Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             19%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             68%
 Baik
             28%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


ANALISA KEBUTUHAN GAYA DAN ENERGI PADA PROSES MENCANGKUL

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Pekerjaan mencangkul dalam dunia pertanian dianggap hal yang sangat biasa. Kenyataannya pekerjaan mencangkul cukup menghabiskan banyak energi, sekaligus sebagai faktor yang sangat menentukan efisiensi pengolahan tanah dalam suatu siklus kegiatan budidaya. Oleh karena itu perlu diketahui gaya dan energi yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan mencangkul, agar dapat mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa membuat pekerjaan mencangkul menjadi lebih efisien dan efektif.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini >>>

Tanggal Upload : 17-02-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 1007 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PEMANFAATAN ISI RUMEN SEBAGAI STARTER

Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Muda


Rumen adalah salah satu bagian lambung ternak ruminansia (memamah biak) seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Rumen berisi bahan pakan yang dimakan oleh ternak yang berupa rumput/hijauan lainnya dan pakan penguat (konsentrat). Di dalam rumen ternak ruminansia hidup berbagai mikroba seperti bakteri, protozoa, fungi dan yeast. Mikroba ini berfungsi sebagai fermentor di dalam rumen tersebut.
Di dalam rumen ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Cairan rumen mengandung bakteri dan protozoa. Konsentrasi bakteri sekitar 10 pangkat 9 setiap cc isi rumen, sedangkan protozoa bervariasi sekitar 10 pangkat 5 - 10 pangkat 6 setiap cc isi rumen (Tillman, 1991).

Isi rumen diperoleh dari rumah potong hewan. Isi rumen kaya akan nutrisi, limbah ini sebenarnya sangat potensial bila dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kandungan rumen sapi menurut Rasyid (1981), meliputi protein 8,86%, lemak 2,60%, serat kasar 28,78%, kalsium 0,53%, phospor 0,55%, BETN 41,24%, abu 18,54%, dan air 10,92%.

Isi rumen dapat dimanfaatkan sebagai stater apabila diproses terlebih dahulu mengingat kandungannya yang kaya akan nutrisi dan mikroorganisme. Starter isi rumen adalah starter yang terbuat dari isi rumen ternak ruminansia. Stater isi rumen dapat dimanfaatkan untuk biakkan bakteri/mikroba di dalamnya sebagai starter pembuatan kompos/pupuk organik dan fermentasi limbah hasil pertanian seperti jerami.


Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini >>>

Tanggal Upload : 11-02-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 6187 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


OPT PENTING PADA TANAMAN KARET


Oleh : Syukur, SP, MP
WIDYAISWARA PERTAMA

Pengelolaan perkebunan karet sering mengalami kendala, antara lain masalah organisme pengganggu tumbuhan (OPT) terutama masalah penyakit. Hampir seluruh bagian tanaman karet menjadi sasaran infeksi dari sejumlah penyakit tanaman, mulai dari jamur akar, penyakit bidang sadap, jamur upas sampai pada penyakit gugur daun. Penyakit Jamur Akar Putih, Penyakit Bidang Sadap Kanker Garis, Penyakit Bidang Sadap Mouldy Rot, Penyakit Bidang Sadap Kering Alur Sadap, Penyakit Batang Nekrosis Kulit, Penyakit Batang Jamur Upas , Penyakit Daun Embun Tepung Oidium, Gugur Daun Colletotrichum, Gugur Daun Corynespora, Rayap, Babi hutan dan Uret.
Kata Kunci : Tanaman Karet, Penyakit, Hama

Tanggal Upload : 30-01-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 992 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PEMBUATAN BIOPLUS DARI ISI RUMEN

Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.
Widyaiswara Muda


Isi rumen merupakan limbah rumah potong hewan ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) yang masih belum optimal dimanfaatkan. Isi rumen sangat potensial sebagai pakan ternak karena mengandung bahan pakan yang belum tercerna, dan juga mengandung banyak mikroorganisme yang sangat berperan penting dalam proses fermentasi bahan organik.

Mengingat kandungan isi rumen tersebut yang kaya akan nutrisi maka, isi rumen sangat baik digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan feed suplemen ternak berupa bioplus. Bioplus adalah suplemen ternak terbuat dari limbah ternak, yaitu isi rumen dengan penambahan bahan pakan lain, seperti bekatul/dedak, molasses dan EM-4. Pemberian bioplus pada ternak dapat meningkatkan berat harian ternak sampai 0,68 kg perhari (http://epetani.deptan.go.id, 2011). Karakteristik Bioplus adalah : zat ini berupa serbuk, mengandung bakteri menguntungkan, lactobacillus, streptomyces sp dan cendawan fermentor lain.

