilihan klon karet yang unggul tidak pernah terlepas dari penggunaan batang bawah yang berguna untuk memperbaiki sifat bahan tanaman karet agar dapat berproduksi secara optimal dan tahan terhadap jamur akar putih yang disebabkan oleh Rigidoporus lignosus. Batang bawah yang digunakan untuk perbanyakan tanaman karet dengan cara Perbanyak Bibit Karet Pola Kaki Tiga (3 in 1) dengan menggunakan klon unggul diharapkan menghasilkan pertumbuhan tanaman dan hasil getah karet optimal.
Bibit karet 3 in 1 merupakan salah satu perbanyakan tanaman karet secara vegetatif, karena inovasi bibit karet 3 in 1 ini dianggap baru bagi pelaku penangkar bibit atau pembudidaya maka diperlukan bimbingan atau pembinaan secara berkesinambungan dari peneliti, penyuluh dan widyaiswara tentang bibit karet ini agar menghasilkan bibit unggul yang diinginkan. Sehingga keberadaan bibit karet 3 in 1 ini dapat membantu peningkatan hasil produksi lateks yang lebih baik bagi pembudidaya karet di seluruh Indonesia.


II. TUJUAN

1. Memberikan gambaran tentang pentingnya penggunaan klon unggul dalam perbanyakan bibit, khususnya Bibit Karet Pola Kaki Tiga (3 in 1).
2. Memberikan informasi tentang cara perbanyak tanaman Bibit Karet Pola Kaki Tiga (3 in 1).


III. TEKNIK PEMBIBITAN KARET POLA KAKI TIGA

A. Klon Unggul
Klon Unggul Karet adalah suatu kelompok tanaman dalam suatu jenis spesies tertentu yang diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan organ tanaman tertentu dan kelompok tersebut memiliki sifat tahan terhadap serangan hama penyakit, cepat menghasilkan lateks, banyak menghasilkan lateks dan dapat digunakan secara luas dengan penciri tertentu yang berbeda sesuai sifat yang dimiliki oleh kelompok tanaman lain yang juga diperbanyak secara vegetatif pada jenis yang sama. Karena diperbanyak secara vegetatif maka tingkat keseragaman genetik suatu klon tinggi dan sama dengan induknya. Kalau terjadi ketidak stabilan sifat suatu klon bukan karena faktor genetik, akan tetapi karena adanya perbedaan antar lokasi penanaman.
Klon unggul baru merupakan syarat utama agar komoditas karet dapat menghasilkan produksi  dengan tingkat produktivitas yang tinggi sehingga dapat mendukung Indonesia menuju produsen karet terbesar dunia. Dalam upaya memperoleh klon-klon unggul, para peneliti dan pemulia tanaman terus menerus melakukan penelitian untuk menghasilkan klon karet unggul baik penghasil lateks, maupun lateks-kayu. 
Balai Penelitian Karet Sembawa telah menghasilkan klon-klon karet unggul yang direkomendasikan untuk periode tahun 2010-2014. Sistem rekomendasi disesuaikan dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman  yang menyebutkan bahwa klon/varietas yang dapat disebarluaskan kepada pengguna harus berupa benih bina. Klon anjuran komersial dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok klon penghasil lateks dan penghasil lateks-kayu, yaitu :
1. Klon penghasil Lateks, klon unggul anjuran yaitu IRR 104, IRR 112, IRR 118, IRR 220, BPM 24, PB 260, PB 330 dan PB 340.
2. Klon penghasil Lateks-Kayu, klon unggul anjuran yaitu RRIC 100, IRR 5, IRR 39, IRR 42, IRR 107 dan IRR 119.
3. Benih anjuran untuk Batang Bawah, klon unggul anjuran yaitu AVROS 2037, GT 1, BPM 24, PB 260, RRIC 100 dan PB 330.
(Sumber : Rekomendasi Klon Karet Unggul Periode 2010-2014 (Balai Penelitian Sembawa – Pusat Penelitian Karet Deptan))

