Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             19%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             68%
 Baik
             28%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP DRAFT PENGOLAHAN TANAH

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Tanah sebagai suatu sistem dinamis akan berubah sifatnya saat terjadi perubahan sedikit saja kelembaban tanah yang akan mempengaruhi draft (tahanan tarik) tanah pada saat melakukan pengolahan tanah

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini >>>

Tanggal Upload : 23-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 692 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENERAPAN BIOMIMETIC DALAM DESAIN PERALATAN PERTANIAN

Oleh : Abdul Roni Angkat, S.TP. M.Si (Widyaiswara Muda)


Hewan penggali tanah seperti kumbang tanduk, kumbang tanah dan tikus memiliki pola hidup yang tidak sama dengan binatang-binatang yang hidup di tanah dan air. Adaptasi yang terjadi secara alami pada lingkungan yang sulit menyebabkan mereka memiliki kekhususan morfologi permukaan tubuh, komposisi kimia, biolectricity, sekresi dan fleksibilitas pergerakan kulit. Keunikan dari pola hidup hewan penggali tanah dalam menjalankan aktivitasnya dapat digunakan dalam mendesain alat-alat yang bekerja dengan cara kontak langsung dengan tanah.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini >>>

Tanggal Upload : 23-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 1150 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PEMBUATAN BOKHASI FESES SAPI


Oleh : Masnun, S.Pt., M.Si. (Widyaiswara Muda)

Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat adalah sampah dan feses ternak yang tidak ditangani. Akibatnya, lingkungan di sekitarnya akan tercemar. Seringkali masyarakat disekitar peternakan mengeluh karena bau menyengat yang berasal dari peternakan. Sementara perkembangan populasi manusia meningkat dari tahun ketahun, sedangkan luas lahan yang dimiliki petani atau peternak di Indonesia sangat sempit, karena itu diperlukan penanganan yang baik agar baunya tidak timbul dan feses sapi tersebut dapat segera digunakan sehingga tidak memenuhi tempat.

Untuk membaca Artikel Kajiwidya ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini >>>

Tanggal Upload : 18-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 1257 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


KAJIAN OKULASI BENIH KARET (Hevea Brasiliensis Muell. arg) DENGAN JENIS ENTRES BERBEDA PADA KLON PB 260 DAN PR 261


Kajiwidya Oleh: Ir. Lindung, MP (Widyaiswara Madya)

Di provinsi Jambi, pertanaman karet merupakan perkebunan cukup besar yang pada tahun 2009 luasnya mencapai 645.145 hektar. Dari total luas tanaman karet tersebut, 642.619 hektar atau lebih dari 98% merupakan perkebunan karet rakyat yang total produksinya mencapai 277.900 ton

Untuk membaca Artikel hasil Kajiwidya ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini >>>

Tanggal Upload : 17-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 953 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


RESPON BIBIT STUM MATA TIDUR TANAMAN KARET (Hevea brasilliensis Mull Arg) TERHADAP PEMBERIAN KINETIN

Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP.,MP. (Widyaiswara Muda)


Kinetin tidak terdapat secara alami di dalam tanaman. Zat ini dibuat dari pemecahan deoxyribonucleic acid adalah 6-(fulfurylamino) purine. Zat yang secara alami mempunyai pengaruh morfologi dan fisiologi yang sama dengan kinetin dan terdapat di dalam tanaman adalah sitokinin (Kusumo, 1984).

Artikel ini sebanyak 20 halaman yang terdiri atas :
I. PENDAHULUAN
II. BAHAN DAN METODE
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. KESIMPULAN DAN SARAN dan
DAFTAR PUSTAKA
Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Download dengan meng-Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini -->>

Tanggal Upload : 09-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 858 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


DIKLAT PERTANIAN DAN WIDYAISWARA (PRASARAN UNTUK BALAI PELATIHAN PERTANIAN)


Oleh : Ir. Lindung, MP (Widyaiswara Madya)

Ada beberapa butir catatan menarik dari notulensi rumusan hasil Pertemuan Nasional Widyaiswara Pertanian Tahun 2013.

Pertama, isu strategis yang berkembang saat ini terkait dengan penyelenggaraan diklat yaitu: 1) pelatihan yang ada di Pusat Pelatihan Pertanian tidak efektif/’tidak nendang’, 2) ruh pelatihan tidak ada, dan 3) variasi metode pembelajaran yang kurang...........

