Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             18%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             70%
 Baik
             26%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


TEKNIK MEMBUAHKAN BUAH NAGA

Oleh Ir. Lindung, MP
Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi


Pendahuluan

Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang banyak dibudidayakan di Indonesia, karena pemeliraannya termasuk mudah dan sederhana.
Buah naga berbentuk lonjong bulat, seperti buah nanas, dengan kulit berwarna merah jambu. Berat rata rata adalah 600 – 800 gram. Buah naga mudah sekali tumbuh dan mudah pula berbunga. Buah naga berdaging merah, lezat dan manis rasanya
Buah naga banyak digemari orang karena mempunyai banyak manfaat, antara lain:
- Membersihkan darah.
- Menguatkan ginjal.
- Menyehatkan lever.
- Perawatan kecantikan.
- Menguatkan daya kerja otak.
- Meningkatkan ketajaman mata.
- Mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan.
- Menstabilkan tekanan darah.
- Mengurangi keluhan keputihan.
- Mengurangi kolesterol dan mencegah kanker usus.
- Mencegah sembelit dan memperlancar feses.
- Memperlancar proses pencernaan


Jenis Buah Naga
Buah naga banyak jenisnya dengan warna daging buah yang berbeda beda, yakni berdaging buah putih, kuning dan merah.


Gambar 1. Buah naga daging putih (Hylocereus undatus)


Gambar 2. Buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus)


Gambar 3. Buah naga super merah (Hylocereus costaricensis)


Gambar 4. Buah naga kuning (Selenicereus megalanthus)

Secara alamiah, dari jenis-jenis buah naga tersebut yang mudah dibudidayakan adalah jenis buah naga berdaging buah warna putih, kuning dan yang paling sulit adalah buah naga berdaging merah. Tingkat kesulitan terdapat pada proses penyerbukan, yang disebabkan letak kepala putik menonjol keluar dari kepala sari. Namun demikian hal tersebut dapat dipecahkan dengan melakukan proses penyerbukan bantuan manusia (penyerbukan buatan).
Masalah utama untuk mengembangkan tanaman tersebut adalah bunga mudah rondtok/layu, yang disebabkan tidak terjadi penyerbukan, akibatnya adalah pembuahan gagal.

Buah Naga mulai berbunga setelah tanaman berumur ± 9-15 bulan. Waktu pembentukan bunga (kuncup) sampai mekar membutuhkan waktu ± 1 bulan. Buah naga dapat dipetik setelah umur 50-60 hari setelah terjadinya penyerbukan , dengan ditandai muncul aroma wangi atau buah sudah merah, dan ujung buah mulai meretak. Buah naga berdaging merah sulit berbuah, salah satu penyebabnya adalah tidak terjadi penyerbungan secara alami (dibantu angin/serangga), karena letak kepala putik jauh di luar dari benang sari/b], sehingga tepung sari tidak dapat menempel pada kepala putik. Bunga buah naga berdaging merah mekar pada malam hari (antara pukul 21.00 s/d 04.00 dan setelah itu bunga layu) walaupn pada saat itu tidak terjadi penyerbukan.



Gambar 5. Bunga buah naga


Gambar 6. Bunga buah naga yang mekar


PENYERBUKAN
Penyerbukan adalah proses bersatunya atau menempelnya tepung sari pada kepala putik dari suatu bunga. Penyerbukan akan berhasil apabila kepala putik dan tepung sari sudah sama sama matang (siap untuk diserbuki).
Peralatan yang diperlukan dalam penyerbukan bunga buah naga antara ain:
1. Lampu penerangan/lampu senter
2. Kuas pensil
Caranya:
- Tunggu bunga buah naga mekar sempurna, ditandai mahkota bunga berwarna putih cerah membuka penuh.
- Dengan menggunakan kuas pensil, benang sari pada kepala sari diketuk ketuk agar tepung sari jatuh pada mahkota bunga.
- Ambil tepung sari yang jatuh dimahkota bunga dengan ujung kuas (tepung sari menempel pada ujung kuas).
- Ulaskan ujung kuas tersebut pada kepala putik sekali saja, agar kepala putik tidak rusak


Gambar 7. Bunga buah naga yang mekar

- Tunggu beberapa hari (3 – 5 hari), mahkota bunga akan layu dan gugur. Salah satu penyerbukan berhasil antara lain ditandai 7 hari setelah dilakukan penyerbungan kelopak bunga hijau segar. Apabila warnanya berubah kecoklatan beberapa hari berikutnya bunga akan gugur/jatuh.


