Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             59%
 Baik
             18%
 Cukup
             22%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             70%
 Baik
             26%
 Cukup
             4%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


Teknologi Sambung Samping untuk Rehabilitasi Tanaman Kakao Dewasa

Oleh: Irwanto, SST (Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi)

Pertanaman kakao lindak di Indonesia hampir seluruhnya menggunakan bahan tanam asal benih. Keseragaman daya hasil dan mutu biji tanaman kakao asal benih tidak terjamin karena tanaman kakao menyerbuk silang. Menghadapi persaingan yang makin ketat, maka pentingnya produktivitas dan mutu biji yang tinggi dan homogen perlu mendapat perhatian para produsen. Pertanaman klonal merupakan upaya untuk memperoleh produktivitas dan mutu yang tinggi tersebut. Tindakan klonalisasi perlu diawali dengan tersedianya bahan tanam unggul dalam jumlah cukup serta teknologi klonalisasi yang handal, khususnya untuk batang bawah berupa semaian yang sudah dewasa/tua
Rehabilitasi untuk klonalisasi tanaman kakao dewasa dapat dilakukan dengan sambung samping (side-cleft grafting). Teknologi ini semula dikembangkan di Malaysia dan setelah banyak penyempurnaan kini sudah luas diterapkan pekebun Indonesia. Dengan teknologi ini pekebun tidak mengalami kehilangan hasil dari batang bawahnya. Tanaman hasil sambung samping telah mulai dapat dipetik buahnya pada umur 18 bulan setelah disambung, dan setelah berumur 3 tahun hasil buah sebanyak 15-22 buah per pohon. Perlu dipahami bahwa rehabilitasi dengan sambung samping adalah pekerjaan jangka panjang. Akhirnya rehabilitasi perlu dilengkapi dengan tindakan pemenuhan populasi tanaman dengan sulaman bibit klonal.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 2021 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Teknik Membuat/ Mempersiapkan Tiang Panjat Buah Naga (Dragon Fruits)

Oleh: Irwanto, SST (Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi)

Buah naga tergolong jenis tanaman yang merambat sehingga membutuhkan media sebagai tiang panjatnya. Tiang panjat tersebut harus kuat agar dapat menopang tanaman. Selain kuat, tiang panjat harus mampu bertahan selama beberapa tahun. Hal ini bertujuan agar usaha budidaya tanaman mendapatkan keuntungan.
Tiang panjatan bentuk tunggal/individu berupa batang tanaman hidup. Beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai panjatan hidup antara lain gamal, jaranan, dan suren. Bila menggunakan panjatan hidup adalah perakaran tanaman harus cukup dalam, minimal 30 cm. Ini dilakukan agar tanaman buah naga tidak berkompetisi dengan tanaman tiang panjatan dalam memperebutkan hara didalam tanah.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 5211 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PEMBENTUKAN DAN PEMANGKASAN KOPI ROBUSTA

Oleh :Fergutson Nainggolan, SP, M.Sc
(Widyaiswara Madya)

Dalam pertumbuhan kopi, pokok dari sebuah pembentukan ini dimana dibutuhkan teknik pembentukan, dari keseimbangan kanopi, dengan penuh keberanian tersendiri dari setiap bagian tanaman, mengkreasikan sebuah keseimbangan diantara pertumbuhan tanaman, dan hasil yang stabil.
Ada dua system dari pembentukan yaitu, pertama pembentukan berbagai tangkai batang tanpa menyisakan dari pembuangan yang menguasai batang. Metode ini digunakan Cara ini digunakan dalam memanen produksi buah pada tangkai dasar/bawah. Disisi lain pembentukan batang tunggal berarti tanaman telah dipotong pada 2 meter dengan produksi buah yang telah dipanen pada cabang kedua.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 353 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


MEMANEN KELAPA SAWIT

Oleh :Fergutson Nainggolan, SP, M.Sc
(Widyaiswara Madya)

Pada umumnya tanaman kelapa sawit yang tumbuh subur sudah dapat menghasilkan buah serta siap dipanen pertama pada umur sekitar 3,5 tahun jika dihitung mulai dari penanaman biji kecambah di pembibitan. Namun jika dihitung mulai penanaman di lapaangan maka tanaman berbuah dan siap panen pada umur 2,5 tahun. Buah terbentuk setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Waktu yang diperlukan mulai dari penyerbukan sampai buah matang dan siap panen kurang lebih 5-6 bulan.
Tanaman kelapa sawit rata-rata menghasilakan buah 20-22 tandan/tahun. Pada tanaman yang semakin tua produktivitasnya semakin menurun menjadi 12-14 tandan/tahun. Banyaknya buah yang terdapat dalam satu tandan tergantung pada faktor genetik, umur, lingkungan dan teknik budidaya. Jumlah buah pertandan pada tanaman yang cukup tua mencapai 1600 buah. Proses pematangan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulit buahnya. Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. Pada saat buah masak, kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. Jika terlalu matang, buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 1509 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERAN BAKTERI DARI AKAR TANAMAN KEDELAI DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN TERHADAP SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV)