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 08-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 555 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


IMPLEMENTASI PERMENTAN NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERTANIAN APARATUR DAN NON APARATUR DI BALAI PELATIHAN PERTANIAN (BPP) JAMBI


Oleh : Ir. Lindung, MP (Widyaiswara Madya)
Pedoman Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pertanian untuk aparatur dan non aparatur sudah diundangkan pada tanggal 6 September 2011 dalam Peraturan Menteri Pertanian, nomor: 49/Permentan/OT.140/9/2011. Pedoman ini menjadikan pegangan bagi Balai Pelatihan Pertanian Jambi dalam menyelenggarakan diklat.

Sejak terbitnya pedoman tersebut, penyelenggaraan diklat semakin jelas terutama untuk jenis dan jenjang diklat. Pedoman diklat pertanian mempunyai konsekuensi terhadap berbagai hal terutama penyesuaian di lapangan. Berikut hasil tinjauan terhadap implementasi Permentan nomor 49 tahun 2011 di BPP Jambi. Tinjauan dilakukan secara kualitatif, yaitu unsur-unsur yang ada di Permentan kemudian dihubungkan dengan yang sudah diimplementasikan di BPP Jambi.

Untuk membaca Makalah ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 08-09-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 879 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENGEMASAN STUM OKULASI MATA TIDUR UNTUK PENGIRIMAN

Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP (Widyaiswara Muda)

Dibandingkan dengan bahan tanam polybag, stum okulasi mata tidur paling banyak dipesan oleh berbagai perusahaan perkebunan dari Pusat Penelitian Karet. Alasannya adalah karena bibit stum okulasi mata tidur lebih mudah dan murah diangkut untuk jarak jauh. Agar bibit stum okulasi mata tidur mutunya tetap baik sampai di lokasi penerimaan, penanganannya dari sejak pencabutan, pengemasan dan penanganan setelah sampai di tujuan perlu diperhatikan.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 29-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 1124 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNIK PENYEMAIAN CABAI DALAM KOKER DAUN PISANG

b]Oleh :Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP (Widyaiswara Muda)

Benih cabai hibrida sebenarnya dapat saja disemaikan dengan cara disebar. Namun, dengan pertimbangan ekonomis, cara sebar akan sangat merugikan karena mengingat harga benih cabai hibrida sangat mahal. Dengan system sebar, tidak semua bibit dapat dipakai. Padahal satu benih hibrida harus dapat menghasilkan satu bibit tanaman.

Kelebihan bibit cabai hibrida adalah sebagai berikut :
1. Pertumbuhannya sangat cepat dan berumur genjah (masa panen relatif pendek.
2. Sangat responsif terhadap perlakuan pemupukan tinggi.
3. Kualitas atau mutu buah lebih bagus dari pada cabai biasa dan bobotnya lebih berat.
4. Dengan perlakuan yang sama, produksi per tanaman maupun per luas areal lebih besar dari pada cabai biasa.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 29-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 2091 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERAN PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI

Oleh : Lisa Marianah, SP. (Widyaiswara Pertama)

Menurut data statistik tahun 2012, 6,01 % tingkat pendidikan petani Indonesia tidak tamat SD, 14,14 % tamat SD, 28,07 % lulus SMP, 20,74 % tamat SMA, dan 31,05% lulus perguruan tinggi. Secara ekonomi, sekitar 56 persen petani kita hidup secara subsistem dengan rata-rata luas kepemilikan lahan kurang dari 0,5 hektare dan pendapatan Rp16 juta/hektare/tahun. Mayoritas profesi masyarakat Indonesia adalah petani, sehingga negara kita juga disebut dengan negara agraris. Karena kaya akan sumberdaya alam dan terkenal dengan kesuburan tanahnya.

Untuk membaca Artikel ini selengkapnya, silahkan Klik [DOWNLOAD LAMPIRAN] dibawah ini :

Tanggal Upload : 29-08-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 1380 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  [ 9 ]  10  11  12 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 445003

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8889
9054
9128
10146
13671
3610

08-2017

09-2017

10-2017

11-2017

12-2017

01-2018