Gambar 8. Kelopak bunga berubah warna menjadi kecoklatan

- Buah naga matang dan siap dipetik pada umur 50-60 hari setelah dilakukan penyerbukan.Kelopok bunga berwarna hijau, selanjutnya mahkota bunga gugur dari bagian atas bakal buah. Proses beikutnya diikuti dengan aliran asimilat ke bakal buah dan semakin jelas perkemangannya. Buah naga selanjutnya berwana hijau kulitnya dan setelah tua berubah menjadi warna merah.


Gambar 9. Buah naga siap dipetik

- Retakan yang terdapat pada ujung buah (bekas pangkal mahkota bunga) merupakan tanda buah naga siap dipetik. Rasa menjadi lebih manis bila dikonsumsi setelah 3 hari dari pemetikan.

Prinsip Pembuahan:
Pembungaan dirangsang dengan memangkasan cabang produksi, sepanjang 5-10 cm dari ujung tunas. Pemangkasan cabang produksi sudah tidak menghasilkan buah lagi, bertujuan untuk menumbuhkan tunas baru.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Litbang Departemen Pertanian RI (2007). Buah Naga Kuatkan Fungsi Ginjal. http://www.InfoSehat.com
Halimin, M. A. 2008. Manual Ringkas Cara Penanaman dan Penjagaan Buah Naga. http://www.balitro.litbang.deptan.go.id
http://id.wikipedia.org/wiki/Buah_naga
http://drydogdesign.com/teknik-dan-cara-mudah-budidaya-buah-naga/
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/53726



Jambi 02 Juni 2014. Lindung

Tanggal Upload : 02-06-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 9 kali


PENYADAPAN TANAMAN KARET

Syukur, SP, MP. 2014. Penyadapan tanaman karet. Penyadapan adalah pelukaan buatan yang diberikan pada kulit batang dengan tujuan mengeluarkan lateks. Tanaman karet mulai dapat disadap pada umur 5-6 tahun, lilit batang 45 cm dengan ketinggian 100 cm diatas permukaan tanah dengan arah dari kiri atas kekanan bawah dengan sudut kemiringan 450 . Kedalaman irisan sadap 1-1,5 mm dari cambium dengan ketebalan 1,5-2 mm dengan frekuensi peyadapan satu kali dalam dua hari, waktu penyadapan yang dianjurkan mulai jam 06.00 WIB dan selesai tidak lebih dari jam 10.00 WIB. Kemampuan tanaman dalam menghasilkan lateks berubah dari waktu kewaktu, diperlukan system panen. Sistem panen yang dianjurkan untuk karet rakyat adalah system panen konvensional

Tanggal Upload : 02-06-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 1274 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNOLOGI TATA AIR DI LAHAN GAMBUT UNTUK BUDIDAYA PERTANIAN

Oleh Ir. Lindung, MP
Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi


Pendahuluan

Pengelolaan lahan gambut harus dilakukan secara hati-hati dan terencana dengan baik, agar tidak terjadi kerusakan, karena pemulihan lahan gambut yang rusak membutuhkan waktu yang lama. Pengelolaan lahan rawa gambut untuk pertanian hendaknya diutamakan pada areal lahan gambut yang telah mengalami kerusakan, namun memiliki potensi pemanfaatan yang tinggi dengan batas kedalaman tidak lebih dari satu meter. Kegiatan pertanian dengan membuka lahan baru, apalagi yang masih berhutan harus dihindari.

Tanggal Upload : 12-05-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 4090 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNIK IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KEBUTUHAN MATERI DIKLAT

Oleh Ir. Lindung, MP
Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi



I. PENDAHULUAN

Pendidikan dan Latihan (Diklat) merupakan proses belajar untuk mendapatkan tambahan kemampuan baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Suatu diklat yang baik haruslah didasarkan pada kebutuhan calon peserta latihan; kebutuhan akan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, artinya materi diklat atau mata diklat yang akan disampaukan harus merupakan kebutuhan calon peserta dalam rangka mengurangi diskrenpasi kompetensi.
Untuk mengetahui kebutuhan mata diklat dalam suatu diklat maka ditempuhlah kegiatan identifikasi kebutuhan materi diklat (IKMD) yang datanya diolah dalam bentuk analisa kebutuhan materi diklat (AKMD).