B. Keuntungan Bibit Karet Pola Kaki Tiga (3 in 1)
Bibit Karet dengan akar tunggang tiga atau 3 in 1 ini mempunyai beberapa ke unggulan atau kelebihan :
1) Akar tunggang tidak putus seperti bibit yang di okulasi karena penanaman bibit batang bawah langsung dilakukan di Polybag
2) Bisa meminimalisir terjangkitnya jamur akar karena akar tungang tidak putus
3) Tidak mudah tumbang atau roboh dari pangkal ketika ada angin kuat, karena memiliki batang dan perakaran yang kuat ( 3 akar tunggang )
4) Pertumbuhan sangat kokoh karena di tunjang dengan akar tunggang tiga
5) Serapan unsur hara menjadi lebih banyak dari akar ke batang
6) Pemeliharaan yang rutin akan lebih cepat besar dan lebih cepat produksi getah karet atau lateks.
.
C. Teknik Pembibitan Karet Pola Kaki Tiga (3 in 1)
Bibit karet 3 in 1 merupakan salah satu perbanyakan tanaman karet secara vegetatif, karena inovasi bibit karet 3 in 1 ini dianggap baru bagi pelaku penangkar bibit atau pembudidaya maka diperlukan bimbingan atau pembinaan secara berkesinambungan dari peneliti, penyuluh dan widyaiswara tentang bibit karet ini agar menghasilkan bibit unggul yang berkualitas. Sehingga keberadaan bibit karet 3 in 1 ini dapat membantu peningkatan hasil produksi lateks yang lebih baik bagi pembudidaya karet di seluruh Indonesia.
Hal yang paling penting dalam penanaman karet adalah penggunaan bibit/bahan tanam unggul, dalam hal ini penulis mencoba membahas bahan tanam yang berasal dari Bibit Karet 3 in 1. Persiapan bahan tanam yang dilakukan dibagi menjadi tiga komponen yang perlu disiapkan, yaitu: batang bawah (root stoct), entres/batang atas (budwood), dan okulasi (grafting) Bibit karet 3 in 1.
Catatan Penting : Permasalahan yang terjadi dilapangan pembibitan karet 3 in 1 hanya sebatas menggabungkan 3 (tiga) tanaman batang bawah saja tanpa mengokulasi lagi batang bawah dengan mata entres unggul (di Okulasi kembali), hal ini yang menyebabkan dilapangan bibit karet 3 in 1 hasil lateksnya sama dengan bibit karet yang berasal dari biji murni.
Kualitas dan standar mutu pembibitan karet 3 in 1 harus memperhatikan mulai dari biji untuk batang bawah sampai bibit karet yang siap ditanam dilapang (klon).

1) Persiapan batang bawah (root stoct)
a. Syarat kebun sumber biji untuk batang bawah yaitu :
* Terdiri dari klon monoklonal anjuran untuk sumber benih.
* Kemurnian klon minimal 95%.
* Umur tanaman 10 - 25 tahun.
* Pertumbuhan normal dan sehat
* Penyadapan sesuai normal.
* Luas blok minimal 15 ha.
* Topografi relatif datar.
Benih tanaman yang digunakan untuk batang bawah adalah GT 1, PR 300, PR 228, AVROS 2037, LCB 1320, PB 260, RRIC 100, dan BPM 24.
Sumber benih yang terjamin kualitasnya bisa diperoleh dari :
* PT London Sumatera Plantation.
* Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia.
* Balai Penelitian Sembawa, Pusat Penelitian Karet, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia.
* Balai Penelitian Getas, Pusat Penelitian Karet, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia.
Dalam memperoleh batang bawah juga dapat di ambil dari kebun sendiri, yaitu mengambil biji-biji dari kebun yang memiliki persyaratan kebun sumber biji untuk dijadikan bibit berdasarkan klon anjuran sebagai batang bawah yang baik seperti GT 1, PR 300, PR 228, AVROS 2037, LCB 1320, PB 260, RRIC 100, dan BPM 24. Biji yang digunakan harus Biji masih segar, bernas, mengkilat, tidak berlobang dan tidak cacat.

2) Persiapan batang atas (budwood)
Penyediaan lahan untuk batang atas (budwood) atau mata entres harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
* Lahan harus bersih dari sisa-sisa tunggul agar mencegah bibit tanaman terserang penyakit jamur busuk akar.
* Menggunakan klon anjuran seperti BPM 24, BPM 107, BPM 109, IRR 104, PB 217 dan PB 260. Namun pada umumnya yang cocok dan sesuai kebutuhan dilapangan adalah Generasi ke 4  PB260.
* Lubang tanam 60 x 60 x 60 dengan jarak tanam 1 x 1 meter.
* Batas blok per klon 2 meter.
* Perawatan secara intensif seperti melakukan wiwilan, pemupukan sesuai anjuran dan penyiangan.
* Pemanenan entres dilakukan setelah 4 payung.