Tanggal Upload : 29-01-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 1836 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


JENIS DURIAN UNGGUL DAN BAHAN TANAM

Oleh : Syukur, SP, MP.
Widyaiswara Pertama
Jenis durian unggul dan bahan tanam durian. Di Indoneia ada 21 jenis ( kultivar ) unggul yang dirilis oleh Kemetrian pertanian meliputi :Petruk, Sukun, Sitokong, kani, Otong, Simas, Sunan, Sihijau, Sijapang, Siriwig, Bokor, Perwira , Sidodol, Bantal mas, Hepe, Matahari, Aspar, Sawah Mas, Raja mabah, Kalapet dan Lai mansai. Kualitas benih unggul tanamanan durian sangat ditentukan oleh pohon induk, sebagai sumber mata untuk batang atas dan batang bawah dengan perbanyakan secara vegetatif yaitu dengan sambung pucuk dan okulasi.
Kata kunci : Jenis durian, perbanyakan vegetatif

Tanggal Upload : 29-01-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 1962 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


FUSI PROTOPLAS

Oleh : Syukur, SP, MP.
Widyaiswara Pertama
Fusi Protoplas Protopas diistilahakan sebagai sel tanaman tampa dinding sel, karena dinding selnya telah dihilangkan baik secara mekanik maupun secara enzimatik. Teknologi yang membantu pemuliaan (1) kultur embrio, ovul dan ovarium membantu tercapainya tujuan pemuliaan secara konvensional,(2) pendekatan parasexual yang melibatkan protoplas yang mengarah terciptanya genotipe, yang tidak dapat dicapai dengan pemuliaan tanaman secara konvensional

Tanggal Upload : 29-01-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 6239 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


karya tulis analisis SWOT pisang

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PISANG DI KECAMATAN MESTONG, KABUPATEN MUARO JAMBI

Oleh:
Irwanto, SST
(Widyaiswara Pertama)


ABSTRAK

Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menganalisis pengembangan suatu strategi agribisnis yang akan dikembangkan. Dalam analisis SWOT memfokuskan dan menganalisis faktor internal dan faktor ekternal yang mempengaruhi suatu cara pengembangan agribisnis pisang. Hasil analisis SWOT strategi pengembangan agribisnis pisang di Kecamatan Mestong yaitu Meningkatkan penggunaan pupuk organik Meningkatkan keterampilan penyediaan benih unggul, menerapkan teknologi budidaya pisang, meningkatkan keterampilan dalam pengolahan hasil pisang, memperpendek jalur tata niaga, menjual produk langsung ke konsumen, kerjasama antar kelompoktani dan lembaga pendukung lainnya dengan lembaga penelitian dan mengoptimalkan kegiatan penyuluhan pertanian dalam rangka pengembangan agribisnis pisang

Tanggal Upload : 08-01-2014
Jumlah Hit (telah di download) : 2433 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PELUANG DAN KENDALA PENGGUNAAN BAHAN BAKAR NABATI PADA MESIN-MESIN PERTANIAN

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)



Jika pengoperasian alat dan mesin pertanian terganggu karena kelangkaan Bahan Bakar Minyak, maka dapat dipastikan industri pembuat alat dan mesin pertanian akan ikut terkena dampak negatifnya. Oleh karena itu, mekanisasi pertanian di masa yang akan datang akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan Bahan Bakar Nabati dipedesaan tempat beroperasinya alat dan mesin pertanian serta kemampuan alat dan mesin pertanian dalam memanfaatkan Bahan Bakar Nabati untuk menjalankan alat dan mesin pertanian tersebut (Prastowo, et al. 2010).

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini >>>

Tanggal Upload : 28-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 2325 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


ANALISA PEMBERIAN Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN KEDELAI

Oleh : Lisa Marianah, SP (Widyaiswara Pertama)



Trichoderma Sp. sebagai salah satu jamur tanah dapat membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara kepada tanaman dengan memabantu membebaskan N, P, S dan Mg yang terikat pada Al, Fe dan Mn. Pemberian pupuk organik yang mengandung Trichoderma sp. kepada tanaman kedelai dapat membantu pertumbuhan kedelai menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan pupuk anorganik.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini >>>

Tanggal Upload : 28-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 9991 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERANCANGAN GUDANG PENDINGIN UNTUK KOMODITAS KENTANG

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Kentang (Solenum tuberosum L) merupakan salah satu pangan utama dunia setelah padi, gandum dan jagung. Akan tetapi untuk pasca panen diperlukan penanganan hasil yang tepat karena hasil komoditas sayuran pada umumnya mudah rusak serta jumlah yang melimpah saat musim panen (panen raya).
Khusus untuk komoditas kentang, kesalahan dalam perlakuan pasca panen dapat mengakibatkan terjadinya proses pencoklatan yang mengakibatkan warna tepung kusam dan tidak menarik. Untuk mendapatkan tepung kentang dengan warna dan mutu tepung yang baik dapat dilakukan dengan menekan akumulasi gula reduksi selama penyimpanan umbi kentang.

Tanggal Upload : 26-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 1021 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  [ 8 ]  9  10  11  12 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 445005

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8889
9054
9128
10146
13671
3612

08-2017

09-2017

10-2017

11-2017

12-2017

01-2018