Tanggal Upload : 09-05-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 805 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNOLOGI APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT; plant growth regulator)

Oleh Ir. Lindung, MP.
Widyaiswara BPP Jambi



I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pembangunan pertanian yang memanfaatkan komponen lokal untuk peningkatan produksi dan ramah lingkungan haruslah didukung dan diaplikasikan di tingkat petani. Salah satu komponen lokal tersebut adalah dengan kelompok bakteri dan hormon-horman yang mampu mengatur pertumbuhan tanaman.
Hormon atau zat yang mampu memberikan pengaruh terhadap pengaturan pertumbuhan tanaman merupakan potensi besar dalam memproduksi suatu komoditi pertanian. Hormon atau zat tersebut dapat dikelola dalam bentuk ZPT (zat pengatur tumbuh).

Tanggal Upload : 08-05-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 3840 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


HUBUNGAN BERAT DAN DAYA (FWP) PADA TRAKTOR RODA DAN TRACK

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Berat sangat identik dengan besarnya tenaga yang dihasilkan oleh benda yang bergerak, begitu pula dengan traktor pertanian. Daya yang dihasilkan oleh traktor berbanding lurus dengan beratnya.

Tanggal Upload : 24-03-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 774 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


ANALISIS TEKNOLOGI PENYIMPANAN DALAM PENANGANAN PASCA PANEN BUAH-BUAHAN

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Kajian ini bertujuan untuk menganalisis teknologi penyimpanan buah untuk memaksimalkan daya simpan buah dalam rangka mempertahankan kualitas buah.Teknologi penyimpanan yang menjadi kajian terdiri atas penyimpanan buah pada suhu dingin (rendah), penyimpanan dengan perlakuan kimia, penggunaan atmosfer terkendali, serta kombinasi perlakuan-perlakuan tersebut di atas.

Tanggal Upload : 24-03-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 6479 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


MEMBUAT STRAWMIX

Oleh :Drh. Linda Hadju
Widyaiswara Madya



Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Untuk meningkatkan produksi diperlukan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.
Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan. Sedangkan faktor penghambat penyediaan ini adalah karena adanya perubahan fungsi lahan dimana menjadi lahan pemukiman, lahan tanaman pangan dan tanaman industri. Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang. Secara umum ketersediaan hijauan pakan ternak juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah.
Adapun solusinya adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Jenis limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk ubi kayu dan jerami ubi jalar. Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi yang rendah karena kandungan protein rendah sekitar 3-5%, serat kasar tinggi serta kecernaan rendah karena mengandung lignin 6-7 % dan silikat 13%, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk meningkatkan protein dan daya cernanya.

Tanggal Upload : 04-03-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 16 kali


MEMBUAT SILASE

Oleh : Drh. Linda Hadju
Widyaiswara Madya



Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Untuk meningkatkan produksi diperlukan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.
Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan. Sedangkan faktor penghambat penyediaan ini adalah karena adanya perubahan fungsi lahan dimana menjadi lahan pemukiman, lahan tanaman pangan dan tanaman industri. Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang. Secara umum ketersediaan hijauan pakan ternak juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah.
Adapun solusinya adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Jenis limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk ubi kayu dan jerami ubi jalar. Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi yang rendah karena kandungan protein rendah sekitar 3-5%, serat kasar tinggi serta kecernaan rendah karena mengandung lignin 6-7 % dan silikat 13%, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk meningkatkan protein dan daya cernanya.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini >>>

Tanggal Upload : 04-03-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 6197 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNOLOGI MIKRO ORGANISME EM4 DAN MOL

Oleh Ir. Lindung, MP. Widyaiswara BPP Jambi

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian, maka pilihannya adalah menerapkan teknologi ramah lingkungan yang berbasis sumberdaya lokal. Teknologi dengan kearifan lokal adalah memanfaatkan mikroorganisme yang banyak terdapat pada tanaman atau produk pertanian itu sendiri. Mikroorganisme dikelola sehingga menjadi faktor penyeimbang dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman.
Kelompok mikroorganisme yang dengan efektif dapat bermanfaat dalam memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menimbulkan penyakit dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman. Kelompok mikroorganisme dapat dimanfaatkan melalui pembuatan EM-4 dan MOL

Tanggal Upload : 04-03-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 721 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  2  3  4  5  6  [ 7 ]  8  9  10  11  12  13 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 491165

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8653
10953
9417
8610
8094
3435

01-2018

02-2018

03-2018

04-2018

05-2018

06-2018