Oleh:
Nugroho Setyowibowo, M. Biotech
Widyaiswara Pertama

1. PENDAHULUAN
Kedelai merupakan komoditas pangan penghasil protein nabati yang sangat penting di Indonesia. Kedelai bermanfaat sebagai bahan pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Tanaman kedelai menghendaki tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik, untuk dapat tumbuh dengan baik. Pertumbuhan kedelai juga dipengaruhi oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kedelai adalah adanya penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus. Beberapa virus telah diketahui menyerang tanaman kedelai di Indonesia diantaranya soybean mosaic virus (SMV), soybean stunt virus (SSV), soybean dwarf virus (SDV), bean yellow mosaic virus (BYMV), soybean yellow mosaic virus (SYMV), peanut stripe virus (PStV), cowpea mild mottle virus (CPMMV) (Roechan, 1992). Salah satu virus yang banyak memberikan kerugian serius pada berbagai daerah pertanian kedelai di dunia adalah virus SMV (Wang, 2009). Infeksi SMV dapat menurunkan produksi 35% hingga 50% pada kondisi alami di lapangan (Li et al., 2010).


Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 459 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERLAKUAN BENIH KEDELAI SEBELUM TANAM

Oleh:
Elly Sarnis Pukesmawati,SP., MP.


Penanaman kedelai di tanah yang subur biasanya tidak menimbulkan masalah, karena pada hakikatnya tanah seperti ini banyak mengandung bahan – bahan organis seperti Nitrogen yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebaliknya penanaman kedelai ditanah yang kurang subur atau belum pernah ditanami kedelai sama sekali akan mengakibatkan pertumbuhan kedelai kurang sempurna. Warna daun kurang segar (hijau kekuning – kuningan), karena kekurangan unsur Nitrogen akibat tidak adanya aktivitas bakteri Rhizobium Jafonicum.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 634 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Menanam Sayuran Dengan Teknik Vertikultur

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP.

Menyempitnya lahan-lahan pertanian ternyata bukan suatu halangan untuk mengusahakan budidaya tanaman sayuran. Sistem vertikultur adalah jalan keluarnya. Pada awalnya sistem ini hanyalah pengembangan dari sistem penanaman di dalam pot biasa. Setelah direka – reka ternyata dengan mengusahakan tanaman dalam pot secara bertingkat dapat diperoleh populasi tanaman yang jauh lebih banyak. Selanjutnya berkembanglah sistem penanaman secara bertingkat dengan aneka bentuk dan wadah, serta ragam tanaman. Sistem ini secara umum disebut vertikultur yang berarti bertanam secara berjenjang atau bertingkat.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 315 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Menanan Jamur Merang di Dalam Kumbung

Oleh
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP


A. Latar Belakang
Budidaya jamur merang di dalam kumbung merupakan teknik budidaya jamur yang dilakukan secara modern dengan menggunakan media tumbuh yang sudah di pasteurisasi (dikomposkan) pada rak-rak di dalam kumbung jamur. Penggunaan kumbung dimulai pada pertengahan tahun 1970. Sejak itu, budidaya jamur di dalam kumbung terus dikembangkan.
Budidaya jamur merang secara modern ini sangat dianjurkan untuk diusahakan dengan skala komersil. Cara modern ini dapat diterapkan pada segala musim karena suhu dalam kumbung jamur dapat diatur. Sementara media tumbuhnya pun dapat dari bermacam-macam bahan, baik satu macam bahan maupun campuran beberapa bahan sehingga tidak hanya bergantung pada jerami saja.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 810 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Sambung Pucuk Pada Tanaman Durian

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP


GRAFTING atau ent, istilah asing yang sering didengar itu, pengertiannya ialah menggambungkan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa, sehingga tercapai persenyawaan. Kombinasi ini akan terus tumbuh membentuk tanaman baru.
Pengertian sambung pucuk ialah penyatuan pucuk (sebagai calon batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang mampu saling menyesuaikan diri secara kompleks. Cara sambung pucuk ini sekarang sudah dipergunakan secara luas, yaitu pada tanaman hias, tanaman buah, dan tanaman perkebunan.
Karena begitu mudahnya sambung pucuk ini dibuat, maka cara ini sering digunakan untuk mengombinasikan beberapa varietas tanaman dalam satu tanaman. Penyambungan ini bisa dilakukan sewaktu tanaman masih bibit ataupun sesudah tanaman dewasa.
Bila dibandingkan dengan okulasi, ternyata cara sambung pucuk ini lebih cepat menghasilkan bibit, contohnya pada durian. Dua bulan sesudah biji durian disemai, bibit durian ini sudah bisa disambung pucuk, dan 11 bulan kemudian bibit durian ini sudah mencapai tinggi 60 – 90 cm. Sedang bila kita menggunakan cara okulasi, batang bawah baru bisa diokulasi setelah umur 15 bulan setelah semai.
Maksud sambung pucuk di sini adalah penyatuan pucuk (batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang cocok secara kompleks.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 294 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Melakukan Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP.


I. PENDAHULUAN

Setelah ditanam, tanaman membutuhkan perawatan intensif agar dapat tumbuh hingga berproduksi dengan baik. Ada dua masa yang akan dilalui tanaman hingga dapat berproduksi, yaitu masa vegetatif dan masa generatif.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 320 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  2  [ 3 ]  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 477807

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

10146
13671
8653
10953
9417
6890

11-2017

12-2017

01-2018

02-2018

03-2018

04-2018