3) Teknik pembuatan bibit akar 3 in 1
Cara pembuatan bibit akar tunggang tiga atau 3 in 1 merupakan penambahan dari sistem perbanyakan okulasi, yaitu batang bawah yang digunakan 3 tanaman otomatis memiliki tiga akar tunggang. Adapun langkah-langkah kegiatannya sebagai berikut ini :
* Siapkan media tanam tanah + pupuk kandang ( 3 : 1 ), aduk rata.
* Persiapkan polibag ukuran 15 x 30 cm kemudian di isi media sampai penuh dan padatkan
* Susun rapi polybag di lokasi pembibitan.
* Setelah itu siram setiap hari polibag dan tunggu sampai maksimal 30 hari agar pupuk kandang tadi mengurai dengan tanah yang ada dalam polybag.
* Persiapkan biji karet klon unggul untuk dijadikan batang bawah.
* Kemudian tanam langsung 3 biji di polybag, tetapi ini mempunyai kelemahan karena belum tentu tumbuh semua. Namun bisa menggunakan metode lain dengan membuat semaian biji karet di buat kecambah dulu baru ditanamkan dalam polibag karena sistem ini kita sudah tahu bahwa biji karet itu telah tumbuh menjadi kecambah.
* Lakukan penanaman dalam polibag tiga kecambah atau biji.
* Lakukan pemeliharaan seperti penyiraman setiap hari secara intensif sampai 2 atau 3 bulan batang karet tadi mencapai diameter 3 mm setiap batang. Dalam pembibitan 3 in 1 ini ada 2 perlakuan yang harus dilakukan yaitu :

a. Penggabungan 3 batang tanaman
- Setelah mencapai mencapai diameter 3 mm setiap batang lakukan penggabungan 3 batang karet dalam satu polibag dengan cara kupas sebagian batang karet.
- Kemudian pada bagian yang dikupas digabungkan atau ditempelkan ketiga batang tersebut dan lakukan pengikatan batang karet menjadi satu. Untuk pengikatan batang karet menggunakan plastik khusus (plastik es), sering di gunakan untuk okulasi dan banyak tersedia di pasaran.
- Setelah itu tunggu sekitar 21 hari yang tentunya masih rutin penyiraman secukupnya setiap hari.
Perlu diingat sewaktu penyiraman pada fase ini jangan sampai air kena plastik pengikat di batang karet tersebut bias mengakibatkan pembusukan pada batang karet.
- Melewati sekitar 21 hari buka pengikat pada batang karet dalam polibag karena sudah menggabung, hal ini di tandai :
* Batang karet sudah menyatu / menempel.
* Batang karet yang menempel sudah berwarna kehijau-hijauan.
- Kemudian diamkan selama 7 hari setelah itu baru pangkal batang atas tinggalkan 1 batang yang ingin dijadikan sebagai batang atas.
- Dalam pemilihan batang atas perlu di perhatikan :
* Pilih pertumbuhan yang subur
* Pilih klon yang ingin tinggalkan sebagai batang atas
- Pemeliharaan bibit selama 2 – 3 bulan agar siap di okulasi atau diameter sudah lebih dari 12 mm, kegiatan meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan NPK 10 – 15 gram/polybag perbulan dan pengendalian hama dan penyakit.

b. Okulasi batang bawah
- Batang yang di okulasi hendaknya dibersihkan dari kotoran / tanah (di lap menggunakan tangan atau sarung tangan). Tujuannya agar kotoran tanah tidak menempel pada batang Kambium yang di sayat kulit karetnya.
- Pembuatan jendela okulasi (tempat menempelnya entres), di iris vertikal pada bagian kulit hingga menyentuh batas kambium.
- Selanjutnya persiapan mata okulasi (mata okulasi yang baik diambil dari mata yang berada di bekas ketiak daun), mata okulasi di iris dengan ukuran lebar yang sudah disesuaikan dengan pembuatan jendela okulasi.
- Penyayatan mata okulasi dilakukan dengan mengikut sertakan sedikit bagian kayu, lepaskan kulit dari kayu dengan hati-hati dengan cara menarik bagian kayu yang ikut tersayat
- Mata okulasi diusahakan tidak tergores dan kotor, mata okulasi yang baik pada bagian dalam ada titik putih yang menonjol, (apabila kulit bagian dalam berlubang berarti matanya tertinggal  pada bagian kayu, mata okulasi seperti ini tidak boleh)
- Penempelan mata okulasi segera dilakukan pada saat jendela okulasi dibuka, kemudian batang bawah dibalut menggunakan plastik Okulasi.
- Langkah terakhir setelah berumur 21 hari keatas bukalah plastik pembungkusnya. Untuk bibit karet akar tunggang atau 3 in 1 yang siap tanam perhatikan pada gambar ilutrasi.

4) Pemeliharaan pembibitan
Kegiatan pemeliharaan dilakukan selama 2 - 3 bulan atau bibit karet 3 in 1 sudah memiliki 1 payung atau 2 payung, maka bibit tersebut siap untuk ditanam di lapangan.
* Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari, jika kondisi kemarau maka dilakukan 2 kali penyiraman pagi dan sore.
* Penyiangan dan pemupukan
Penyiangan yaitu kegiatan membuang rumput / gulma disekitar pembibitan, tujuannya untuk mengurangi persaingan dengan tanaman pokok. Biasanya penyiangan dilakukan bersamaan pemupukan, kegiatan pemupukan dilakukan dengan pemberian 10 – 15 gram/polybag perbulan atau bisa menambahkan pupuk daun dengan cara penyemprotan seperti Gandasil dan Growmore
* Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila tingkat serangan sudah melebihi dari 10 % pembibitan terserang. Salah satu pencegahan dalam pengendalian hama dan penyakit yaitu dengan cara penggunaan bibit unggul yang sehat dan bebas dari hama penyakit dan sanitasi di lingkungan pembibitan.


IV. KESIMPULAN

Klon unggul baru merupakan syarat utama agar komoditas karet dapat menghasilkan produksi  dengan tingkat produktivitas yang tinggi sehingga dapat mendukung Indonesia menuju produsen karet terbesar dunia.
Rekomendasi Klon Karet Unggul Periode 2010-2014 berdasarkan Balai Penelitian Sembawa – Pusat Penelitian Karet Kementan yaitu ;
* Klon anjuran batang bawah adalah GT 1, PR 300, PR 228, AVROS 2037, LCB 1320, PB 260, RRIC 100, dan BPM 24
* Klon anjuran seperti BPM 24, BPM 107, BPM 109, IRR 104, PB 217 dan PB 260. Namun pada umumnya yang cocok dan sesuai kebutuhan dilapangan adalah Generasi ke 4  PB260.
Kualitas dan Standar Mutu Pembibitan Karet Pola Kaki Tiga (3 in 1) meliputi kegiatan yaitu Persiapan batang bawah (root stoct), Persiapan batang atas (budwood), Teknik Pembuatan bibit akar 3 in 1 (Penggabungan 3 batang tanaman dan Okulasi batang bawah) serta Pemeliharaan pembibitan


DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim. 2011. http://kabarsukses.com/bibit-karet-dengan-akar-tunggang-tiga.html, posted 3 Nopember 2011
2. Anonim. 2012. http://pembibitankaret.info/, posted 13 Maret 2012
3. Anonim. 2012. http://dhedie100.blogspot.com/2012/05/bibit-karet-3-in-1-plus.html, posted 2 Mei 2012
4. Anonim. 2012. http://betaraubd.blogspot.com/2012/09/perawatan-bibit-karet-dengan-akar.html, posted 10 September 2012
5. Asosiasi Perkebunan Karet. 2012. http://bibitkaretunggulan.blogspot.com/ 2012/10/rekomendasi-klon-bibit-karet-unggul.html, posted 26 Oktober 2012
6. Balai Penelitian Sembawa, 2005. Pengelolaan Bahan Tanam Karet. Pusat Penelitian Karet, Balai Penelitian Sembawa, Palembang.
7. Ditjen. BP Perkebunan. 2004. Statistik Perkebunan Indonesia 2002-2003:Karet. Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, Jakarta.


Penulis : Puguh Nugroho, SST ( Widyaiswara Pertama )
Publish : 30 Maret 2015

(Download versi PDF)

Tanggal Upload : 30-03-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 1767 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENANGANAN PASCA PANEN KAYU MANIS

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Indonesia merupakan negara penghasil kayu manis terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 31.06% terhadap nilai total ekspor dunia pada tahun 2002 - 2007 (Jaya, 2010). Berdasarkan data tersebut di atas sudah selayaknya mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dengan intensifikasi budidaya serta penerapan mekanisasi dalam proses pengolahan hasil perkebunan kayu manis. Oleh karena itu, sangat penting sekali mengetahui proses penanganan pasca panen kayu manis dan mesin-mesin yang digunakan untuk menjadkan kayu manis menjadii komoditas unggulan yang bernilai ekspor tinggi.

Tanggal Upload : 29-03-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 972 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  2  3  4  [ 5 ]  6  7  8  9  10  11  12  13 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 548984

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

12134
7152
11613
8736
9763
4762

07-2018

08-2018

09-2018

10-2018

11-2018

12-2018